Telset.id – Seorang peneliti keamanan siber berhasil mengelabui kamera pengawas otomatis Flock menggunakan pola khusus pada wrap mobil. Bill Swearingen mendemonstrasikan teknik ini pada konferensi Def Con di Las Vegas, menunjukkan bahwa mobil yang dilapisi pola tersebut tidak terdeteksi sebagai kendaraan oleh sistem pengenalan plat nomor otomatis.
Metode ini muncul di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap keberadaan kamera pengawas Flock di berbagai kota di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut telah kehilangan puluhan kontrak dengan kota-kota di AS akibat menurunnya dukungan masyarakat terhadap pemasangan alat pemindai plat nomor yang tersebar luas.
Swearingen mengembangkan pola khusus yang dihasilkan oleh model pembelajaran penguatan (reinforcement learning). Model ini dilatih untuk menghasilkan pola yang mampu mengelabui algoritma deteksi objek. Hasilnya, pola tersebut berhasil membingungkan seluruh 11 algoritma deteksi sumber terbuka yang diuji, termasuk kamera pembaca plat nomor Flock dan kamera tubuh Axon yang digunakan oleh departemen kepolisian.
Pengujian Publik Pertama di Def Con
Dalam demonstrasi publik pertamanya, Swearingen menggunakan Toyota Yaris tahun 2009 yang dilapisi vinyl bermotifkan logo media otomotif Donut Media. Meskipun terlihat kacau, mobil tersebut tetap terlihat seperti kendaraan penumpang kecil bagi mata manusia. Namun, sistem deteksi otomatis gagal mengenalinya sebagai mobil.
“Kami membuktikan bahwa ini efektif,” ujar Swearingen kepada TechCrunch. Ia menambahkan bahwa privasi adalah hak fundamental dan tujuannya adalah memberi cara bagi masyarakat untuk “memilih keluar dari pelacakan”.
Proyek ini diberi nama noRecognition, yang memungkinkan orang menghindari deteksi otomatis dan pengawasan algoritmik yang digunakan di AS dan negara lain. Swearingen juga telah mengembangkan kaos dan hoodie dengan pola pembongkar deteksi algoritmik sebagai bagian dari kampanye crowdsourcing-nya.
Meningkatnya Perlawanan Publik terhadap Flock
Kepercayaan publik terhadap Flock semakin menurun. Warga di berbagai kota mulai merusak kamera pengawas tersebut dengan berbagai cara kreatif, mulai dari memotong tiang kamera hingga membutakannya. Perusahaan ini bahkan sempat menyusun rencana untuk menggunakan dasbor kamera yang terpasang pada mobil pengemudi Uber dan Lyft untuk memata-matai kendaraan lain, seperti yang dilaporkan 404 Media.
Upaya Swearingen merupakan bagian dari tren yang lebih luas di mana perusahaan-perusahaan menawarkan pakaian dengan “pola adversarial” yang mengeksploitasi kelemahan sistem visi komputer. Pola-pola ini dirancang untuk mengelabui algoritma pengenalan objek yang digunakan dalam berbagai sistem pengawasan.
Swearingen berharap dapat segera menjual kulit mobil utuh dengan pola cetak tersebut. Ia juga telah meluncurkan kampanye noRecognition untuk menggalang dukungan publik dalam pengembangan teknologi ini.
Keberhasilan pengujian di Def Con menandai langkah penting dalam upaya melawan pengawasan otomatis yang semakin masif. Dengan semakin banyaknya orang yang mencari cara untuk menggagalkan teknologi pengawasan, inovasi seperti pola anti-deteksi ini menjadi semakin relevan.

Satu hal yang jelas: seiring meningkatnya kemarahan atas kehadiran Flock yang masif di berbagai wilayah AS, masyarakat mencari cara apa pun untuk menggagalkan teknologi tersebut, terutama jika hasilnya terlihat keren.





Komentar
Belum ada komentar.