Telset.id β Toyota Motor Corporation resmi membatalkan rencana produksi sedan listrik mewah Lexus generasi berikutnya. Keputusan ini diambil di tengah perubahan permintaan pasar global yang semakin condong ke segmen SUV dan crossover.
Model yang dibatalkan merupakan versi produksi dari konsep Lexus LF-ZC, sebuah sedan listrik ramping yang pertama kali diperkenalkan di Japan Mobility Show 2023. Awalnya, Toyota menargetkan produksi pada tahun ini, namun sempat mundur ke pertengahan 2027. Kini, proyek tersebut benar-benar dihentikan.
Teknologi Gigacasting dan Baterai Solid-State Tetap Dilanjutkan
Meski sedan listrik mewah tersebut batal diproduksi, Toyota tidak meninggalkan begitu saja teknologi canggih yang dikembangkan untuk proyek Lexus LF-ZC. Perusahaan akan terus mengalokasikan sumber daya pada dua teknologi kunci: gigacasting dan baterai solid-state.
Gigacasting menggunakan mesin die-casting aluminium raksasa untuk memproduksi komponen struktural mobil listrik dalam satu bagian utuh. Teknologi ini secara drastis mengurangi kompleksitas manufaktur dan bobot kendaraan. Sementara itu, baterai solid-state menjanjikan jarak tempuh yang lebih jauh dan waktu pengisian daya yang lebih cepat dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Alih-alih menerapkan inovasi tersebut pada sedan rendah, Toyota berencana menggunakannya pada kendaraan yang potensi keuntungannya lebih terjamin. Pola konsumsi menunjukkan pembeli global lebih memilih SUV dan crossover tinggi. Tren ini sangat terlihat di pasar EV premium, di mana posisi duduk yang lebih tinggi dan kepraktisan menjadi nilai jual utama.
Baca Juga:
Penjualan EV Toyota Tumbuh 42 Persen
Keputusan korporasi ini terjadi di tengah pertumbuhan penjualan yang solid untuk divisi plug-in Toyota. Perusahaan berhasil memperluas penjualan global mobil listrik sebesar 42 persen pada tahun 2025, dengan mengirimkan lebih dari 190.000 unit ke seluruh dunia.
Lonjakan penjualan terutama didorong oleh Toyota bZ SUV yang diperbarui, model global dengan harga mulai dari β¬33.004 di Amerika Serikat, serta bZ3X SUV yang lebih murah. bZ3X diluncurkan pada awal 2025 di China dengan harga mulai dari sekitar RMB 109.800.
Toyota bukan satu-satunya produsen mobil yang harus melakukan koreksi di tengah tekanan regulasi dan pasar. Di seluruh industri, merek-merek warisan (legacy brands) menunda pembaruan pabrik, mengecilkan portofolio elektrifikasi, atau bahkan membatalkan platform mobil listrik sama sekali. Honda Motor Company, misalnya, mengubah strategi EV-nya dengan membatalkan jajaran 0 Series EV, yang mengakibatkan kerugian hampir β¬12,8 miliar dalam bentuk penghapusan buku dan biaya keuangan.
Lexus Siapkan Sport Coupe Listrik Pengganti LFA
Meskipun sedan LF-ZC batal, Lexus masih memiliki jalur yang jelas menuju elektrifikasi performa tinggi. Merek mewah ini sedang mengembangkan flagship sports coupe listrik yang dirancang sebagai penerus spiritual dari supercar legendaris LFA bermesin V10.
Model performa tinggi ini akan menjadi saudara bertenaga baterai dari mesin balap bertenaga V8 yang sedang dikembangkan Toyota. Hal ini membuktikan bahwa meskipun SUV yang lebih masuk akal akan mendominasi target volume, perusahaan masih ingin menyuntikkan kegembiraan ke dalam EV masa depannya.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.