Telset.id ā Xiaomi resmi meluncurkan sub-merek baru bernama SkyNomad yang fokus pada kendaraan listrik extended-range (EREV), sebuah langkah strategis untuk menantang dominasi Li Auto di pasar SUV premium China. Langkah ini diambil setelah kesuksesan Xiaomi SU7 dan YU7, di mana SU7 berhasil mengalahkan penjualan Tesla Model 3 di pasar domestik.
SkyNomad akan menjadi entitas yang terpisah dari Xiaomi Auto yang selama ini memproduksi kendaraan listrik murni (BEV). Dengan hadirnya SkyNomad, Xiaomi melihat celah pasar untuk kendaraan EREV, di mana mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai saat kendaraan bergerak.
Meskipun teknologi EREV masih dalam tahap awal di Eropa, dengan hanya Leapmotor C10 REEV dan Mazda MX-30 R-EV yang dijual di beberapa pasar, teknologi ini telah sukses secara penjualan di sebagian besar wilayah China. Li Auto menjadi pemimpin pasar saat ini dengan enam model yang menawarkan kombinasi mesin pembakaran dan paket baterai, sementara AITO, Deepal, Avatar, dan Leapmotor juga menawarkan solusi serupa.
Berbeda dengan hybrid plug-in tradisional yang menggunakan mesin bensin untuk menggerakkan roda atau mengisi baterai, EREV hanya mengandalkan powertrain listrik penuh untuk propulsi, dengan mesin pembakaran berfungsi sebagai generator untuk mengisi baterai.
Menurut Car News China, merek SkyNomad akan menawarkan dua model, yaitu N70 dan N90. N90 hadir sebagai SUV full-size tiga baris dengan kursi depan berputar, interior kulit premium, dan edisi N90 Max Camping yang dilengkapi atap pop-up dan side awning built-in untuk kegiatan camping mewah.
SkyNomad juga menjual konsep modularitas, di mana kabin dapat berubah menjadi studio untuk satu orang, kafe untuk dua orang, ruang rapat untuk tiga orang, atau area bermain untuk seluruh keluarga.

Di bagian mesin, N90 menggunakan mesin bensin 1.5 liter dari Harbin Dongang, anak perusahaan Changan. Mesin ini mengirimkan daya ke paket baterai NMC terner 76 kWh, sementara sepasang motor listrik menghasilkan tenaga 310 kW (416 hp).
Baca Juga:
**Analisis: Ukuran yang Sangat Besar**
Keputusan Xiaomi untuk meluncurkan merek EREV, SkyNomad, merupakan langkah yang jelas untuk menantang pemimpin pasar Li Auto, yang mengalami penurunan penjualan 74% year-over-year dalam empat bulan pertama tahun 2026, menurut Electrek. Kehadiran EREV di lini Xiaomi tentu akan membantu meningkatkan penjualan di China.
Namun, sulit untuk mengabaikan fakta bahwa N90 berukuran sangat besar. Kendaraan ini memiliki panjang lebih dari lima meter dan berat 3.361 kg, yang membuat tenaga 416 hp terasa kurang bertenaga. Car News China mengatakan N90 dapat menempuh jarak sekitar 230 mil sebelum baterai habis, setelah itu mesin 1.5 liter akan diaktifkan. Total jangkauan mencapai lebih dari 1.500 km atau sekitar 930 mil.
Menarik juga untuk dicatat bahwa Xiaomi, perusahaan yang sukses besar dengan kendaraan listrik murni, kini beralih kembali ke bahan bakar fosil. Semua publikasi dari China menunjukkan bahwa jaringan pengisian daya publik EV di negara tersebut lebih cepat dan lebih luas dibandingkan sebagian besar pasar lain. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa pasar membutuhkan range extender besar dan berat seperti ini.
Untuk informasi lebih lanjut tentang strategi Xiaomi di pasar otomotif, kamu bisa membaca artikel tentang Xiaomi Sky Nomad dan Xiaomi Phone Tidak Dilarang di AS.





Komentar
Belum ada komentar.