Telset.id – Tesla resmi memperkenalkan ulang Roadster generasi kedua dalam sebuah acara di McGregor, Texas, dengan demonstrasi yang jauh dari kata konvensional. Mobil listrik super ini tidak hanya melaju, tetapi berputar di udara, berjalan terbalik di atas ramp, dan melompati deretan kendaraan Tesla lainnya. Klaim utamanya: akselerasi 0-60 mph di bawah 0,59 detik untuk varian tertinggi. Namun, di balik aksi panggung yang mengesankan, Tesla belum mengumumkan harga resmi dan hanya menjanjikan produksi pada 2028.
Ini adalah babak baru dari saga yang sudah berjalan hampir sembilan tahun. Roadster generasi kedua pertama kali diperkenalkan sebagai prototipe pada November 2017 dengan janji produksi 2020. Tenggat itu lewat, begitu pula beberapa tenggat berikutnya. Sepanjang 2026 saja, Elon Musk sempat menjanjikan peluncuran pada April, lalu akhir April, kemudian “sekitar satu bulan” setelah laporan keuangan kuartal pertama. Jadwal bergeser ke Agustus, lalu 1 Oktober, sebelum akhirnya acara digelar pada 15 Oktober 2026. Perubahan desain pun signifikan: dari bahasa desain lini S3XY menuju arah Cybertruck, Cybercab, dan Optimus, dengan inspirasi dari SR-71 dan F-35.
Tiga Varian, Satu Ekosistem Thruster
Informasi soal konfigurasi baru muncul setelah livestream berakhir, melalui utas di akun X Tesla. Ada tiga varian yang dipasarkan sebagai lapisan di atas model dasar. Varian Performance diklaim siap jalan raya, berkapasitas dua kursi, dilengkapi active aero dan “multi-mode suction system”, dengan akselerasi 0-60 mph di bawah 1,6 detik. Varian Thrust disebut siap balap, tetap dua kursi, dan menambahkan cold-gas thruster di bagian belakang untuk menembus 0-60 mph di bawah 0,9 detik. Sementara varian Rocket hanya satu kursi, menambahkan thruster di sekeliling bodi untuk pergerakan ke atas dan rotasi, dengan klaim 0-60 mph di bawah 0,59 detik serta kecepatan puncak di atas 230 mph.
Yang perlu dicatat, halaman resmi Tesla menyatakan varian Rocket tidak disetujui untuk penggunaan di jalan umum. Varian Rocket bersifat invite only, sementara Thrust dirilis dalam jumlah terbatas. Reservasi dibuka dengan deposit 5.000 dolar AS yang disebut sepenuhnya dapat dikembalikan, ditambah 45.000 dolar AS dalam 10 hari atau reservasi dibatalkan. Angka 50.000 dolar AS itu sama dengan yang diminta Tesla pada 2017. Harga ketiga versi tetap tidak diumumkan. Mereka yang ingin memahami konteks peluncuran awal bisa menelusuri produksi baru dimulai pada 2028.
Soal teknis, Lars Moravy selaku chief engineer dan Franz von Holzhausen selaku design boss memberikan rincian dalam video hampir satu jam yang dipublikasikan TopGear. Roadster dibangun di atas sasis khusus yang menggabungkan aluminium dan carbon fiber, steer-by-wire, brake-by-wire dengan rotor carbon ceramic, serta baterai high-voltage 800 hingga 1.000 volt berisi sel lithium-ion berbasis nikel yang dikembangkan khusus. Kapasitas energinya tidak disebutkan, tetapi dalam kondisi berkendara normal, jarak tempuh yang diklaim sekitar 310 hingga 320 mil. Ini baterai dengan pengisian tercepat yang pernah dibuat Tesla, dengan input maksimum 500 kW dari V4 Supercharger dan output maksimum 1.000 kW. Pengisian dari 15% ke 85% disebut memakan waktu 10 menit. Port pengisian tersembunyi di balik sayap belakang.
Baca Juga:
Bobot varian paling ringan disebut sekitar 3.700 pon atau 1.700 kilogram. Semua varian berpenggerak roda belakang dengan sepasang motor listrik yang memungkinkan torque vectoring. Varian dasar menghasilkan lebih dari 1.073 tenaga kuda (800+ kW) dan torsi 885 lb-ft, sementara versi lebih bertenaga diklaim di atas 1.341 hp (1.000 kW) dan lebih dari 1.032 lb-ft. Kecepatan puncak saat ini 214 mph, dengan target 330 mph.
Uniknya, mobil ini secara teknis bukan roadster. Bagian kaca atas pada pintu butterfly dapat dilepas sehingga menghasilkan konfigurasi T-top, seperti Corvette generasi ketiga. Kipas aktif dual-mode di belakang menyedot mobil ke tanah untuk menambah downforce, tetapi juga bisa menciptakan efek venturi dengan menyedot udara dari depan ke belakang. Kipasnya dapat dideploy dan bergerak naik-turun untuk menghindari puing jalan. Tesla mengklaim downforce-nya “mendekati level F1”.
