Secara teknis, kedua perangkat ini adalah 'saudara kembar' yang dipisahkan oleh filosofi desain. Keduanya mengandalkan MediaTek Helio G100 (6nm), namun Infinix Hot 50 Pro+ berhasil meraih skor Antutu 570.836, jauh melampaui varian Pro standar yang hanya berada di kisaran 420.000. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bahwa optimasi software pada seri Pro+ lebih matang, terutama pada skor memori dan UX yang memberikan pengalaman navigasi lebih responsif. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan storage eMMC 5.1 pada kedua model di tahun 2026 adalah keputusan yang cukup menggelitik, mengingat standar UFS sudah menjadi kewajiban untuk perangkat di kelas ini.
Dari sisi display, keduanya menawarkan panel AMOLED 6.78 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 1300 nits. Namun, Pro+ unggul tipis dengan implementasi PWM Dimming 2160Hz, yang secara teoritis lebih ramah bagi mata sensitif dibandingkan versi Pro standar. Desain Pro+ juga jauh lebih menarik dengan ketebalan hanya 6.8mm dan bobot 162g, memberikan sensasi 'premium' yang tidak ditemukan pada model Pro standar yang lebih tebal dan berat (190g).
Sektor konektivitas menunjukkan kompromi yang berbeda. Jika Anda adalah tipe pengguna yang masih setia dengan earphone kabel, Infinix Hot 50 Pro adalah pilihan logis karena keberadaan audio jack 3.5mm. Sebaliknya, Pro+ membuang fitur ini demi mengejar estetika bodi ultra-tipis, sebuah tren yang seringkali membuat konsumen harus membeli dongle atau beralih ke TWS. Keduanya sama-sama tidak mendukung konektivitas 5G, sebuah ironi untuk ponsel yang dirilis di akhir 2024 menuju 2026, yang membuat kedua perangkat ini terasa sedikit 'ketinggalan zaman' bagi mereka yang tinggal di area dengan cakupan 5G luas.
Untuk kamera, keduanya mengandalkan sensor 50MP f/1.6. Hasil foto harian cukup oke, namun absennya lensa ultra-wide di kedua model adalah sebuah kerugian besar. Anda dipaksa puas dengan lensa utama dan sensor kedalaman yang fungsinya seringkali hanya sebagai 'pemanis' di modul kamera. Video recording pada Pro+ mendukung 1440p@30fps, sedikit lebih baik dari varian standar, namun tetap bukan perangkat yang bisa diandalkan untuk kebutuhan konten kreatif serius.
Singkatnya, jika Anda memprioritaskan mobilitas dan estetika, Infinix Hot 50 Pro+ adalah pemenangnya. Namun, jika Anda adalah pengguna pragmatis yang butuh jack audio dan slot memori eksternal dengan harga lebih miring, varian Pro standar masih bisa dipertimbangkan. Hanya saja, jangan berharap performa gaming yang mengesankan dari keduanya karena Helio G100 bukanlah chipset yang dirancang untuk melibas game berat di tahun 2026.
Kelebihan dan Kekurangan
Infinix Hot 50 Pro 4G
✅ Kelebihan
- Layar AMOLED 120Hz yang terang (1300 nits) untuk kelas harganya
- Kapasitas baterai 5000 mAh dengan fitur Bypass Charging
- Konektivitas lengkap termasuk NFC dan Audio Jack 3.5mm
- Slot microSD independen
❌ Kekurangan
- Storage masih menggunakan eMMC 5.1 yang sangat lambat di 2026
- Performa chipset Helio G100 terasa medioker untuk multitasking berat
- Tidak ada lensa ultra-wide
- Update software hanya 1 kali major OS
Infinix Hot 50 Pro+ 4G
✅ Kelebihan
- Desain ultra-tipis (6.8mm) dan sangat ringan (162g)
- Skor Antutu lebih tinggi (570k) berkat optimasi sistem
- Layar AMOLED dengan PWM Dimming 2160Hz yang lebih nyaman di mata
- Build quality terasa lebih premium meski materialnya plastik
❌ Kekurangan
- Absennya jack audio 3.5mm yang menyusahkan pengguna earphone kabel
- Sama-sama terjebak di chipset Helio G100 yang tidak mendukung 5G
- Update software minim
- Manajemen panas di bodi yang sangat tipis bisa menjadi isu saat load tinggi
Rekomendasi
Infinix Hot 50 Pro+ 4G
Meskipun keduanya menggunakan chipset yang sama, Pro+ menawarkan pengalaman penggunaan yang jauh lebih superior berkat desain bodi yang sangat tipis (6.8mm) dan ringan (162g), serta optimasi sistem yang membuat skor Antutu-nya melesat hingga 570k dibandingkan seri Pro standar. Ini adalah contoh bagaimana desain dan optimasi software bisa membuat hardware yang identik terasa berbeda kelas.
Skor: 82/100




