📑 Daftar Isi

Xiaomi Rilis Chip 3nm Xring D100 untuk Mobil Listrik, Meluncur 2027

Xiaomi Rilis Chip 3nm Xring D100 untuk Mobil Listrik, Meluncur 2027

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Xiaomi mengonfirmasi bahwa chip kecerdasan buatan (AI) untuk kendaraan bermesin listrik buatan sendiri, Xring D100, telah melewati tahap validasi penuh dan siap digunakan pada kendaraan komersial pada 2027. Chip berfabrikasi 3-nm ini menjadi chip AI mengemudi cerdas pertama buatan dalam negeri China.

Keputusan Xiaomi untuk merancang chip sendiri menandai pergeseran strategi besar. Sebelumnya, para produsen mobil listrik cenderung membeli prosesor siap pakai dari Nvidia, seperti Orin dan Thor. Namun, Xiaomi memilih jalur berbeda dengan mengembangkan silikon khusus yang dirancang untuk menyatu dengan perangkat lunak miliknya sendiri. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok pihak ketiga yang dianggap sebagai hambatan taktis di pasar kendaraan listrik China yang sangat kompetitif.

Xring D100 memiliki spesifikasi yang mengesankan. Chip ini dibekali CPU 20-inti dan unit pemrosesan saraf (NPU) 16-inti. Dukungan memori terpadu hingga 160 GB memungkinkan chip ini menjalankan model AI besar berparameter 200 miliar secara lokal di dalam mobil. Dengan begitu, pengambilan keputusan saat berkendara di kecepatan jalan tol tidak lagi bergantung pada koneksi cloud yang lambat.

Persaingan Ketat di Industri Chip Otomotif

Langkah Xiaomi ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah produsen mobil China lainnya telah lebih dulu mengembangkan chip otonom buatan sendiri. Nio telah memasang prosesor Shenji NX9031 buatannya yang berfabrikasi 5-nm ke lebih dari 300.000 mobil produksi di merek Nio dan Onvo, dengan kemampuan komputasi lebih dari 1.000 TOPS per chip.

Li Auto juga tengah memasang chip Mach M100 berfabrikasi 5-nm dengan kemampuan 1.280 TOPS di lini SUV keluarga mereka. XPeng telah menerapkan arsitektur Turing ke mobilnya sendiri dan berbagi perangkat keras dengan Volkswagen. Bahkan BYD baru-baru ini meluncurkan chip Xuanji A3 berfabrikasi 4-nm yang menghubungkan tiga prosesor untuk menghasilkan lebih dari 2.100 TOPS.

Dengan langsung melompat ke proses 3-nm, Xiaomi menunjukkan ambisi besar. Meski demikian, perusahaan masih merahasiakan angka TOPS pasti dari Xring D100. Chip 3nm ini menjadi lompatan signifikan dibandingkan para pesaingnya yang masih menggunakan fabrikasi 4-nm atau 5-nm.

Investasi Besar untuk Semikonduktor Mandiri

Pengembangan chip dari nol adalah usaha yang sangat mahal. Xiaomi telah mengalokasikan lebih dari RMB 21 miliar (sekitar €2,65 miliar) untuk inisiatif semikonduktor yang dirombak ulang. Perusahaan juga menerjunkan hampir 3.000 insinyur khusus untuk proyek ini.

Investasi ini sudah terlihat dampaknya pada laporan keuangan. Divisi kendaraan listrik dan AI Xiaomi mencatat kerugian operasional sebesar RMB 2,6 miliar pada kuartal kedua saja. Kerugian ini dipengaruhi oleh pengeluaran AI yang besar, biaya bahan baku yang meningkat, dan skala produksi awal.

Sebelum dipasang di kendaraan produksi, Xiaomi mendemonstrasikan D100 di dalam rig desktop teknik bernama AI Cube Prototype. Setup ini memasangkan D100 dengan prosesor seluler Xring O3 yang ditujukan untuk Xiaomi 18 Fold dan akselerator AI O100. Rig ini mampu beralih antara model berparameter 120 miliar dan model berparameter 3 miliar. Tujuan akhirnya adalah menciptakan ekosistem perangkat lunak terpadu yang menghubungkan perangkat saku, ruang keluarga, dan sistem digital mobil.

Untuk memahami mengapa kekuatan komputasi ini penting, kita bisa melihat mesin yang sedang dibangun Xiaomi. Sedan listrik standar SU7 memiliki panjang 4.997 mm, lebar 1.963 mm, dengan jarak sumbu roda 3.000 mm. Ukuran ini sedikit lebih panjang dari Porsche Taycan yang mencapai 4.963 mm dan hanya sedikit lebih pendek dari Tesla Model S yang mencapai 5.022 mm.

Dalam varian SU7 Ultra yang berfokus pada lintasan dengan harga sekitar €70.000, mobil bermotor tiga ini memiliki tenaga lebih dari 1.500 horsepower dan bobot 2.360 kg. Mengemudikan mobil listrik berperforma tinggi melalui lalu lintas perkotaan yang padat sambil memproses puluhan aliran kamera resolusi tinggi membutuhkan refleks digital yang serius dan tanpa kompromi.

Jika Xiaomi berhasil memasang D100 di mobil produksi pada 2027 dan memproduksi cukup banyak kendaraan untuk mengamortisasi pengeluaran riset dan pengembangan yang besar, perusahaan akan membangun benteng teknologi yang kuat. Teknologi 3nm ini menunjukkan bahwa performa tinggi tidak lagi hanya ditempa dari baja dan serat karbon, tetapi kini diukir langsung ke dalam silikon.

Keputusan Xiaomi untuk mengembangkan chip buatan sendiri sejalan dengan tren yang lebih luas di industri otomotif China. Ketergantungan pada silikon pihak ketiga kini dipandang sebagai hambatan taktis di pasar yang sangat kompetitif. Dengan merancang silikon secara internal, produsen mobil dapat memadukan perangkat lunak proprietary dengan perangkat keras secara erat, mengurangi latensi, dan memangkas biaya produksi dalam jangka panjang.

Langkah Xiaomi ini menjadi bukti bahwa medan persaingan kendaraan listrik telah bergeser dari ruang bakar ke ruang bersih. Dominasi kini ditentukan dalam hitungan nanometer dan kapasitas memori. Xiaomi, yang sebelumnya dikenal sebagai raksasa ponsel pintar, kini menunjukkan keseriusannya untuk menjadi pemain utama di industri otomotif dengan teknologi semikonduktor mutakhir.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.