Thruster: Inovasi atau Sekadar Trik Panggung?
Di sinilah analisis teknis menjadi penting. Sistem kipas alias fan car sebenarnya memberikan manfaat nyata: menambah downforce membuat ban bekerja lebih keras, dan itu berguna di hampir semua aspek performa. Namun thruster yang mendorong mobil ke atas justru mengurangi beban ban dan merugikan performa, sekaligus menambah massa dan kompleksitas yang bisa rusak. Dengan rumus akselerasi sama dengan gaya dibagi massa, menambah massa berarti mengurangi akselerasi. Lompatan dan kickflip pada dasarnya adalah atraksi panggung, bukan keunggulan sirkuit.
Pengecualiannya ada pada thruster samping yang bisa menambah kemampuan menikung, karena mendorong mobil secara lateral tanpa bergantung sepenuhnya pada ban. Begitu pula thruster belakang. Empat port di belakang menyemburkan plume gas besar dan menghasilkan 80 kilo-Newton gaya. Dalam uji terekam, Tesla mencatat 0-60 mph dalam 1,0 detik. Dalam demonstrasi langsung, Tesla mengklaim angka 0,81 detik setelah masalah teknis pada timer, dan kemudian menyatakan versi tertinggi bisa menembus 0-60 mph di bawah 0,59 detik. Perlu dicatat, Tesla mengaktifkan thruster jauh sebelum mobil mulai bergerak, sehingga ada kemungkinan jeda “wind up” yang mengembalikan sebagian keunggulan torsi instan khas mobil listrik.
Ada juga sayap belakang yang dapat disesuaikan sebagai peningkatan performa paling konvensional. Sayap aktif menyelesaikan dilema drag: downforce tinggi saat menikung, drag rendah saat kecepatan tinggi. Untuk pengisian thruster, tangki bertekanan 200 liter di bagasi versi Thrust diisi melalui pipa dengan panjang sama. Pengisian saat ini memakan dua hingga enam jam dengan sistem nitrogen bertekanan tinggi, dan Tesla tengah mengembangkan sistem yang bisa memangkasnya menjadi kurang dari 30 menit. Satu pengisian hanya bertahan sekitar lima hingga enam detik. Radius serpihan dan asapnya mencapai puluhan meter, sehingga jelas tidak layak untuk jalan umum.
Soal baterai, ada pergeseran besar dari janji 2017. Saat itu Tesla menyebut jarak tempuh 600 mil, kecepatan puncak di atas 250 mph, dan konfigurasi empat kursi 2+2. Kini angkanya berubah menjadi di atas 300 mil, di atas 230 mph untuk trim Rocket, dan maksimal dua kursi. Menariknya, akselerasi bergerak ke arah sebaliknya: varian Performance dasar sudah melampaui janji 1,9 detik pada 2017. Posisi duduk yang terlihat tinggi mengindikasikan baterai ditempatkan rendah di kendaraan, memberi pusat gravitasi rendah untuk menikung, meski terasa kurang “sporty”.
Pertanyaan soal legalitas dan praktikalisasi masih menggantung. Musk sendiri menyebut penggunaan fitur-fitur ini mungkin tidak legal di semua yurisdiksi, dan tidak menyebut sistem thruster atau kipas sebagai street legal. Regulator diperkirakan tidak akan mengizinkan mobil melompati lalu lintas atau memancarkan gas bertekanan di atas kecepatan suara. Untuk melihat bagaimana Tesla menghadapi sorotan regulasi, pembaca bisa menelusuri data kecelakaan fatal yang disensor NHTSA.
Konteks industri juga berubah sejak 2017. Ketika Roadster pertama diperkenalkan, mobil listrik sportif masih langka. Kini Rimac Nevera R mencapai 300 km/jam 3,5 detik lebih cepat dari Bugatti Chiron Super Sport, Xiaomi SU7 Ultra mencetak rekor Nürburgring, Porsche melaju lebih cepat secara elektrik, dan BYD menunjukkan mobilnya bisa melompat berkat sistem suspensi aktif. Bahkan ada EV fokus sirkuit yang bisa berjalan terbalik dan sudah bisa dibeli. Jalur yang ingin dibuka Tesla kini bukan lagi rimba liar, melainkan jalur yang sudah banyak dilalui.
Yang tersisa dari peluncuran ini adalah janji “2028, actually” dari Musk. Mengingat rekam jejak sembilan tahun keterlambatan, skeptisisme beralasan. Tesla juga pernah gagal membawa proyek ke produksi, seperti yang terlihat pada HyperHybrid Tesla gas yang gagal produksi. Teknologinya nyata, tetapi trim yang membuat berita utama justru invite only atau terbatas, dan tidak legal di jalan raya. Tanpa harga, tanpa tanggal produksi pasti selain 2028, dan tanpa kejelasan legalitas, konsumen yang menaruh deposit 50.000 dolar AS pada dasarnya membeli harapan. Tantangan sesungguhnya tetap sama seperti sembilan tahun lalu: benar-benar mengirimkannya.





Komentar
Belum ada komentar.