Telset.id – Peugeot E-5008 hadir sebagai SUV listrik 7-seater yang menjanjikan solusi mobilitas bagi keluarga besar, namun hasil uji realistis menunjukkan jarak tempuh sesungguhnya jauh dari klaim pabrikan. Mobil ini dirancang untuk mengisi celah pasar kendaraan listrik (EV) keluarga di Inggris yang sangat terbatas, dengan harga mulai dari €47.000 atau sekitar Rp 840 jutaan.
Peugeot melihat peluang pasar dan memutuskan untuk mengelektriki SUV besar terlarisnya. Hasilnya adalah Peugeot E-5008 2026. Di atas kertas, kendaraan ini menawarkan tujuh kursi, jarak tempuh lebih dari 300 mil (483 km), desain modern, serta perlengkapan yang memadai. Dengan opsi pembiayaan mulai dari €616 per bulan, banyak keluarga pun tergiur untuk membelinya.
Untuk mengetahui apakah janji-janji tersebut terpenuhi, seorang jurnalis menyewa E-5008 210 selama beberapa hari dan melakukan perjalanan akhir pekan ke Skotlandia. Varian 210 ini hadir dengan satu motor listrik bertenaga 210 tenaga kuda (hp) dan baterai 73 kWh, yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 499 km.
## Desain Eksterior dan Interior yang Memikat
Dari segi tampilan, Peugeot E-5008 berhasil mencuri perhatian. Bagian depan yang tinggi, lampu utama LED sempit yang tajam, serta cladding hitam mengilap di sekeliling mobil membuatnya terlihat kokoh dan bertenaga. Jendela yang sempit membuat garis atap terlihat lebih rendah, memberikan kesan agresif dan cepat meskipun sedang terparkir. Tidak ada keraguan bahwa Peugeot unggul dalam urusan desain.
Saat masuk ke dalam kabin, Anda akan disambut dengan desain interior modern Peugeot terkini: garis-garis yang elegan, kain pintar, dan banyak layar yang sedikit membingungkan. Setir mobilnya sangat kecil, duduk di pangkuan pengemudi, jauh di bawah layar panoramik 24 inci, membuat Anda merasa seperti sedang bermain game simulator.
Layar tersebut terbagi menjadi kluster instrumen interaktif dan sistem hiburan. Grafisnya mudah dipahami, namun transisi antar tema terasa tidak perlu dan seperti mencoba menggamifikasi dasbor. Di bawah layar utama, terdapat solusi paling tidak biasa dari pabrikan Prancis: layar lain dengan tombol interaktif (i-Toggles) yang berfungsi sebagai pintasan menu.
Sayangnya, sistem ini dinilai tidak berguna. Saat melewati jalan bergelombang di Skotlandia, mencoba menyesuaikan ventilasi menggunakan i-Toggles dan kemudian menusuk layar utama di tempat yang tepat untuk menurunkan suhu hampir menyebabkan kecelakaan. Baik Apple CarPlay maupun Android Auto tersedia, namun kegunaannya kurang memuaskan, terutama untuk Android.
Kualitas material interior juga menjadi catatan. Dasbor dan panel pintu dilapisi kain “Rispy” yang terlihat bagus di foto, namun terasa seperti plastik keras yang dibungkus kain tipis saat disentuh. Peugeot mendapat nilai tinggi untuk desain, tetapi nol untuk eksekusi.
## Kenyamanan Kabin dan Ruang Kargo yang Luas
Meskipun ada kebingungan pada sistem kontrol, tidak ada keraguan soal kenyamanan. E-5008 memiliki ruang yang sangat luas untuk semua penumpang. Joknya empuk dan nyaman, namun tetap memberikan dukungan yang baik. Bangku tengah cukup besar untuk tiga orang dewasa dan bisa digeser maju mundur untuk memberikan lebih banyak ruang bagi penumpang di baris ketiga.
Dua anak di baris ketiga akan baik-baik saja, tetapi memaksa dua orang dewasa duduk di sana untuk waktu yang lama bisa menguji hubungan keluarga. Dengan semua tujuh kursi terisi, ruang bagasi terbatas hingga 348 liter. Namun, jika kursi belakang dilipat, ruang bagasi membengkak menjadi 916 liter. Bahkan, jika semua kursi belakang dilipat, tersedia ruang kargo seluas 2.232 liter.
## Performa dan Kenyamanan Berkendara
Saat melaju, E-5008 adalah SUV yang sangat stabil. Mobil ini tidak banyak oleng di tikungan, dan meskipun hanya memiliki satu motor listrik untuk membawa hampir 2,5 ton dengan 4 orang di dalamnya, akselerasinya tidak terasa lambat. Bahkan, mobil ini terasa cukup cepat, membuat proses menyalip menjadi mudah.
