📑 Daftar Isi

Xiaomi YU7 GT melaju di sirkuit Nürburgring Nordschleife dalam uji coba otonom

Xiaomi YU7 GT Cetak Rekor Lap Otonom di Nürburgring

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Xiaomi YU7 GT menjadi mobil pertama yang memecahkan rekor putaran otonom di sirkuit Nürburgring Nordschleife, Jerman.
  • Uji coba dilakukan tanpa campur tangan manusia, dengan waktu putaran 10 menit 29,483 detik.
  • Waktu putaran otonom ini lebih lambat 3 menit 7 detik dibandingkan putaran yang dikendarai pembalap profesional.
  • YU7 GT menggunakan platform listrik 897-volt dengan tenaga 1.003 hp, akselerasi 0-100 km/jam dalam 2,92 detik.
  • Mobil ini mampu menempuh jarak hingga 438 mil (CLTC) dan dapat mengisi daya hingga 354 mil dalam 15 menit.
  • Penjualan YU7 GT di China mengalami penurunan 11,5% pada Mei 2026 menjadi 8.736 unit.
  • Pencapaian ini menunjukkan ambisi Xiaomi di luar penjualan mobil, yaitu memimpin teknologi otonom.

Telset.id – Xiaomi mencatat sejarah baru di industri otomotif global. YU7 GT, SUV performa listrik besutannya, menjadi mobil pertama yang memecahkan rekor putaran secara otonom di sirkuit legendaris Nürburgring Nordschleife, Jerman. Dalam uji coba yang dilakukan baru-baru ini, SUV tersebut berhasil menyelesaikan satu putaran penuh tanpa campur tangan manusia.

Pencapaian ini merupakan langkah signifikan bagi Xiaomi dalam menguji kemampuan perangkat lunak mengemudi otonomnya di salah satu lintasan balap paling menantang di dunia. Uji coba dilakukan tak lama setelah YU7 GT diluncurkan di China dan memberikan gambaran awal tentang performa sistem otonomnya dalam kondisi berkendara yang ekstrem.

Insinyur Xiaomi memanfaatkan lintasan Nürburgring untuk menetapkan standar bagi pembaruan perangkat lunak di masa depan dan mengumpulkan data dari penggerak berkecepatan tinggi. Uji coba ini menjadi bukti nyata ambisi Xiaomi untuk tidak hanya bersaing di pasar mobil listrik, tetapi juga memimpin dalam teknologi otonom.

Perangkat Lunak Otonom Hadapi Tantangan Nürburgring

Nürburgring Nordschleife dikenal sebagai salah satu sirkuit tersulit di industri otomotif. Kombinasi dari lintasan lurus berkecepatan tinggi, tanjakan curam, dan tikungan rumit menjadikannya tempat yang ideal untuk menguji ketangguhan mobil dan perangkat lunak.

Dalam uji otonom tersebut, YU7 GT berhasil menyelesaikan satu putaran dalam waktu 10 menit 29,483 detik, tanpa pengemudi di belakang kemudi. Xiaomi menyatakan bahwa mobil tersebut hanya mengandalkan sistem mengemudi otomatisnya untuk menyelesaikan lintasan.

Meskipun impresif, waktu putaran otonom ini lebih lambat dibandingkan saat mobil dikendarai oleh manusia. Xiaomi mencatat, putaran otonom tersebut lebih lambat 3 menit 7 detik dari putaran yang dikendarai oleh pembalap profesional. Hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kontrol perangkat lunak dengan kemampuan pengemudi manusia saat berada di batas performa mobil.

Meski demikian, uji coba ini memberikan titik awal yang terukur bagi peningkatan performa otonom di masa depan. Data yang dikumpulkan dari lintasan akan menjadi fondasi berharga untuk mengembangkan algoritma mengemudi yang lebih canggih dan aman.

