📑 Daftar Isi

Tesla Roadster generasi baru berwarna putih dengan desain bersudut saat diperkenalkan di McGregor, Texas

Tesla Roadster Generasi Baru Meluncur, Produksi Baru Dimulai 2028

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Tesla resmi memperkenalkan Roadster generasi kedua di McGregor, Texas, sembilan tahun setelah prototipe konsepnya
  • Kendaraan mengusung pendorong cold-gas hasil kolaborasi Tesla dan SpaceX dengan 10 pendorong dan 600 liter udara terkompresi
  • Tiga varian tersedia: Performance, Thrust, dan Rocket, semuanya diklaim berjangkauan 300 mil dan mampu melaju melebihi 230 mph
  • Produksi massal dijadwalkan mulai 2028, dengan biaya reservasi bervariasi antara 5.000 hingga 250.000 dolar AS
  • Proyek ini mengalami penundaan berulang sejak 2017, memicu reaksi dari pelanggan seperti Marques Brownlee dan Sam Altman

Telset.id – Tesla resmi memperkenalkan Roadster generasi kedua dalam sebuah acara di McGregor, Texas, hampir sembilan tahun setelah prototipe konsepnya pertama kali dipamerkan. Kendaraan ini menjadi sorotan karena mengusung sistem pendorong cold-gas yang dikembangkan bersama SpaceX, serta kemampuan unik seperti menempel di posisi terbalik dan melayang di udara. Produksi massalnya baru akan dimulai pada 2028.

Perilisan ini menandai babak baru bagi kendaraan listrik berperforma tinggi, sekaligus menjawab penantian panjang pelanggan yang sudah menaruh deposit sejak 2017. Tesla menyebut Roadster sebagai “mobil terbaik dari generasi terakhir kendaraan yang dikemudikan manusia”, sebuah posisi yang menegaskan arah perusahaan di tengah perubahan lanskap industri EV global.

Dalam demonstrasi tersebut, Roadster melaju ke atas ramp berbentuk C, berhenti di bagian yang tegak lurus terhadap tanah dalam posisi terbalik, lalu mengulangi aksi serupa dan melompat dari puncak ramp sambil berputar sebelum mendarat dengan aman. Saat pintu kursi pengemudi dibuka, terlihat robot Optimus duduk di dalamnya, meski hanya untuk keperluan pertunjukan. Tesla menjelaskan bahwa manuver tersebut merupakan program yang sudah disiapkan sebelumnya.

Menurut penjelasan Tesla di situsnya, sistem kipas multi-mode dan penyegel permukaan menyedot udara dari bawah kendaraan untuk menghasilkan downforce, sehingga mobil dapat bertahan di posisi terbalik bahkan saat diam. Sementara itu, kemampuan melompat dan mendarat dengan aman didukung oleh attitude-control thrusters serta pendorong di bagian belakang yang memakai teknologi pinjaman dari SpaceX. Pendorong cold-gas canggih ini menggunakan aktuator all-electric yang memungkinkan daya dorong presisi dan penyesuaian mikro dalam waktu sepersekian detik.

CEO Tesla, Elon Musk, menyatakan bahwa Roadster baru akan masuk produksi pada 2028. Ia menyebut kendaraan ini sebagai “yang terbaik dari mobil terakhir yang dikemudikan manusia” dan mengklaim bahwa teknologi pendorong yang sama yang membuat mobil bisa terbang juga menciptakan gaya ke bawah agar kendaraan dapat menikung dengan sangat cepat. “Ini akan menghancurkan setiap rekor lintasan yang pernah ada,” ujarnya.

Spesifikasi dan Tiga Varian Roadster

Kepala rekayasa kendaraan Tesla, Lars Moravy, mengungkapkan bahwa teknologi “terbang” ini dimungkinkan oleh empat pendorong. Ia menyebut versi produksi “mudah-mudahan” mampu melaju hingga 230 mil per jam, meski Musk berharap bisa “menembus setengah kecepatan suara” atau sekitar 385 mph. Sebagai perbandingan, mobil Formula 1 modern biasanya mencapai kecepatan puncak sekitar 220 mph.