Kabinnya juga sangat senyap. Peugeot jelas menghabiskan banyak waktu di terowongan angin. Kebisingan ban dan kenyamanan berkendara juga sangat baik untuk velg 19 inci. Secara keseluruhan, mobil ini adalah kendaraan jelajah yang sangat nyaman, khas gaya Prancis.
## Masalah Utama: Jarak Tempuh Realistis Jauh dari Klaim
Kenyamanan yang ditawarkan menunjukkan bahwa mobil ini seharusnya menjadi kendaraan jarak jauh yang hebat, namun di sinilah masalah utamanya. Peugeot mengklaim jarak tempuh maksimum 499 km untuk baterai 73 kWh, namun klaim ini dinilai sangat optimistis.
Selama tiga hari pengujian, jurnalis tidak pernah mendapatkan jarak tempuh lebih dari 370 km. Itu pun saat berkendara di jalan A dan B di Skotlandia, tidak pernah melebihi 80 km/jam, tanpa menyalakan AC, dengan akselerasi lembut, dan hanya membawa empat orang tanpa muatan. Bayangkan jika membawa tujuh orang dan bagasi penuh, jarak tempuh mungkin hanya sekitar 322 km.
Situasi menjadi lebih buruk saat berkendara di jalan tol. Dalam satu pengujian, jarak tempuh yang terindikasi turun drastis dari 563 km menjadi 418 km dalam 15 menit pertama, dan terus turun 3,2 km untuk setiap mil yang ditempuh. Setelah menempuh kurang dari 64 km, hanya tersisa sekitar 161 km jarak tempuh dan baterai di bawah 70%. Ini adalah pertama kalinya penguji mengalami kecemasan jarak tempuh (range anxiety).
Pengisian daya di stasiun pengisian cepat (DC charger) juga menjadi masalah. Dengan tarif €1,06 per kWh, biaya untuk mengisi 25 kWh energi setelah menempuh 61 km mencapai £22,50. Dengan harga bensin saat itu, jumlah yang sama bisa digunakan untuk membeli 15 liter bensin yang memberikan jarak tempuh setidaknya 193 km pada 5008 hybrid.
Masalah lainnya adalah kurva pengisian daya. Saat tiba di DC charger dengan sisa baterai di bawah 70%, “jendela optimal” pengisian 30-80% sudah tertutup. Setelah 50 menit, SUV hanya menambah 15% baterai saja.
## Kesimpulan: Untuk Siapa Peugeot E-5008?
Dengan semua temuan ini, untuk siapa Peugeot E-5008? Jawabannya mudah: mobil ini adalah SUV listrik yang sempurna, meskipun agak mahal, untuk keluarga besar yang tidak bepergian jauh dari area perkotaan. Mengemudi di kota mungkin tidak mudah karena ukurannya, tetapi jarak tempuhnya akan tetap di atas 322 km.
Memilih model dengan baterai 98 kWh yang lebih besar dapat mengatasi masalah jarak tempuh, tetapi harganya lebih mahal. Varian dual-motor tidak tersedia di Inggris dan menggunakan baterai 73 kWh dengan klaim jarak tempuh 460 km, namun jarak realistis diperkirakan hanya sekitar 322 km.
Kesimpulannya, Peugeot E-5008 adalah penawaran yang sangat membingungkan. Mobil ini besar, nyaman, senyap, dan cukup cepat, tetapi gagal memenuhi janji jarak jauhnya. Mencoba memanfaatkan pengisian cepat berarti tidak pernah menguras baterai di bawah 30% dan tidak pernah mengisi daya di atas 80%. Hal ini menyisakan 50% kapasitas yang dapat digunakan, menghasilkan jarak tempuh realistis tidak lebih dari 129 km di kecepatan jalan tol. Perjalanan 8 jam ke Skotlandia bisa berubah menjadi misi mustahil 12 jam.
Meskipun demikian, E-5008 masuk akal bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan tidak pernah bepergian terlalu jauh. Mobil ini juga merupakan kendaraan keluarga yang sangat baik bagi mereka yang tinggal di daerah pedesaan, selama mereka bisa mengisi daya di rumah dan tidak bepergian lebih dari 161 km dalam satu arah.
Bagi Anda yang mencari mobil keluarga listrik dengan jarak tempuh harian yang terbatas, SUV ini bisa menjadi pilihan. Namun, jika perjalanan jauh sering dilakukan, pertimbangkan opsi lain. Sebagai perbandingan, Anda bisa melihat Ford Pickup Listrik yang akan datang atau BMW iX5 sebagai alternatif SUV listrik premium.





Komentar
Belum ada komentar.