Platform EV Tegangan Tinggi dengan Lebih dari 1.000 Tenaga Kuda

YU7 GT menggunakan sistem kelistrikan silikon karbida 897-volt dan baterai lithium ternary 101,7 kWh. Xiaomi merancang konfigurasi ini untuk menjaga performa tetap optimal selama penggerakan keras yang berulang, seperti di lintasan balap, di mana powertrain listrik didorong hingga batasnya.

Tenaga mobil berasal dari Super Motor V8s EVO milik Xiaomi, yang dirancang untuk beroperasi secara efisien dan mempertahankan daya yang stabil. Sistem ini juga dilengkapi fitur pendinginan untuk mengelola panas selama akselerasi cepat, pengereman, dan tikungan tajam.

Sistem propulsi YU7 GT mampu menghasilkan daya hingga 738 kilowatt, atau setara dengan 1.003 tenaga kuda. Xiaomi mengklaim SUV ini dapat melesat dari 0 hingga 62 mph (0-100 km/jam) dalam 2,92 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 186 mph (sekitar 299 km/jam).

Para insinyur juga memastikan baterai tetap tahan lama dalam penggunaan berat. Sistem pendingin membantu mengontrol perubahan suhu selama penggunaan energi yang cepat dan menjaga arus tetap stabil di seluruh sel baterai.

Pengisian Cepat dan Jarak Tempuh Jauh

Selain performa tinggi, Xiaomi juga membekali YU7 GT dengan sistem pengisian daya bertegangan tinggi untuk memangkas waktu pengisian. Menurut perusahaan, kendaraan ini dapat menambah jarak tempuh hingga 354 mil (sekitar 570 km) hanya dalam 15 menit, jika kondisi pengisian mendukung.

Pendekatan pengisian ini dirancang untuk mengatasi masalah umum pada EV berperforma tinggi, di mana pengisian cepat dan penggunaan daya yang konstan dapat menghasilkan banyak panas. YU7 GT memiliki jarak tempuh CLTC bersertifikat sejauh 438 mil (sekitar 705 km) dalam sekali pengisian penuh, sehingga mampu menempuh jarak jauh sambil tetap menawarkan performa lintasan yang kuat.

Data Penjualan Tunjukkan Perlambatan Permintaan Pasca Peluncuran

YU7 GT diluncurkan di China dengan harga mulai dari 389.900 yuan, atau sekitar $57.600. Varian termewahnya dibanderol 429.900 yuan, atau sekitar $63.500.

Menurut China EV DataTracker, Xiaomi mengirimkan 8.736 unit YU7 GT pada Mei 2026. Angka ini turun 11,5 persen dibandingkan 9.876 unit yang dikirimkan pada April 2026. Penurunan ini terjadi setelah penjualan yang jauh lebih tinggi di awal siklus produk, dengan 37.869 unit pada Januari 2026 dan 39.089 unit pada Desember 2025.

Meskipun penjualan melambat, pencapaian Xiaomi di Nürburgring menunjukkan ambisi perusahaan yang lebih besar dari sekadar menjual mobil. Dengan menguji perangkat lunak mengemudi otonom di salah satu lintasan tersulit, Xiaomi sedang mengevaluasi bagaimana sistem masa depan dapat menangani tantangan dunia nyata dan berupaya meningkatkan performa serta keselamatan.

Pencapaian ini juga menjadi sinyal kuat bagi para kompetitor di industri mobil listrik global. Xiaomi tidak hanya ingin menjadi pemain di pasar otomotif, tetapi juga inovator dalam teknologi kendaraan otonom. Langkah ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan teknologi besar, seperti yang terlihat dalam berita teknologi terbaru, terus mendorong batas inovasi di berbagai sektor.

Ke depan, data yang dikumpulkan dari uji coba Nürburgring akan menjadi aset berharga bagi Xiaomi untuk mengembangkan sistem otonom yang lebih andal dan responsif. Ini adalah langkah awal yang penting dalam perjalanan panjang menuju mobil yang sepenuhnya dapat mengemudi sendiri, dan Xiaomi telah menunjukkan bahwa mereka serius untuk memimpin dalam perlombaan ini.

Komentar

Belum ada komentar.