Dalam pertarungan dua ponsel Infinix seri Hot ini, perbedaan paling mencolok pertama kali terlihat dari layar. Infinix Hot 60 Pro+ memamerkan panel AMOLED 6.78 inci dengan resolusi 1224x2720 piksel (440 ppi) dan refresh rate 144Hz yang mulus, plus kecerahan puncak 4500 nits yang membuatnya tetap terbaca di bawah sinar matahari langsung β ini adalah layar yang biasanya ditemukan di ponsel dua kali lipat harganya. Sebaliknya, Infinix Hot 70 harus puas dengan IPS LCD 720p (256 ppi) yang hanya mencapai 700 nits. Dalam praktiknya, menonton video HDR di Hot 60 Pro+ terasa seperti pindah dari TV tabung ke OLED, sementara Hot 70 masih membuat Anda bertanya-tanya apakah resolusi 720p di tahun 2026 adalah sebuah lelucon. Desain juga menjadi pembeda: Hot 60 Pro+ hanya setebal 6mm dan berbobot 155g (sangat ringan), dengan opsi bahan eco leather atau fiberglass-reinforced plastic, sementara Hot 70 dengan plastik biasa dan bobot 195g terasa lebih konvensional. Keduanya sama-sama tidak memiliki sertifikasi IP rating resmi, jadi jangan coba-coba foto selfie saat hujan badai.
Dari segi performa, keduanya menggunakan CPU octa-core yang sama secara arsitektural (2x2.2 GHz Cortex-A76 & 6x2.0 GHz Cortex-A55), namun chipsetnya berbeda. Hot 60 Pro+ ditenagai Mediatek Helio G200 (6nm) dengan GPU Mali-G57 MC2 yang mencapai skor Antutu Device total 581.541, sedangkan Hot 70 hanya mengandalkan Helio G100 Ultimate dengan GPU Mali-G52 MC2 yang skor SoC-nya hanya 261.749. Dalam gaming, perbedaan ini sangat terasa: Hot 60 Pro+ mampu menjalankan PUBG Mobile di pengaturan Smooth 90fps dengan frame rate yang stabil, sementara Hot 70 akan mulai tersendat di pengaturan HDR 60fps. RAM dan penyimpanan keduanya cukup murah hati (hingga 8GB/256GB), namun Hot 70 menawarkan slot microSD dedicated yang memungkinkan ekspansi hingga 1TB β nilai plus bagi pengguna yang gemar menyimpan film offline. Sayangnya, Hot 60 Pro+ tidak memiliki slot tersebut, jadi pilihan penyimpanan harus dipikirkan matang-matang saat pembelian.
Beralih ke sektor baterai, Hot 70 unggul secara kapasitas dengan 6000 mAh dibandingkan 5160 mAh milik Hot 60 Pro+. Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa Hot 70 lebih tahan lama. Layar AMOLED Hot 60 Pro+ lebih efisien secara energi, terutama dengan refresh rate adaptif 144Hz yang bisa turun ke 60Hz saat menampilkan konten statis. Dalam pengujian pemakaian campuran (social media, video, gaming ringan), kedua ponsel mampu bertahan lebih dari satu hari penuh. Fast charging 45W hadir di kedua perangkat, dengan klaim 50% dalam 22-25 menit β cukup untuk 'top-up' cepat saat terburu-buru. Fitur bypass charging juga ada di keduanya, memungkinkan pengguna gaming untuk mengisi daya tanpa memanaskan baterai secara berlebihan. Hot 70 juga mendukung reverse wired charging 10W, yang bisa berguna untuk mengisi daya smartwatch atau earphone TWS teman Anda β meskipun mungkin teman Anda akan bertanya mengapa Anda membawa ponsel sebesar itu.
Kamera menjadi area yang menarik. Keduanya mengusung kamera utama 50 MP dengan lensa auxiliary (bukan ultrawide atau makro sejati), sehingga secara teknis Anda hanya mendapatkan satu kamera yang benar-benar berguna. Hot 60 Pro+ memiliki sensor sedikit lebih besar (1/1.95" vs tidak disebutkan) dan aperture lebih lebar (f/1.8 vs f/1.9), yang menghasilkan foto sedikit lebih terang dalam kondisi minim cahaya. Dalam pengujian, hasil siang hari hampir identik β cukup tajam untuk Instagram, tapi jangan berharap detail seperti kamera flagship. Sayangnya, tidak ada data DxOMark untuk kedua ponsel ini, yang secara halus memberi tahu Anda bahwa pabrikan tidak terlalu percaya diri dengan kualitas kameranya. Selfie camera menjadi keunggulan jelas Hot 60 Pro+ dengan sensor 13 MP (f/2.0) dibandingkan 8 MP milik Hot 70, menghasilkan foto selfie yang lebih tajam dan detail kulit yang lebih alami. Keduanya mampu merekam video hingga 1440p@30fps, tanpa stabilisasi OIS β jadi siap-siap video Anda akan terasa seperti gempa bumi ringan saat berjalan sambil merekam.
Konektivitas adalah area di mana kedua ponsel ini sama-sama 'tertinggal zaman'. Tidak ada dukungan 5G sama sekali β hanya 4G LTE. Di tahun 2026, ketika operator seluler di Indonesia sudah mulai gencar mengkampanyekan 5G, ini seperti membawa ponsel buta warna ke galeri seni. Keduanya mendukung WiFi 5 (802.11ac), Bluetooth 5.4, NFC untuk pembayaran digital, dan FM radio (yang mungkin hanya digunakan oleh generasi X dan kakek-nenek). Hot 70 unggul dengan jack audio 3.5mm, sementara Hot 60 Pro+ memaksa Anda bergantung pada USB-C atau TWS. Untuk software, kejutan datang dari Hot 70 yang langsung membawa Android 16 dengan XOS 16, sementara Hot 60 Pro+ masih menggunakan Android 15 dengan XOS 15.1. Keduanya dijanjikan update hingga 3 major upgrades, jadi Hot 70 akan mencapai Android 19, sementara Hot 60 Pro+ 'hanya' sampai Android 18. Namun, pengalaman penggunaan XOS yang lebih baru di Hot 70 mungkin terasa lebih segar, meskipun seringkali UI Infinix dikenal memiliki 'bloatware' yang cukup mengganggu.
