📑 Daftar Isi

Armada robotaxi listrik Waymo generasi terbaru di jalanan kota

Waymo Kumpulkan 8.300 Tiket Parkir di San Francisco Sepanjang 2025-2026

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Waymo mengumpulkan 8.309 tiket parkir di San Francisco sejak Januari 2025 hingga pertengahan Juli 2026
  • Total denda mencapai USD 957.008 atau hampir USD 1 juta
  • Lonjakan signifikan dari 589 tiket (USD 65.065) di 2024 menjadi rata-rata 100+ tiket per pekan
  • Pelanggaran terbanyak: parkir di area bus (2.038 tiket), zona terlarang, menghambat lalu lintas, parkir ganda, blokir jalur sepeda
  • Tiga lokasi dominan: 85 North Point Street (577 tiket), 150 Beach Street (369), Drumm Street (288)
  • Waymo operasikan 1.200+ kendaraan di Bay Area dan ekspansi ke 18 county California
  • Perusahaan membayar denda seperti pengemudi lain dan bekerja sama dengan SFMTA Fleet Program

Telset.id – Waymo, perusahaan robotaxi milik Alphabet, telah mengumpulkan lebih dari 8.300 tiket parkir di San Francisco sejak awal 2025, dengan total denda mendekati USD 1 juta atau sekitar Rp 15 miliar. Jumlah pelanggaran ini melonjak drastis seiring ekspansi armada kendaraan otonom mereka di kota tersebut.

Data dari catatan parkir San Francisco yang diperoleh Gazetteer menunjukkan periode Januari 2025 hingga pertengahan Juli 2026 mencatat 8.309 tiket dengan total denda USD 957.008. Angka ini kontras dengan tahun 2024, di mana Waymo hanya menerima 589 tiket senilai USD 65.065. Kini perusahaan membayar jumlah tersebut hampir setiap bulan, dengan rata-rata lebih dari 100 tiket per pekan.

Rinciannya, Waymo menerima 4.178 tiket sepanjang 2025, kemudian 4.131 tiket tambahan hanya dalam enam setengah bulan pertama 2026. Lonjakan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan operasional perusahaan di kawasan Teluk San Francisco.

Lokasi Pelanggaran yang Paling Sering

Pelanggaran paling umum adalah parkir di area khusus bus dan kendaraan tertentu dengan 2.038 tiket. Disusul parkir di zona terlarang, menghambat lalu lintas, parkir ganda, dan memblokir jalur sepeda. Pola pelanggaran ini mencerminkan masalah umum kepadatan perkotaan.

Menariknya, sejumlah alamat menyumbang porsi besar dari total tiket. Satu lokasi di 85 North Point Street dekat Fisherman’s Wharf mencatat 577 pelanggaran, sementara 150 Beach Street menerima 369 tiket, dan Drumm Street di kawasan Financial District mengumpulkan 288 tiket. Konsentrasi pelanggaran di titik-titik tertentu mengindikasikan pola pengambilan dan penurunan penumpang yang bermasalah di area dengan lalu lintas pejalan kaki tinggi dan ruang parkir legal yang terbatas.

Waymo mengaku membayar tiket tersebut seperti pengemudi lain dan bekerja sama dengan program Fleet SFMTA. “Waymo Driver terus belajar dari setiap mil perjalanan, dan kami terus berupaya meningkatkan performa,” demikian pernyataan resmi perusahaan.

Waymo new Ojai electric robotaxis

Biaya Skala, Bukan Masalah Keselamatan

Peneliti keselamatan Phil Koopman menilai denda ini tidak signifikan bagi Waymo. “Jumlah uang untuk satu tiket tidak berarti apa-apa bagi Waymo,” ujarnya. Hampir USD 1 juta memang terdengar besar, tetapi relatif kecil jika dibandingkan valuasi perusahaan yang mencapai puluhan miliar dolar dengan dukungan penuh Alphabet.

Jumlah tiket yang terus meningkat menunjukkan denda belum efektif mengubah perilaku sistem. Waymo saat ini mengoperasikan lebih dari 1.200 kendaraan di kawasan Bay Area. Perusahaan baru saja mendapatkan persetujuan California untuk memperluas layanan robotaxi ke 18 county serta mulai melayani penumpang ke dan dari Bandara SFO pada Januari lalu. Ekspansi ini sejalan dengan rencana ekspansi Waymo ke berbagai kota lain di Amerika Serikat.

Semakin banyak kendaraan melayani penumpang di lebih banyak lokasi berarti semakin besar peluang berhenti di tempat yang tidak seharusnya. Namun, tiket parkir bukanlah insiden kecelakaan dan sebagian besar tidak bersifat kritis terhadap keselamatan. Meski demikian, layanan ride-hailing otonom seharusnya tidak menjadi gangguan bagi pengguna jalan lain.

Publik berkomentar bahwa ini adalah masalah fundamental kendaraan otonom: di mana menyimpan mobil di antara waktu mengantar penumpang? Memutar tanpa tujuan menciptakan masalah lalu lintas, sementara parkir di area populer saat jam sibuk hampir mustahil karena ruang terbatas. Opsi menyewa lahan parkir di lokasi strategis dianggap lebih mahal dibanding membayar denda pelanggaran.

Perdebatan tentang pendekatan pengembangan teknologi otonom juga mencuat, termasuk kritik terhadap kompetitor. Waymo sebelumnya menyebut pendekatan Tesla dalam pengembangan robotaxi keliru arah dan menganggap upaya mencapai otonomi penuh sebagai false summit yang menyesatkan.

Implikasinya, Waymo perlu menyelesaikan masalah pelanggaran parkir ini agar keberadaan robotaxi tidak menjadi gangguan di kota-kota tempat mereka beroperasi. Sistem Waymo Driver seharusnya mampu mengenali area larangan berhenti seperti jalur bus. Kegagalan berulang di lokasi yang sama menunjukkan perlunya perbaikan algoritma penentuan titik jemput dan antar penumpang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.