Telset.id – Xpeng resmi menamai layanan robotaxi-nya Yoyo (小鹏悠游) pada 8 Oktober 2026 dan membukanya untuk pengguna di China melalui program berbasis undangan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO perusahaan, He Xiaopeng, dan menandai langkah baru Xpeng setelah kendaraan berbasis GX tersebut menuntaskan lebih dari 2.200 perjalanan uji coba oleh karyawan serta siap memperluas pengujian ke pengguna eksternal.
Xpeng meluncurkan mini-program ride-hailing khusus yang dapat diakses melalui kode undangan untuk memesan slot perjalanan pilot. Mini-program sendiri merupakan fenomena yang sangat populer di China, semacam aplikasi di dalam aplikasi. Sebagian besar pengguna di sana hanya memakai satu aplikasi utama di ponsel, umumnya WeChat, dan di dalamnya tersedia hampir semua aplikasi yang dibutuhkan untuk 90% aktivitas harian, mulai dari Didi (Uber versi China), JD (Amazon versi China), Meituan (layanan pengantaran makanan), hingga Bilibili (YouTube versi China). Kini Yoyo robotaxi dari Xpeng masuk ke dalam ekosistem tersebut.
Dalam pengumuman resminya, Xpeng tidak mengungkap ukuran armada maupun tanggal pasti untuk layanan publik tanpa batasan. Ketiadaan dua data krusial itu menjadi catatan tersendiri, terutama karena Xpeng sebelumnya sudah menetapkan target ambisius untuk layanan penumpang tanpa pengemudi keselamatan pada 2027. Artinya, pilot berbasis undangan ini masih berfungsi sebagai tahap validasi operasional, bukan peluncuran komersial penuh.
Spesifikasi Yoyo: GX, Turing AI, dan VLA 2.0
Robotaxi Yoyo dibangun di atas Xpeng GX, SUV flagship perusahaan. Kendaraan ini mengandalkan empat chip Turing AI buatan Xpeng sendiri yang diklaim mampu menghasilkan 3.000 TOPS daya komputasi efektif. Yoyo menjalankan model generasi kedua Vision-Language-Action, atau VLA 2.0, dengan sistem berbasis visi tanpa lidar maupun peta definisi tinggi.
Xpeng mendeskripsikan kendaraan ini sebagai rancangan untuk Level 4 autonomous driving, tingkat di mana sistem dapat menjalankan tugas mengemudi tanpa intervensi manusia dalam kondisi operasi yang telah ditentukan. Pendekatan tanpa lidar ini sejalan dengan arah teknologi yang selama ini dipromosikan Xpeng, termasuk saat perusahaan mulai Jual Teknologi Self-Driving ke pasar yang lebih luas.
Dari sisi pengalaman penumpang, mini-program Yoyo memungkinkan pengguna mengatur suhu kabin dan mengaktifkan sistem wewangian sebelum penjemputan. Kendaraan juga menyediakan kursi “zero-gravity”, fungsi pijat, dan layar hiburan di baris belakang. Kombinasi ini menempatkan Yoyo bukan sekadar alat transportasi, melainkan ruang kabin yang dikurasi untuk kenyamanan penumpang selama perjalanan tanpa pengemudi.
Baca Juga:
Jejak Uji Coba dan Target Komersial Xpeng
Perjalanan Xpeng menuju tahap ini cukup panjang. Perusahaan mengumumkan rencana robotaxi pada November 2025 dan memulai pengujian rutin di jalan pada Januari 2026. Kendaraan produksi keluar dari lini perakitan di Guangzhou pada Mei, lalu dilanjutkan dengan uji coba tumpangan karyawan pada Juli yang mencakup pemesanan online, penjemputan otonom, dan penyelesaian perjalanan.
Pada Agustus, Xpeng memperoleh kualifikasi remote-testing Guangzhou yang memungkinkan uji jalan tanpa operator keselamatan di kursi pengemudi pada jalur uji Kelas I, II, dan III yang ditentukan. Chairman dan CEO He Xiaopeng menyebut bulan itu bahwa perusahaan telah menyelesaikan pengembangan platform pengambilalihan jarak jauh berbasis cloud.
Xpeng berencana memulai operasi pilot dan layanan demonstrasi skala kecil hingga menengah pada 2026, dengan Guangzhou sebagai basis pembangunan pengalaman operasional sebelum ekspansi ke wilayah lain. Perusahaan sebelumnya menetapkan target 2027 untuk layanan penumpang tanpa pengemudi keselamatan. He juga menyatakan bisnis robotaxi Guangzhou berpotensi mencapai titik impas di level kendaraan sedini mungkin pada paruh kedua 2027. Target tersebut menyangkut ekonomi per kendaraan, bukan profitabilitas keseluruhan bisnis robotaxi. Ia mengidentifikasi kepadatan kendaraan di area operasi sebagai faktor kunci.
Model pendapatan Xpeng mencakup penjualan kendaraan, layanan teknologi, dan bagian dari pendapatan operasional, sementara mitra menangani operasi armada lokal. Perusahaan juga tengah membahas kemitraan Yoyo di Eropa, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Xpeng berencana memperkenalkan model yang dikembangkan khusus untuk operasi robotaxi pada 2027, dengan He memperkirakan pasar luar negeri pada akhirnya menyumbang sebagian besar bisnis. Namun pernyataan 8 Oktober tersebut tidak menyebutkan nama mitra operasi luar negeri maupun tanggal peluncuran.
Ambisi ini masuk akal jika melihat konteks bisnis Xpeng secara lebih luas. Perusahaan tengah mendiversifikasi sumber pendapatan ke beberapa lini sekaligus, termasuk robot humanoid yang bahkan telah Pendanaan Robot Humanoid menembus USD 900 juta. Diversifikasi ini menjadi strategi untuk menutupi margin tipis dari penjualan mobil di tengah perang harga EV China yang belum menunjukkan tanda berakhir.

Editor CarNewsChina yang menguji langsung VLA 2 pada April 2026 di jalan Beijing menyebut pengalamannya terasa lebih baik dibanding Huawei Qiankun ADS, yang secara umum dianggap pemimpin ADAS domestik China. Klaim tersebut diakuinya akan menuai banyak kritik di China, tetapi menjadi sinyal bahwa kemampuan sistem visi Xpeng layak diperhitungkan dalam peta persaingan teknologi otonom.
Yang perlu dicermati, pilot berbasis undangan ini belum menjawab sejumlah pertanyaan mendasar: berapa besar armada yang dioperasikan, seberapa luas cakupan area layanan, dan kapan layanan benar-benar terbuka untuk publik. Tanpa data itu, Yoyo masih berada di wilayah uji coba terbatas. Namun jejak waktunya jelas, dari pengumuman rencana pada November 2025, uji jalan Januari 2026, kendaraan produksi Mei, uji tumpangan karyawan Juli, kualifikasi remote-testing Agustus, hingga pilot undangan Oktober. Bagi pasar Indonesia dan Asia Tenggara yang disebut dalam pembahasan kemitraan, Yoyo adalah nama yang patut dicatat, meski tanggal kehadirannya belum ada.
[WIDGET]
[VIDEO]





Komentar
Belum ada komentar.