📑 Daftar Isi

Mobil Toyota dan BMW mengisi bensin terbarukan Nexa 95 di stasiun pengisian Repsol Spanyol

Toyota dan BMW Uji Bensin Terbarukan di Jalan Raya Spanyol

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Toyota dan BMW uji coba bensin terbarukan Nexa 95 di Spanyol bersama Repsol dan Bosch
  • Target pengurangan emisi karbon lebih dari 70 persen dibanding bensin konvensional
  • Uji coba melibatkan 20 mobil selama enam bulan dengan sistem pelacakan digital Bosch
  • Bensin terbarukan berbeda dari e-fuels, diproduksi dari limbah organik
  • Uni Eropa longgarkan aturan 2035, izinkan kendaraan emisi dengan syarat tertentu
  • Pangsa pasar EV di Eropa capai 23,3 persen, lampaui bensin tradisional
  • Hybrid dan bahan bakar berkelanjutan jadi jembatan transisi menuju EV penuh

Telset.id – Toyota dan BMW memulai uji coba bensin terbarukan di jalan raya Spanyol bersama Repsol dan Bosch, menargetkan pengurangan emisi karbon lebih dari 70 persen. Pengujian ini melibatkan sekitar 20 mobil yang akan beroperasi penuh dengan bahan bakar Nexa 95 selama enam bulan, dimulai bulan ini.

Repsol, perusahaan energi asal Spanyol, mengklaim bahan bakar Nexa 95 yang diproduksi dari bahan baku terbarukan mampu menurunkan emisi karbon dioksida lebih dari 70 persen dibandingkan bensin konvensional. Klaim ini menjadi dasar kolaborasi antara dua raksasa otomotif global tersebut untuk membuktikan efektivitas bahan bakar ramah lingkungan di kondisi dunia nyata.

Bosch, sebagai mitra teknologi, menyediakan sistem pelacakan bahan bakar digital untuk memantau konsumsi dan emisi selama periode uji coba. Spanyol dipilih sebagai lokasi pengujian karena Repsol menjadi satu-satunya pemasok bensin 100 persen terbarukan di stasiun pengisian umum negara tersebut.

Perbedaan dengan Bahan Bakar Sintetis

Bensin terbarukan berbeda dengan e-fuels yang diproduksi menggunakan karbon monoksida atau karbon dioksida yang ditangkap serta hidrogen dari pemecahan air. Repsol menjelaskan bahwa bahan bakar terbarukan dihasilkan dari limbah organik, menjadikannya solusi yang lebih langsung dan ramah lingkungan.

Salah satu keunggulan utama bahan bakar terbarukan adalah siklus karbon netral. Karbon dioksida yang dilepaskan saat pembakaran setara dengan karbon dioksida yang diserap oleh bahan organik selama masa hidupnya. Selain itu, baik bahan bakar terbarukan maupun e-fuels dapat digunakan sebagai pengganti langsung bahan bakar konvensional tanpa modifikasi mesin.

Di kawasan Eropa, bahan bakar ramah lingkungan memainkan peran penting dalam masa depan kendaraan bermesin pembakaran. Uni Eropa sebelumnya memberlakukan larangan bensin pada 2035, namun aturan tersebut sedikit dilonggarkan pada akhir tahun lalu. Kini, produsen mobil masih bisa menjual kendaraan dengan emisi setelah tenggat 2035, asalkan menggunakan baja rendah karbon buatan Uni Eropa atau bahan bakar berkelanjutan.

Dampak Regulasi dan Pasar EV

Aturan baru yang belum berlaku ini menetapkan bahwa produsen mobil harus mengurangi emisi gas buang kendaraan baru sebesar 90 persen dibandingkan level 2021. Artinya, mobil listrik murni tetap memainkan peran utama dalam strategi Uni Eropa.

Data dari European Automobile Manufacturers’ Association menunjukkan pangsa pasar EV melonjak signifikan di kawasan tersebut. Pada Mei lalu, registrasi mobil penumpang baterai listrik mencapai 23,3 persen di UE, EFTA, dan Inggris, melampaui model bensin tradisional. Angka ini naik dari 17,4 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, beberapa pihak industri menilai tidak realistis mengharapkan dominasi penuh EV hingga 2035. Di sinilah hybrid, PHEV, dan bahan bakar berkelanjutan menjadi jembatan transisi yang penting. Produsen mobil Eropa terus meningkatkan upaya elektrifikasi dengan memperkenalkan lebih banyak EV di berbagai titik harga.

Uji coba ini menjadi langkah konkret Toyota dan BMW dalam menjajaki alternatif bahan bakar yang lebih bersih tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin pembakaran. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi solusi bagi pasar yang belum siap beralih penuh ke kendaraan listrik.

Sebelumnya, Toyota masuk lima besar penjual EV di Amerika Serikat dengan pertumbuhan 225 persen, menunjukkan komitmen ganda perusahaan terhadap elektrifikasi dan bahan bakar alternatif. Sementara itu, upaya standarisasi komponen juga terus didorong untuk menghadapi dominasi China di pasar otomotif global.

Hasil uji coba enam bulan ke depan akan menjadi indikator awal apakah bensin terbarukan bisa menjadi solusi massal atau sekadar pelengkap dalam transisi energi otomotif. Yang jelas, pilihan bahan bakar di masa depan tidak lagi tunggal, melainkan kombinasi berbagai teknologi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.