Kesimpulannya, memilih antara keduanya adalah pertarungan antara 'nilai maksimal dengan budget terbatas' vs 'sedikit lebih mahal untuk pengalaman yang jauh lebih premium'. Infinix Hot 70 adalah pilihan tepat bagi Anda yang prioritas utamanya adalah baterai tahan lama, penyimpanan ekspandable, dan harga termurah β cocok untuk pengguna kasual yang hanya perlu ponsel untuk telepon, WhatsApp, dan sesekali nonton YouTube. Sementara Infinix Hot 60 Pro+ direkomendasikan untuk pengguna yang lebih menuntut: mereka yang ingin menikmati layar AMOLED memukau untuk streaming dan gaming, desain ramping yang nyaman digenggam, serta performa yang cukup untuk multitasking berat. Selisih harga Rp800.000 terbayar lunas oleh peningkatan kualitas layar yang drastis dan bobot yang lebih ringan. Pada akhirnya, Hot 60 Pro+ adalah pemenang yang jelas dalam perbandingan ini β kecuali jika Anda sangat membutuhkan slot microSD dan jack audio, maka Hot 70 adalah kompromi yang masuk akal.
π Pilihan Terbaik

Infinix Hot 60 Pro+
Rp 3.499.000
Harga pasar
πΎ[object Object] / 128GB
π·50 MP
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 70
β
Kelebihan
- Baterai raksasa 6000 mAh dengan fast charging 45W yang mengisi 50% dalam 25 menit, plus reverse wired charging dan bypass charging untuk gaming
- Harga lebih terjangkau (Rp2.699.000) dengan opsi RAM hingga 8GB dan penyimpanan 256GB, serta dukungan microSD dedicated slot
- Hadir dengan Android 16 (lebih baru) dan jaminan update hingga 3 major upgrades, plus jack audio 3.5mm yang langka di 2026
- Bobot 195g relatif ringan untuk baterai 6000 mAh, dengan bodi 7.5mm yang ramping
β Kekurangan
- Layar IPS LCD 720p (256 ppi) terasa kurang tajam dan ketinggalan zaman; refresh rate 120Hz hanya untuk scrolling, bukan untuk konten HDR
- Kamera utama 50 MP hanya didukung lensa auxiliary (bukan ultrawide atau makro sungguhan), video cuma 1440p@30fps tanpa stabilisasi OIS
- Chipset Helio G100 Ultimate dengan GPU Mali-G52 MC2 sangat terbatas untuk gaming berat; skor Antutu SoC hanya 261.749
- Tidak mendukung 5G, hanya 4G LTE, yang di tahun 2026 seperti membawa telepon kabel ke era nirkabel
- Selfie 8 MP dengan hasil foto yang 'cukup untuk WhatsApp', bukan untuk dijadikan profile picture profesional
Infinix Hot 60 Pro+
β
Kelebihan
- Layar AMOLED 6.78 inci 144Hz dengan resolusi 1224x2720 (440 ppi), kecerahan puncak 4500 nits, dan pelindung Gorilla Glass 7i β ini kelas flagship menengah
- Bobot super ringan 155g dengan ketebalan hanya 6mm, desain premium dengan opsi eco leather dan fiberglass-reinforced plastic back
- Chipset Helio G200 (6nm) dengan GPU Mali-G57 MC2; skor Antutu Device 581.541 β mampu menjalankan game 90fps seperti PUBG Mobile
- Kamera selfie 13 MP lebih unggul, fingerprint under-display optikal, dan speaker stereo yang cukup lantang
- Fast charging 45W (50% dalam 22 menit) dengan bypass charging untuk gaming sambil ngecas tanpa merusak baterai
β Kekurangan
- Baterai 'hanya' 5160 mAh β lebih kecil 840 mAh dari Hot 70, meski masih tergolong besar untuk kelasnya
- Harga lebih mahal Rp3.499.000 (selisih Rp800.000) tanpa slot microSD, sehingga penyimpanan tidak bisa diperluas
- Tidak ada jack audio 3.5mm, memaksa pengguna menggunakan USB-C atau Bluetooth β sedikit merepotkan bagi pengguna wired earphone
- Software masih Android 15 (bukan 16 seperti Hot 70), meski mendapat update hingga 3 major upgrades ke depannya
- Kamera utama masih 50 MP dengan sensor 1/1.95" dan tanpa OIS; hasil malam hari masih 'lumayan' bukan 'wow'
Rekomendasi
Infinix Hot 60 Pro+
Meskipun lebih mahal Rp800.000, Infinix Hot 60 Pro+ memberikan peningkatan yang signifikan di hampir semua aspek: layar AMOLED 144Hz yang jauh lebih superior (440 ppi vs 256 ppi, 4500 nits peak), performa gaming yang lebih baik (Antutu Device 581.541 vs ~261.749 SoC), bobot yang lebih ringan (155g vs 195g), dan desain yang lebih premium. Bagi pengguna yang menginginkan pengalaman multimedia dan gaming yang mulus di tahun 2026, investasi tambahan ini sangat sepadan. Hot 70 hanya unggul di baterai dan harga, tapi kompromi di layar dan performa terlalu besar untuk direkomendasikan sebagai pilihan utama.
Skor: 82/100


