Telset.id – Xpeng G9L, crossover listrik lima kursi berukuran 5,1 meter, akan memasuki pasar global pada 12 Oktober 2026 di ajang Paris Auto Show. Produksi massalnya akan dimulai di pabrik Graz, Austria. Kabar ini menegaskan bahwa Xpeng tidak hanya berhenti sebagai pemain domestik, melainkan serius mendorong ekspansi ke Eropa lewat model berukuran besar.
Langkah tersebut bukan tanpa konteks. Xpeng sebelumnya telah meluncurkan G9L di China dengan harga awal 241.800 yuan atau setara 36.050 USD. Model ini menjadi salah satu andalan terbaru perusahaan asal Guangzhou itu untuk memperkuat posisi di segmen SUV besar, sekaligus menjawab permintaan pasar yang bergerak ke kendaraan listrik berkapasitas besar. Bagi Xpeng, G9L adalah kartu penting, terutama karena perusahaan menargetkan penjualan 600.000 unit hingga akhir tahun.
Namun, ambisi itu menghadapi kenyataan pasar yang tidak ringan. Menurut China EV DataTracker, Xpeng menjual 241.111 unit dari Januari hingga Agustus 2026, turun 10,5 persen secara Year-Over-Year. Artinya, untuk mencapai target akhir tahun, Xpeng perlu menjual sekitar 89.750 unit per bulan selama empat bulan berikutnya. CarNewsChina memproyeksikan target tersebut kemungkinan besar tidak tercapai, meski peluncuran G9L tetap dijalankan. Di sinilah ketegangan antara ekspektasi dan realitas menjadi sorotan.
Spesifikasi Xpeng G9L: Dimensi Besar, Kursi Terbatas
Dari sisi ukuran, Xpeng G9L tergolong besar dengan dimensi 5120/1999/1782 mm dan wheelbase 3.100 mm. Menariknya, meski bodinya sepanjang 5,1 meter, model ini hanya tersedia dengan lima kursi. Pilihan warna bodi mencakup lima opsi: hijau, ungu, hitam, abu-abu, dan putih. Tiga ukuran roda tersedia, yakni R20, R21, dan R22.
Bagian depan mengadopsi headlamp dari Huawei yang mampu memproyeksikan gambar ke jalan dan menampilkan film melalui proyeksi eksternal 98 inci. Ini salah satu pembeda G9L dari kompetitornya. Untuk kabin, tersedia empat skema warna: putih, hitam, merah, dan oranye.

Interior G9L dilengkapi layar sentuh besar, klaster instrumen LCD tipis, augmented reality display, kaca spion streaming 9 inci, layar sentuh untuk penumpang belakang, serta layar 21,4 inci yang dipasang di plafon. Untuk komputasi, crossover ini dibekali tiga chip Turing AI dengan daya komputasi 2.250 TOPS. Fitur lain mencakup empat pintu soft-closing, kulkas built-in 12,5 liter, kursi berpemanas, berventilasi, dan bermassage, pengisi daya ponsel nirkabel 50W, serta meja lipat di sandaran tangan belakang. Ada 33 speaker dan bagasi berkapasitas 1.152 liter. Sasisnya mengadopsi teknologi rear-wheel steering, sehingga radius putarnya hanya 4,96 meter.
Baca Juga:
Pilihan Powertrain: BEV dan EREV
Versi all-electric Xpeng G9L hadir standar dengan satu motor listrik di poros belakang. Tenaga puncaknya 270 kW (362 hp), cukup untuk akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,8 detik. Jarak tempuhnya mencapai 702 km dengan baterai LFP 91,9 kWh terisi penuh. Varian dual-motor AWD menambahkan motor listrik 160 kW (215 hp) di poros depan, dengan total tenaga puncak 430 kW (577 hp). Versi ini menempuh hingga 660 km dalam sekali pengisian dengan baterai 91,9 kWh yang sama. Tersedia pula paket baterai lebih besar 110 kWh untuk jarak 755 km.
Untuk Xpeng G9L EREV, sistem penggeraknya standar dual-motor AWD. Powertrain-nya terdiri dari e-motor depan 160 kW yang dikombinasikan dengan motor belakang 230 kW (308 hp). Total tenaga puncaknya 370 kW (496 hp), dengan akselerasi 0-100 km/jam dalam 4,95 detik. Baterai LFP 63,3 kWh buatan CALB menyokong sistem ini, memastikan jarak listrik 435 km dalam kondisi CLTC. G9L EREV mengadopsi mesin bensin turbocharged 1,5 liter berdaya 110 kW (148 hp) yang berfungsi sebagai generator. Berkat tangki bahan bakar 60 liter, G9L memiliki jarak tempuh campuran 1.602 km (CLTC).

Kisaran harga domestik Xpeng G9L sebelum diskon adalah 241.800 hingga 319.800 yuan (36.050 hingga 47.680 USD) di China. Namun, merek ini tetap konsisten dengan strategi memperkuat kehadiran di luar negeri. Alhasil, G9L akan menyambangi pasar global pada 12 Oktober di Paris Auto Show 2026. Mobil untuk Eropa akan dirakit di pabrik Magna Steyr di Austria.
Ekspansi Xpeng ke Eropa bukan cerita baru. Beberapa model lain juga tengah bersiap menyambangi pasar global, termasuk Mona L05 yang telah terlihat di China. Selain itu, ada pula langkah Xpeng yang sempat menarik perhatian, seperti Xpeng GX yang diubah menjadi Range Rover di China. Di sisi lain, perusahaan juga disebut tengah mengembangkan lini bisnis lain, dengan pendanaan robot humanoid yang menembus USD 900 juta.
Yang perlu dicatat, target penjualan Xpeng dan peluncuran G9L berada di dua jalur berbeda. Peluncuran global G9L di Paris Auto Show 2026 menjadi penanda bahwa Xpeng masih percaya pada strategi ekspansi internasional. Namun, angka penjualan domestik yang turun 10,5 persen Year-Over-Year dan proyeksi CarNewsChina yang menyebut target 600.000 unit kemungkinan besar tidak tercapai menunjukkan bahwa ekspansi model tidak otomatis menyelesaikan persoalan volume. G9L boleh jadi produk yang secara teknis mengesankan, tetapi pasar tetap menjadi hakim terakhir.
[META_DESCRIPTION]
Xpeng G9L bakal melantai global di Paris Auto Show 2026 pada 12 Oktober. Simak spesifikasi, harga, dan target penjualan Xpeng di sini.





Komentar
Belum ada komentar.