πŸ“‘ Daftar Isi

Ilustrasi standar baterai solid-state global yang dipimpin China

China Dorong Standar Baterai Solid-State Global, Simak Dampaknya

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • IEC menyetujui proposal China untuk standar internasional baterai solid-state pada 21 Agustus 2026
  • Ambang batas 0,5 persen kehilangan massa menjadi acuan klasifikasi all-solid-state
  • Pajak konsumsi baterai lithium-ion 2 persen mulai September 2026, naik ke 4 persen tahun 2027
  • Baterai solid-state, sodium-ion, dan fuel cell bebas pajak hingga 31 Desember 2028
  • Sunwoda selesaikan jalur produksi sampel 0,2 GWh dengan target 400 Wh/kg
  • EVE Energy konfirmasi prototipe sel 60 Ah untuk aplikasi kendaraan listrik
  • LPSC 80 kali lebih mahal dari elektrolit cair, jadi tantangan biaya utama
  • Komersialisasi massal diproyeksikan sekitar 2030

Telset.id – China resmi memimpin inisiatif standarisasi internasional untuk baterai solid-state kendaraan listrik. International Electrotechnical Commission (IEC) menyetujui proposal yang diajukan China pada 21 Agustus lalu, sebuah langkah yang menegaskan ambisi Negeri Tirai Bambu untuk mendominasi teknologi baterai generasi berikutnya. Proposal ini bertujuan menetapkan parameter pengujian dan aplikasi yang seragam, sekaligus memisahkan baterai yang benar-benar solid-state dari produk semi-solid yang selama ini kerap dipasarkan dengan label serupa.

Keputusan ini bukan sekadar formalitas. Di dalam negeri, China tengah mempercepat pembangunan jalur produksi percontohan baterai solid-state. Beberapa produsen seperti Sunwoda dan EVE Energy telah melaporkan kemajuan signifikan, mulai dari selesainya jalur produksi sampel hingga keluarnya prototipe sel berkapasitas besar. Di sisi lain, pemerintah China juga memperkenalkan aturan pajak konsumsi baru yang memberikan insentif besar bagi pengembangan teknologi ini, dengan pengecualian pajak hingga akhir 2028.

Perkembangan antara 21 Agustus dan 1 September ini menegaskan adanya perbedaan penting antara baterai yang dipasarkan sebagai solid-state dengan sel yang memenuhi klasifikasi all-solid-state. Perbedaan ini menjadi kunci dalam menentukan kebijakan, standar, dan insentif yang berlaku. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang standar internasional yang diusulkan, perubahan kebijakan pajak, serta kemajuan di jalur produksi percontohan yang menjadi indikator kesiapan industri.

Standar IEC dan Aturan Ambang Batas 0,5 Persen

Pada 21 Agustus, IEC menyetujui proposal pimpinan China untuk standar internasional yang mencakup baterai traksi solid-state untuk kendaraan listrik jalan raya. Proposal berjudul Secondary lithium-ion cells for the propulsion of electric road vehicles – Application guide, test items, and conditions for solid-state batteries ini dimaksudkan untuk menetapkan parameter pengujian dan aplikasi yang umum. Inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari pekerjaan standardisasi domestik China yang telah berjalan lebih dulu.

China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan tercatat berpartisipasi dalam kelompok kerja ini. Siklus penyusunan standar diperkirakan memakan waktu 24 hingga 36 bulan, sehingga persetujuan ini menandai dimulainya proses standarisasi internasional, bukan standar final yang telah selesai.

Metodologi yang diusulkan menggunakan ambang batas kehilangan massa sebesar 0,5 persen untuk klasifikasi all-solid-state. Dalam pengujiannya, sebuah sel dikeringkan dalam ruang vakum bersuhu 120 derajat Celcius selama enam jam. Sel yang kehilangan lebih dari 0,5 persen massanya melalui penguapan organik volatil tidak akan memenuhi klasifikasi all-solid-state yang telah ditetapkan.

Prototipe baterai solid-state di jalur perakitan percontohan

Ambang batas ini penting karena beberapa baterai yang dipasarkan sebagai solid-state sebenarnya menggunakan desain semi-solid yang mengandung elektrolit padat dan cair. Contohnya termasuk baterai WeLion yang digunakan oleh Nio dan baterai pemasok QingTao yang digunakan pada IM L6. Standar yang jelas akan membantu membedakan produk yang benar-benar solid-state dari produk semi-solid, sehingga konsumen dan regulator memiliki acuan yang lebih transparan.

Perubahan Pajak Baterai dan Insentif Fiskal

China memberlakukan aturan pajak konsumsi baterai baru pada 1 September. Berdasarkan pemberitahuan yang diterbitkan Kementerian Keuangan dan Administrasi Perpajakan Negara, produk baterai lithium-ion dikenakan pajak konsumsi 2 persen mulai 1 September 2026. Tarif ini dijadwalkan naik menjadi 4 persen mulai 1 September 2027.

