Telset.id â Tesla memastikan akan menghentikan produksi Cybertruck di Gigafactory Texas sekitar pertengahan 2027, kurang dari empat tahun setelah pengiriman pertamanya. Pengumuman CEO Elon Musk lewat X pada Jumat (6/11/2026) itu langsung diikuti langkah kontroversial: Tesla menaikkan harga jual pikap listrik tersebut hingga 10% di Amerika Serikat dan menutup pemesanan untuk varian termurah. Keputusan ini menjadi penanda berakhirnya salah satu eksperimen desain paling berani sekaligus paling polarizing di industri kendaraan listrik.
Musk menyebut produksi Cybertruck akan âwind downâ atau dikurangi bertahap untuk memberi ruang bagi peningkatan produksi Cybercab. âTesla will be winding down production of the Cybertruck at Gigafactory Texas around the middle of next year to make room for increased Cybercab production,â tulis Musk. Ia tidak menjelaskan lebih jauh soal stok yang masih tersedia, ketersediaan suku cadang, maupun layanan purnajual bagi pemilik yang sudah membeli. Konfirmasi ini melengkapi kabar yang sebelumnya sempat santer dibahas dalam laporan Setop Produksi Cybertruck.
Alasan âmemberi ruangâ itu sendiri menuai sorotan. Giga Texas memiliki luas lantai pabrik lebih dari 10 juta kaki persegi menurut hitungan Tesla sendiri, sementara lini Cybertruck hanya berjalan sekitar seperempat dari kapasitas terpasangnya. Cybercab pun belum berada di volume yang membuatnya berebut ruang dengan model lainâper akhir Oktober tercatat 463 unit Cybercab terdaftar di Texas, dan Tesla membangun lini terpisah untuk proses manufaktur âunboxedâ. Artinya, ruang produksi bukan kendala utama.
Penjualan Hanya Seperdelapan Rencana
Angka penjualan menjelaskan persoalan sebenarnya. Tesla tidak memisahkan data pengiriman Cybertruck, tetapi kategori âOther Modelsâ yang juga mencakup Model S, Model X, dan Semi hanya terkirim 8.295 unit pada kuartal III 2026, turun 48% dibanding periode yang sama tahun lalu dan menjadi yang terendah sejak kuartal II 2021. Dengan produksi Model S dan Model X yang sudah berhenti sejak April, estimasi menempatkan 7.000 hingga 8.000 unit di antaranya adalah Cybertruckâsetara laju sekitar 30.000 truk per tahun.
Padahal lini Cybertruck dirancang untuk kapasitas 250.000 unit per tahun, dan surat pemegang saham terbaru Tesla masih mencantumkan kapasitas terpasang lebih dari 125.000 unit. Artinya, penjualan hanya mencapai sekitar 12% dari rencana awal dan kira-kira seperempat dari kapasitas yang benar-benar terpasang. Data Cox Automotive bahkan lebih suram: 3.519 unit pada kuartal I 2026 dan 3.744 unit pada kuartal II, turun jauh dari 14.416 unit pada kuartal III 2024. Data S&P Global Mobility juga menunjukkan SpaceX membeli 1.279 unit Cybertruck pada kuartal IV 2025, dan total pembelian oleh perusahaan-perusahaan Musk mencapai 1.339 unit atau sekitar 19% dari registrasi di AS pada kuartal tersebut.
Baca Juga:
Berbagai upaya mendongkrak permintaan tak membuahkan hasil. Tesla sempat meluncurkan varian penggerak roda belakang yang lebih murah pada 2025, lalu menariknya beberapa bulan kemudian. Perusahaan juga menghadirkan trim dual-motor yang lebih terjangkau pada musim panas tahun ini, tetapi justru menaikkan harga sebesar 5.000 dolar AS pada Agustus. Varian dual-motor kala itu dimulai dari 74.990 dolar AS. Tak satu pun langkah tersebut mengubah tren penjualan.
