📑 Daftar Isi

Baterai grid Limondale RWE berdurasi delapan jam dengan 144 unit Tesla Megapack di New South Wales, Australia

Baterai 8 Jam Limondale RWE Resmi Beroperasi di Australia

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • RWE resmikan baterai grid Limondale di New South Wales, proyek pertama sejenis di Australia
  • Berkapasitas 50 MW / 400 MWh dengan 144 unit Tesla Megapack, durasi delapan jam penuh
  • Mengisi daya sekitar 100 MW, melepas hanya 50 MW alias dua kali lebih cepat saat mengisi
  • Menyerap kelebihan surya siang hari, melepas energi untuk beban puncak sore hingga malam
  • Menang lewat lelang penyimpanan durasi panjang NSW dengan dukungan LTESA
  • Dua baterai delapan jam lain menyusul dalam jalur pengembangan NSW

Telset.id – Australia resmi mengoperasikan baterai grid dengan durasi terpanjang di negara itu, Limondale, yang berjalan di atas 144 unit Tesla Megapack. Fasilitas milik RWE ini berlokasi di New South Wales dan mampu melepaskan daya selama delapan jam penuh, empat kali lebih lama dibanding baterai dua jam yang mendominasi jaringan listrik Australia. Proyek ini tercatat sebagai yang pertama sejenis di Negeri Kanguru tersebut.

Baterai Limondale memiliki kapasitas 50 MW / 400 MWh dan berada di dekat Balranald, wilayah barat daya negara bagian itu, tepat di samping ladang surya Limondale milik RWE yang sudah ada. Setelah memperoleh persetujuan operasional final dari operator jaringan AEMO pada awal tahun ini, fasilitas tersebut kini telah terdaftar dan beroperasi di National Electricity Market.

Yang membedakan Limondale dari baterai grid kebanyakan bukan sekadar durasinya, melainkan desain pengisian dayanya. Baterai ini dibangun untuk mengisi daya sekitar 100 MW, tetapi hanya melepaskan daya 50 MW. Artinya, ia mengisi daya dua kali lebih cepat daripada saat mengosongkannya, sebuah asimetri yang justru menjadi inti dari seluruh proyek ini.

Strategi Isi Cepat, Lepas Lambat

Dengan konfigurasi tersebut, Limondale dapat terisi penuh dalam waktu sekitar empat jam, menyerap kelebihan pasokan surya di siang hari saat New South Wales kebanjiran listrik terbarukan yang murah. Energi itu kemudian dilepaskan secara perlahan selama delapan jam untuk menutupi beban puncak pada sore hari hingga malam.

Pendekatan “isi cepat, lepas lambat” ini menjadi jawaban atas masalah kurva bebek (duck curve) yang dihadapi setiap jaringan listrik dengan porsi surya besar: terlalu banyak daya pada tengah hari, tetapi kurang pasokan pada pukul tujuh malam. Memasangkan baterai langsung dengan ladang surya membuat strategi arbitrase energi ini semakin efisien.

Tesla 8 hour battery

Australia sebenarnya sudah memiliki banyak baterai besar. Yang belum dimiliki negara itu adalah baterai berdurasi panjang. Gelombang pertama penyimpanan grid, termasuk proyek Hornsdale milik Tesla yang menjadi tonggak sejarah, dibangun untuk respons cepat dengan durasi satu hingga dua jam. Baterai jenis itu sangat baik untuk stabilitas jaringan, tetapi tidak berguna untuk menggeser listrik surya dalam jumlah besar ke waktu malam.

Baterai empat jam kini menjadi norma baru. Delapan jam adalah langkah berikutnya, dan Limondale berperan sebagai pembuktian konsep. RWE tidak membangunnya secara spekulatif. Limondale merupakan satu-satunya penawaran yang menang dalam lelang penyimpanan durasi panjang pertama di New South Wales di bawah Electricity Infrastructure Roadmap negara bagian tersebut, yang didukung oleh Long-Term Energy Service Agreement atau semacam jaminan pendapatan pemerintah yang membuat pembiayaan baterai berdurasi panjang layak secara bankable.

Dua baterai delapan jam lain yang didukung LTESA tengah bergerak melalui jalur pipa pengembangan di New South Wales setelah Limondale. “Keputusan investasi RWE dan penandatanganan kontrak pemasok untuk proyek Limondale BESS adalah langkah maju yang menggembirakan,” ujar CEO RWE Renewables Europe & Australia, Katja Wünschel, saat proyek tersebut mendapat lampu hijau.

Posisi Tesla di Pasar Penyimpanan Grid

Tesla memasok unit Megapack untuk proyek ini, sementara Beon Energy Solutions menangani balance of plant. Bagi Tesla, Limondale menjadi kemenangan unggulan lain di pasar yang turut dibangun oleh perusahaan tersebut. Tesla terus mengumpulkan kesepakatan grid di seluruh dunia, mulai dari baterai Megapack berkapasitas 500 MWh yang baru beroperasi di Texas hingga proyek 1 GWh di Inggris. Bisnis energi Megapack kini menjadi salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat bagi perusahaan itu.

Jejak Tesla di Australia memang sudah kuat, dan proyek seperti ini diperkirakan akan terus berlanjut di sana. Sejumlah pengamat menilai proyek semacam ini seharusnya lebih sering muncul di Amerika Serikat, namun inisiatif hijau di sana justru mengalami kemunduran besar dibandingkan kawasan lain di dunia.

Perlu dicatat, langkah Tesla di segmen kendaraan listrik juga tidak selalu mulus. Perusahaan ini sempat mengubah spesifikasi Model Y L setelah menerima keluhan terkait suspensi. Sementara itu, Cybercab dipamerkan di China, tetapi Tesla belum berani menjualnya. Ada pula sorotan dari regulator, termasuk penyelidikan NHTSA terhadap Cybercab yang berpotensi menimbulkan denda besar.

Di sisi lain, ekspansi infrastruktur pengisian daya Tesla juga terus berjalan, salah satunya melalui pengoperasian Megacharger publik di depo Forum Mobility. Semua ini menunjukkan bahwa bisnis Tesla kini bergerak di beberapa front sekaligus: kendaraan, infrastruktur pengisian daya, dan penyimpanan energi skala grid.

Kembali ke Limondale, baterai dua jam telah membuktikan bahwa penyimpanan energi mampu menstabilkan jaringan listrik. Namun baterai delapan jam adalah yang benar-benar memungkinkan pensiunnya pembangkit batu bara, karena mampu membawa hasil pembangkitan surya melewati seluruh tanjakan beban sore hari, bukan kehabisan daya saat waktu makan malam tiba.

Itulah transisi yang sedang coba dijalankan Australia, dan itulah alasan desain asimetris antara pengisian dan pelepasan daya menjadi jauh lebih penting daripada yang terlihat. Membangun baterai yang menyerap listrik surya murah pada tengah hari lalu melepaskannya perlahan sepanjang malam adalah bentuk penyimpanan yang persis dibutuhkan oleh jaringan listrik dengan porsi energi terbarukan yang besar.

Kesimpulan yang bisa ditarik dari operasional Limondale bersifat faktual: kapasitas 50 MW / 400 MWh dengan durasi delapan jam kini telah terdaftar di National Electricity Market, didukung 144 unit Tesla Megapack, dan menjadi proyek pertama sejenis di Australia. Dua baterai delapan jam lain dengan dukungan LTESA tengah menyusul dalam jalur pengembangan New South Wales. Yang tersisa dari persamaan ini adalah jumlah: jaringan listrik berbasis energi terbarukan membutuhkan jauh lebih banyak baterai berdurasi panjang seperti Limondale.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.