Telset.id – Volkswagen dan Samsung Electronics resmi menghadirkan fitur Digital Key melalui Samsung Wallet untuk sejumlah mobil listrik Volkswagen di Eropa. Layanan ini memungkinkan pengguna smartphone Galaxy untuk mengunci, membuka, dan menyalakan kendaraan tanpa kunci fisik, dengan dukungan teknologi ultra-wideband (UWB) untuk akses hands-free dan Near Field Communication (NFC) untuk membuka pintu serta menyalakan mesin cukup dengan menempelkan ponsel.
Kemampuan menggunakan smartphone sebagai kunci kendaraan kini menjadi fitur yang hampir esensial. Hampir semua orang membawa ponsel, sementara kunci fisik justru mudah terlupakan. Volkswagen dan Samsung Electronics akhirnya bekerja sama untuk menghadirkan akses Digital Key bagi pengguna smartphone Samsung Galaxy yang kompatibel.
Daftar Model Volkswagen EV yang Didukung
Samsung Wallet memperluas akses Digital Key ke sejumlah model Volkswagen EV, termasuk ID. Polo, ID. Cross, ID.3 Neo, ID.4, ID.5, ID.7, dan ID. Buzz. Fitur ini memungkinkan pengemudi menggunakan smartphone Galaxy untuk mengunci, membuka, dan menyalakan kendaraan tanpa kunci fisik.
Selain itu, pengemudi juga dapat membuka bagasi menggunakan Remote Key Entry. Pengguna bisa memberikan akses Digital Key kepada orang lain melalui Samsung Wallet untuk mendukung beberapa pengemudi atau akses jangka pendek, misalnya untuk petugas parkir atau valet. Informasi pengguna dilindungi oleh “multiple layers of security” dan didukung oleh platform keamanan Samsung Knox.

“Digital Key adalah langkah penting menuju pengalaman kendaraan yang mulus dan terhubung bagi pelanggan kami,” ujar Dr Axel Henrich, senior vice president of concepts & innovation VW Passenger Cars.
Jika pengemudi kehilangan smartphone yang memuat Digital Key, mereka dapat menggunakan Samsung Find untuk mengelola atau menghapusnya dari jarak jauh. Pengguna juga dapat menyimpan kartu kredit dan debit, kartu identitas, boarding pass, dan lainnya langsung di Samsung Wallet.
Ketersediaan dan Negara yang Didukung
Akses Digital Key melalui Samsung Wallet mulai diluncurkan untuk sejumlah Volkswagen EV di Eropa yang menjalankan ID. software 6.0.1. Kendaraan dengan ID. software 6.0.1 diproduksi pada atau setelah 27 April 2026.
Pasar yang didukung saat ini mencakup Albania, Austria, Belgia, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kepulauan Canary, Kroasia, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Britania Raya, Yunani, Hungaria, Islandia, Irlandia, Italia, Latvia, Lituania, Luksemburg, Malta, Montenegro, Belanda, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Volkswagen belum mengonfirmasi apakah akan menawarkan akses Samsung Wallet Digital Key untuk pengemudi di Amerika Serikat. Namun, perusahaan dikabarkan berencana menawarkan fitur car key Apple Wallet pada kendaraan mendatang.
Baca Juga:
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Volkswagen memperluas ekosistem digital untuk kendaraan listriknya. Sebelumnya, Volkswagen juga telah memperkenalkan ID. Polo baterai 37 kWh dengan harga mulai Rp 400 jutaan, serta mengumpulkan 70.000 pemesanan untuk EV murah. Produsen asal Jerman ini juga tengah mengembangkan ID. Era 5X, EV pertama di platform CMP-Xpeng.
Dengan hadirnya fitur Digital Key di Samsung Wallet, pengguna Volkswagen EV di Eropa kini memiliki opsi lebih praktis untuk mengakses kendaraan mereka. Integrasi ini juga memperkuat posisi Samsung sebagai penyedia layanan dompet digital yang mendukung berbagai kebutuhan pengguna, mulai dari pembayaran hingga akses kendaraan.
Bagi pengguna yang sering lupa membawa kunci fisik, fitur ini tentu menjadi solusi yang sangat membantu. Apalagi dengan dukungan UWB yang memungkinkan akses hands-free, pengguna cukup mendekati kendaraan dan pintu akan terbuka otomatis tanpa perlu mengeluarkan ponsel dari saku.
Samsung Knox sebagai platform keamanan juga memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi data pengguna. Jika ponsel hilang, pengguna dapat segera menghapus Digital Key dari jarak jauh melalui Samsung Find, sehingga kendaraan tetap aman.
Ke depan, kemungkinan besar fitur serupa akan semakin meluas ke lebih banyak model dan pasar. Namun, untuk saat ini, pengguna Volkswagen EV di Eropa dengan smartphone Galaxy yang kompatibel sudah bisa menikmati kemudahan ini. Bagi pengguna di Amerika Serikat, masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari Volkswagen mengenai ketersediaan fitur ini.
Integrasi Digital Key ke Samsung Wallet juga menunjukkan tren industri otomotif yang semakin mengarah pada konektivitas penuh dengan perangkat mobile. Fitur ini bukan sekadar gimmick, melainkan kebutuhan nyata di tengah gaya hidup modern yang serba praktis.
Dengan dukungan berbagai metode akses, mulai dari UWB, NFC, hingga Remote Key Entry, Volkswagen memberikan fleksibilitas bagi pengguna untuk memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Fitur berbagi akses juga memudahkan pengelolaan kendaraan untuk penggunaan bersama, baik dalam keluarga maupun untuk keperluan bisnis.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam implementasi fitur ini. Samsung Knox yang sudah terbukti andal di berbagai perangkat Samsung memberikan jaminan perlindungan data yang kuat. Pengguna tidak perlu khawatir data pribadi mereka bocor saat menggunakan fitur Digital Key.
Bagi pasar Indonesia, fitur ini mungkin belum tersedia dalam waktu dekat. Namun, tren integrasi kunci digital dengan smartphone diprediksi akan semakin marak di berbagai merek otomotif. Volkswagen sendiri terus memperluas lini kendaraan listriknya, termasuk rencana menghadirkan model-model baru di berbagai segmen.
Dengan peluncuran bertahap di Eropa, Volkswagen memberikan waktu bagi pengguna untuk beradaptasi dengan teknologi baru ini. Dukungan terhadap ID. software 6.0.1 juga memastikan bahwa hanya kendaraan dengan perangkat lunak terbaru yang dapat menikmati fitur ini, sehingga kualitas dan keamanan tetap terjaga.
Kolaborasi antara Volkswagen dan Samsung ini menjadi contoh bagaimana industri otomotif dan teknologi dapat bersinergi untuk memberikan solusi yang lebih baik bagi konsumen. Ke depannya, kemitraan semacam ini diprediksi akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya kebutuhan akan konektivitas dan kemudahan akses.





Komentar
Belum ada komentar.