Harga Naik Dua Kali dalam Sepuluh Pekan
Di tengah pengumuman penghentian produksi, Tesla justru menaikkan harga. Konfigurator daring perusahaan kini menampilkan Dual Motor AWD seharga 82.490 dolar AS, naik dari 74.990 dolar AS atau bertambah 7.500 dolar AS (10%), namun opsi tersebut sudah tidak bisa dipesan alias berwarna abu-abu. Premium AWD kini dibanderol 92.490 dolar AS, naik dari 84.990 dolar AS, sementara Cyberbeast menjadi 102.490 dolar AS dari sebelumnya 99.990 dolar AS. Catatan: sejumlah laporan menyebut angka awal Premium AWD yang sedikit berbeda, yakni 89.990 dolar AS, sehingga besaran kenaikannya bervariasi antar keterangan.
Ini merupakan kenaikan harga kedua dalam kurang dari tiga bulan. Pada Agustus, Tesla menaikkan harga dua trim sebesar 5.000 dolar AS, dengan Dual Motor melesat dari 69.990 ke 74.990 dolar AS dan Premium AWD dari 79.990 ke 84.990 dolar AS. Jika dijumlahkan, Premium AWD kini 12.500 dolar AS (15,6%) lebih mahal dibanding awal Agustus. Harga masuk untuk Cybertruck yang benar-benar bisa dipesan pun melonjak dari 69.990 ke 92.490 dolar AS, atau naik 32% dalam sekitar 10 pekan. Sebagai perbandingan, saat diperkenalkan pada 2019, Cybertruck dijanjikan mulai dari 39.900 dolar AS.
Pola ini menunjukkan strategi wind-down yang jelas: Tesla tidak lagi berupaya menjual lebih banyak, melainkan memaksimalkan margin dari unit-unit terakhir yang tersisa. Dengan jumlah slot produksi yang terbatas dan pasokan komponen yang ingin dihabiskan, menghentikan trim termurah dan menaikkan harga varian lain adalah langkah logis untuk mengarahkan pembeli ke konfigurasi bermargin lebih tinggi. Sebelumnya, Tesla juga sempat menawarkan dual-motor seharga 59.990 dolar AS pada Februari untuk âhanya 10 hari berikutnyaâ, lalu menariknya. Varian single-motor RWD dihentikan setelah hanya terjual 173 unit.
Sejarah singkat Cybertruck juga mencatat bahwa truk ini tidak dijual di Eropa maupun sebagian besar pasar setir kanan, dan Tesla membatalkan peluncurannya untuk Australia dan Selandia Baru beberapa waktu lalu. Kombinasi harga tinggi, desain polarizing, dan jangkauan pasar yang terbatas membuat perhitungan bisnisnya sulit bertahan. Sebagai konteks industri, Tesla juga tengah menghadapi sorotan regulasi atas fitur berkendara otonomnya, seperti yang tergambar dalam laporan Gugat Pemasaran FSD dan pembatasan FSD di Eropa.
Meski demikian, tidak semua pihak menilai langkah ini sebagai kegagalan murni. Cybertruck tetap diakui membawa inovasi nyata, antara lain steer-by-wire dan arsitektur kelistrikan 48 volt yang belum ada di pikap produksi lain. Namun, membangun lini khusus 250.000 unit untuk truk seharga 75.000 dolar AS lebih yang tidak bisa dijual di banyak pasar besar memang sulit dipertahankan secara ekonomi. Dengan penghentian ini, Tesla tercatat telah menghentikan lebih banyak model daripada yang saat ini dijualnya.
Ke depan, Musk disebut bertaruh besar pada otonomi, dan lini Cybercab menjadi alasan ke depan untuk membungkus kegagalan produk. Tesla pernah melakukan hal serupa saat menghentikan produksi Model S dan Model X untuk memberi ruang bagi Optimus di Fremont. Implikasinya jelas: Cybertruck akan dikenang sebagai kendaraan yang berani secara teknik, tetapi gagal menemukan pembelinya dalam volume yang direncanakan. Bagi konsumen, masa depan pikap listrik Tesla kini bergantung pada seberapa cepat strategi otonomi perusahaan itu membuahkan hasil.





Komentar
Belum ada komentar.