Sebaliknya, baterai solid-state, baterai sodium-ion, dan sel bahan bakar dibebaskan dari pajak hingga 31 Desember 2028, sesuai arahan kebijakan bersama. Kebijakan ini memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan bagi pengembang teknologi solid-state di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Namun, perlu dicatat bahwa bukti yang tersedia tidak menunjukkan bagaimana produk semi-solid individual akan diperlakukan tanpa menentukan klasifikasi regulasi yang berlaku. Dengan kata lain, status pajak sebuah produk sangat bergantung pada klasifikasi teknisnya, dan ambang batas 0,5 persen menjadi penentu utama.

Kemajuan di Jalur Produksi Percontohan

Sunwoda Electronic Co., Ltd. mengumumkan bahwa jalur produksi sampel solid-state khusus mereka telah mencapai konektivitas pada bulan Agustus. Fasilitas ini memiliki kapasitas desain tahunan sebesar 0,2 GWh. Sunwoda juga menargetkan 400 Wh/kg untuk kimia solid-state generasi pertama berbasis polimer, dengan uji coba kendaraan ditargetkan pada akhir 2026 dan 2027. Perlu digarisbawahi bahwa angka 400 Wh/kg tersebut masih merupakan target pengembangan, bukan hasil produksi yang terverifikasi.

EVE Energy secara terpisah mengkonfirmasi peluncuran prototipe 60 Ah dari seri baterai solid-state Longquan mereka. Perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa sel yang ditujukan untuk kendaraan listrik ini dapat beroperasi di bawah tekanan tumpukan 5 MPa atau lebih rendah. Pelaporan sel 20 Ah, 40 Ah, dan 60 Ah menunjukkan bahwa pemasok sedang mengembangkan sel solid-state pada kapasitas yang relevan untuk aplikasi otomotif, meskipun kapasitas sel saja tidak menunjukkan kesiapan produksi.

Pengujian penyalahgunaan tingkat sel juga telah menghasilkan data tambahan. Gaoneng Digital melaporkan bahwa sel solid-state 20 Ah tidak mengalami thermal runaway atau api terbuka selama periode observasi 60 menit setelah ditusuk jarum baja 4,0 mm pada kondisi pengisian 100 persen. Greater Bay Technology melaporkan bahwa sel 40 Ah menyelesaikan pengujian penetrasi paku di bawah GB 38031-2025 pada kondisi pengisian 100 persen sambil mempertahankan output 12V yang berkelanjutan.

Penetrasi paku adalah uji penyalahgunaan mekanis terkontrol yang dimaksudkan untuk mensimulasikan korsleting internal. Hasil yang dilaporkan hanya berlaku untuk sel dan kondisi yang diuji dan tidak menetapkan keamanan tingkat paket atau kinerja kecelakaan kendaraan. Meski demikian, hasil ini memberikan sinyal positif tentang ketahanan sel solid-state terhadap kondisi ekstrem.

Tantangan Biaya dan Rekayasa Elektrolit Sulfida

Baterai solid-state sulfida juga menghadapi kesenjangan biaya material yang signifikan. Data patokan industri dari Shanghai Metals Market menilai Li₆PSβ‚…Cl (LPSC), elektrolit padat sulfida anorganik tipe argyrodite, sebesar 4.300 yuan (605 USD) per kilogram pada bulan Agustus. Sebagai perbandingan, harga elektrolit cair di China berada di kisaran 30 hingga 50 yuan per kilogram. Artinya, LPSC lebih dari 80 kali lipat dari ujung atas kisaran elektrolit cair yang disebutkan, dihitung per kilogram.

Biaya bukan satu-satunya masalah rekayasa. Sel solid-state harus mempertahankan kontak yang andal antara komponen padat pada antarmukanya. Tidak seperti elektrolit cair yang dapat membasahi permukaan elektroda, material padat dapat mengembangkan celah kontak saat elektroda mengembang dan menyusut selama operasi. Hal ini menjadikan tekanan mekanis berkelanjutan sebagai bagian penting dari beberapa desain sel solid-state. EVE, misalnya, telah menspesifikasikan pengoperasian sel EV 60 Ah mereka pada tekanan tumpukan hingga 5 MPa.

Jepang memberikan titik referensi lain untuk garis waktu pengembangan industri. Toyota dan Idemitsu Kosan menargetkan komersialisasi baterai all-solid-state untuk kendaraan listrik baterai pada 2027–28, diikuti dengan persiapan produksi massal skala penuh. Garis waktu komersial yang lebih luas tetap lebih panjang daripada aktivitas percontohan saat ini, dengan pelaporan industri China menempatkan penerapan otomotif yang lebih luas sekitar tahun 2030 atau lebih lambat.

Untuk saat ini, perkembangan ini menandai kemajuan di tingkat standar, kebijakan, dan produksi sampel, bukan bukti manufaktur all-solid-state skala besar yang akan segera terjadi. Industri masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam menekan biaya material dan memecahkan tantangan rekayasa antarmuka sebelum teknologi ini siap diproduksi massal untuk kendaraan listrik.

Meski demikian, arah kebijakan China sudah sangat jelas. Dengan memimpin standarisasi internasional dan memberikan insentif pajak, China berupaya memposisikan diri sebagai pemimpin dalam transisi teknologi baterai berikutnya. Produsen baterai global perlu memperhatikan perkembangan ini dengan serius, karena standar yang ditetapkan hari ini akan menentukan lanskap kompetitif industri baterai di masa depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.