Telset.id β Tiger Li-Ion, traktor bagasi listrik dari Waev, menghadirkan efisiensi biaya operasional yang signifikan bagi bandara dengan klaim penghematan bahan bakar hingga US$19.000 per unit setiap tahunnya. Meski tampilannya sederhana, kendaraan penarik bagasi ini merupakan mesin bertenaga besar yang dirancang untuk menarik berton-ton bagasi atau bahkan pesawat dari terminal ke landasan pacu ratusan kali sehari.
Duty cycle kerja yang berat tersebut membutuhkan energi dalam jumlah besar, yang selama ini identik dengan konsumsi bahan bakar diesel dalam volume tinggi. Namun, dengan harga diesel yang terus melonjak secara tidak menentu, energi listrik terbukti jauh lebih murah dan lebih mudah diprediksi. Kondisi inilah yang mendorong Waev, perusahaan induk Tiger, untuk mengklaim bahwa traktor listrik Li-Ion mereka mampu menghemat biaya operasional armada lebih dari US$19.000 per tahun hanya dari bahan bakar, untuk setiap unit traktor.
Selain penghematan biaya, traktor listrik ini juga mengurangi emisi karbon lebih dari 3,5 ton per tahun. Angka ini menjadi krusial bagi bandara yang mengoperasikan puluhan hingga ratusan unit kendaraan sejenis. Dampak lingkungan yang dihasilkan pun berlipat ganda, sejalan dengan target keberlanjutan yang semakin ketat di industri penerbangan.
Kelebihan Biaya Operasional Kendaraan Listrik
Perbandingan biaya antara kendaraan listrik (EV) dan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) di sektor ground support equipment (GSE) menjadi sorotan utama dalam lanskap operasional bandara modern. Waev menegaskan bahwa transisi ke tenaga listrik bukan sekadar tren, melainkan keputusan bisnis yang masuk akal secara finansial dan operasional.
Keith Simon, presiden dan CEO Waev, menyampaikan pernyataan resmi saat peluncuran Tiger Li-Ion pada 2022. βMasa depan GSE adalah listrik,β jelasnya. βListrik masuk akal untuk pekerjaan, untuk keselamatan, dan untuk lingkungan. Seiring bandara dan operator yang memprioritaskan solusi keberlanjutan, karbon-netral, dan net-zero seperti tidak pernah sebelumnya, kami menghadirkan solusi berkinerja tinggi dan terpercaya yang memungkinkan hal ini.β
Komitmen terhadap elektrifikasi ini juga sejalan dengan perkembangan infrastruktur pendukung di berbagai bandara. Sebagai contoh, Bandara Ontario menerima dana sebesar US$4,15 juta untuk membangun infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, sebuah langkah yang mempercepat adopsi EV di lingkungan bandara.
Spesifikasi dan Fitur Keselamatan Tiger Li-Ion
Tiger Li-Ion menawarkan jangkauan hingga 60 mil dari paket baterai 48 kWh. Kapasitas ini dinilai lebih dari cukup untuk menutupi satu hari operasi di semua bandara kecuali yang terbesar dan tersibuk sekalipun. Ketika daya baterai mulai menipis, sistem pengisian daya dirancang agar tetap sederhana dengan memanfaatkan infrastruktur listrik 120V yang sudah ada di fasilitas, atau menggunakan pengisi daya L2 240V 50-amp jika tersedia.
Dari sisi keselamatan, traktor bagasi listrik ini dilengkapi berbagai fitur standar industri, termasuk teknologi anti-rollover yang secara otomatis mengurangi kecepatan saat melewati tikungan tajam. Tersedia pula kontrol kecepatan yang dapat diprogram pada 10, 12, atau 15 mph, serta kunci interlock rem otomatis untuk mencegah akselerasi yang tidak disengaja.
Sensor operator akan memutus daya penggerak jika pengemudi meninggalkan kursi, sementara lampu LED visibilitas tinggi memastikan traktor tetap terlihat dalam kondisi pencahayaan rendah. Fitur-fitur ini menjadikan Tiger Li-Ion sebagai pilihan yang andal untuk operasional bandara yang menuntut standar keselamatan ketat.

Pengoperasian Tiger Li-Ion tidak memerlukan pelatihan khusus dan tidak menuntut perubahan infrastruktur besar dari armada yang sudah ada. Suku cadang standar industri yang umum digunakan memastikan operasional ground support tetap berjalan tanpa keterlambatan pengadaan komponen eksklusif.
Elektrifikasi kendaraan pendukung darat ini menjadi bagian dari gelombang besar transisi energi di sektor transportasi. Investasi serupa juga terjadi di berbagai sektor pendukung, termasuk lonjakan permintaan energi yang membutuhkan perencanaan matang. Namun, untuk GSE, solusi listrik terbukti lebih hemat dan ramah lingkungan.
Dengan klaim penghematan bahan bakar hingga US$19.000 per tahun per unit dan pengurangan emisi karbon lebih dari 3,5 ton per tahun, Tiger Li-Ion menunjukkan bahwa elektrifikasi di sektor ground handling bukan lagi sekadar wacana. Perhitungan ekonomi yang jelas menjadi dasar kuat bagi operator bandara untuk beralih dari armada diesel ke tenaga listrik.
Keputusan Waev untuk menghadirkan solusi listrik berkinerja tinggi di pasar GSE mencerminkan pergeseran paradigma di industri penerbangan. Bandara di seluruh dunia kini menghadapi tekanan untuk mencapai target net-zero, dan kendaraan pendukung darat menjadi salah satu area yang paling cepat memberikan dampak.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.