Telset.id – Volvo EX60 mencatat jarak tempuh 352 mil dalam sekali pengisian daya pada uji jangkauan Edmunds, melampaui estimasi EPA sebesar 312 mil atau setara 13 persen. Hasil ini muncul dari pengujian varian P10 AWD Ultra bertenaga twin-motor dengan ban 22 inci, yang oleh Volvo disebut sebagai EV dengan pengisian tercepat dan jangkauan terjauh mereka hingga kini.
Angka 352 mil tersebut bukan sekadar klaim pemasaran. Edmunds merancang uji jangkauan dengan komposisi 60 persen berkendara dalam kota dan 40 persen jalan raya, kecepatan rata-rata 40 mph, dengan kendaraan dijaga dalam selisih 5 mph dari batas kecepatan serta pengaturan iklim otomatis pada 72 derajat. Metode ini diklaim lebih mencerminkan pemakaian harian dibanding asumsi EPA yang memakai komposisi 55 persen kota dan 45 persen jalan raya.
Selisih 40 mil di atas angka resmi itu menempatkan EX60 di atas sejumlah pesaing mewah yang menjalani uji serupa. Cadillac Lyriq AWD tercatat 319 mil dan Mercedes-Benz EQS+ 320 SUV menempuh 349 mil. Namun EX60 belum mampu menyalip Mercedes GLC 400 EV yang mencapai 392 mil. Dalam catatan InsideEVs, rival seperti BMW iX3 dan Mercedes-Benz GLC EV memang masih bisa melaju lebih jauh dalam sekali pengisian.
Efisiensi dan Pengisian Daya
Selain jangkauan, efisiensi EX60 juga melampaui perkiraan. Kendaraan ini mencatat 3,5 mil per kWh, lebih baik dari rating EPA sebesar 3,3 mil per kWh. Dari sisi konsumsi energi, Edmunds mencatat 28,8 kWh per 100 mil, di bawah estimasi EPA 30 kWh per 100 mil. Kombinasi angka ini menunjukkan bahwa keunggulan EX60 tidak hanya soal kapasitas baterai, tetapi juga pengelolaan energi saat dikendarai.
Soal pengisian daya, EX60 mengandalkan platform SPA3 dengan pengisian cepat 800V. Varian P10 AWD mampu menambah hingga 165 mil dalam 10 menit, sementara P6 menambah hingga 155 mil. Untuk pengisian dari 10 persen ke 80 persen, kedua varian membutuhkan waktu 16 menit. P6 memuncak pada 320 kW, sedangkan P10 dapat menarik daya hingga 370 kW. Varian P12 yang direncanakan akan membutuhkan 19 menit untuk pengisian 10-80 persen dan diklaim menambah hingga 173 mil dalam 10 menit.
Dari sisi dimensi, EX60 memiliki panjang 189,1 inci, lebar 81,4 inci, dan tinggi 64,4 inci dengan wheelbase 116,9 inci. Ukuran ini menempatkannya sebanding dengan Tesla Model Y. Volvo menyebut EX60 sebagai “game changer” dalam lini kendaraan listrik mereka, dan pengujian independen ini memperkuat posisi itu di tengah pasar SUV listrik menengah yang semakin padat.
Baca Juga:
Harga dan Posisi di Pasar
Di Amerika Serikat, EX60 tersedia dalam dua trim utama, P6 dan P10. P6 memakai paket baterai 83 kWh dengan jangkauan EPA antara 295 hingga 307 mil, sedangkan P10 memakai paket lebih besar 95 kWh dengan jangkauan 312 hingga 330 mil. Harga awal P6 Plus dibanderol 58.400 dolar AS, P6 Ultra 65.000 dolar AS, P10 AWD Plus 60.750 dolar AS, dan P10 AWD Ultra 67.350 dolar AS. Semua angka tersebut belum termasuk biaya pengiriman 1.395 dolar AS. Varian P12 AWD belum memiliki harga resmi, dengan estimasi jangkauan 400 mil.
Catatan harga antarvarian perlu dibaca hati-hati karena keterangan yang beredar berbeda-beda antarvarian dan trim. Yang jelas, lini EX60 dibangun untuk bersaing di segmen SUV listrik menengah premium, bukan segmen entry-level. Posisi harga ini membuat EX60 berhadapan langsung dengan merek Eropa dan Amerika yang sudah mapan di kelasnya.
Konteks bisnisnya tidak bisa diabaikan. Volvo tengah berupaya memulihkan posisi di tengah penurunan penjualan dan persaingan yang memanas dari pabrikan China. EX60 menjadi bagian kunci dari upaya tersebut, dan jangkauan dunia nyata yang solid menjadi pembeda di pasar yang semakin ramai. Tekanan ini juga terlihat dari langkah perusahaan memangkas proyeksi dan menghadapi koreksi penjualan, seperti tergambar dalam proyeksi 2026 yang direvisi.
Di sisi lain, kapasitas produksi menjadi tantangan tersendiri. Distribusi unit ke berbagai pasar masih menjadi persoalan, sebagaimana terlihat pada situasi krisis produksi yang membuat pasar Eropa diprioritaskan. Artinya, performa jangkauan yang mengesankan ini harus diimbangi dengan ketersediaan unit yang memadai agar benar-benar berdampak pada penjualan.
Volvo juga tidak berhenti pada EX60. Pabrikan asal Swedia itu menjalin kerja sama dengan Nvidia untuk mengembangkan kemampuan berkendara otonom, termasuk teknologi Nvidia yang akan diterapkan pada kendaraan mereka. Pengembangan ini menargetkan kemampuan setir otonom level lanjut pada 2030, dengan pendekatan setir otonom Level 2 sebagai tahap yang lebih realistis dalam beberapa tahun ke depan.
Perlu dicatat, hasil uji Edmunds berlangsung di iklim California Selatan yang relatif bersahabat. Kondisi cuaca ringan bukan lingkungan terberat untuk menguji kendaraan listrik. Pengemudi di kota dingin seperti Chicago dan Detroit berpotensi melihat hasil yang jauh berbeda, terutama pada musim dingin. Jangkauan dan efisiensi dunia nyata memang bergantung pada gaya berkendara, kondisi jalan, dan iklim, sehingga angka 352 mil sebaiknya dibaca sebagai indikasi performa dalam kondisi ideal, bukan jaminan universal.
Dari sisi pengalaman berkendara, pengujian InsideEVs menyebut EX60 sebagai Volvo terbaik yang pernah mereka uji dan salah satu SUV listrik menengah terbaik yang dijual saat ini. Antarmuka perangkat lunaknya dinilai jauh lebih matang dibanding SUV berbahan bakar bensin sebanding, sekaligus perbaikan signifikan atas masalah perangkat lunak pada EX90. Bagi Volvo, kombinasi jangkauan riil, efisiensi, dan pengisian cepat ini menjadi modal untuk tetap relevan di pasar yang tidak memberi ruang bagi kendaraan listrik yang hanya unggul di atas kertas.





Komentar
Belum ada komentar.