Tesla menyebut kendaraan ini dapat menempuh lebih dari 300 mil dalam satu kali pengisian daya. Angka tersebut tergolong menengah untuk EV arus utama dan lebih rendah dibandingkan sebagian besar kendaraan mewah. Model 3 milik Tesla sendiri dapat menempuh hingga 360 mil dalam satu pengisian. Pendorongnya ditenagai oleh gas terkompresi yang tersimpan di dalam kendaraan.

Tesla menyediakan Roadster dalam tiga varian. Pertama, “Performance”, versi road-ready dua kursi tanpa pendorong yang ditunjukkan dalam acara, dilengkapi aerodinamika aktif dan sistem penyedot multi-mode. Kedua, “Thrust”, versi race-ready dua kursi dengan pendorong cold-gas di bagian belakang yang memungkinkan akselerasi 0 hingga 60 mph di bawah satu detik. Ketiga, “Rocket”, versi air-ready satu kursi dengan 10 pendorong cold-gas yang diposisikan mengelilingi mobil. Ketiga varian diklaim memiliki jangkauan 300 mil dan mampu melaju melebihi 230 mph.

Moravy menyebut Roadster memakai 10 pendorong yang terhubung ke 600 liter udara terkompresi untuk mengangkat dan memutar mobil di udara. Tangki udara tersebut dapat diisi ulang. Tesla menulis di X bahwa “setiap ruang kosong yang dapat digunakan di dalam mobil diisi dengan Carbon Fiber Overwrapped Pressure Vessels (COPVs)”.

Desain Roadster baru tampil dalam warna putih mencolok dengan garis yang lebih bersudut, mengingatkan pada Lamborghini atau Lotus Esprit yang terkenal dalam film James Bond. Tesla menyebut desainnya terinspirasi oleh pesawat pengintai SR-71 dan jet tempur F-35. “Bahasa desain kami telah berkembang sejak peluncuran terakhir: dari S3XY ke Cybertruck, Cybercab & Optimus,” tulis perusahaan.

Harga, Reservasi, dan Riwayat Penundaan

Bagi yang belum sempat memesan, Tesla kini membuka reservasi dengan biaya 5.000 dolar AS, disusul 45.000 dolar AS dalam 10 hari berikutnya untuk kendaraan dasar. Paket “Thrust” yang mencakup sistem penyedot dan pendorong akselerasi memerlukan tambahan 245.000 dolar AS dalam 10 hari setelah reservasi. Sementara versi “Rocket” dengan sistem penerbangan penuh bersifat invite-only.

Tesla di situsnya mencantumkan biaya reservasi 50.000 dolar AS untuk varian Performance dan 250.000 dolar AS untuk Thrust. Keterangan mengenai besaran biaya reservasi ini berbeda-beda antar sumber, dengan sebagian menyebut angka 5.000 dolar AS sebagai biaya awal dan 50.000 dolar AS sebagai biaya reservasi penuh. Varian Rocket hanya dapat diakses melalui undangan.

Riwayat penantian Roadster generasi kedua terbilang panjang. Mobil ini pertama kali diumumkan pada 2017 sebagai penerus Roadster pertama Tesla, dan saat itu perusahaan menyebutnya akan menjadi kendaraan produksi tercepat di dunia. Tesla sempat menjanjikan pengiriman pada 2020, lalu menunda proyek ini pada 2020, 2021, 2023, dan 2024. Musk pertama kali membahas penambahan pendorong pada 2018 melalui Twitter, dengan menyebut paket opsi SpaceX akan mencakup sekitar 10 pendorong roket kecil.

Proyek Roadster sempat terpinggirkan oleh prioritas lain, termasuk masa “production hell” Model 3 pada 2018, lalu Model Y yang menjadi kendaraan terlaris di dunia, serta Cybertruck. Pada akhir tahun lalu, Musk menyatakan ingin mengungkap Roadster sebelum akhir 2025, namun seminggu kemudian menundanya ke 1 April 2026. Ia menyebut acara April Mop akan memberinya “semacam alasan” jika terjadi penundaan lagi. Tesla kemudian kembali menunda acara tersebut, dan sempat mencoba menggelarnya pada 1 Oktober sebelum cuaca buruk memaksa penundaan lain.

Penundaan berulang ini memicu reaksi sejumlah pelanggan ternama, termasuk YouTuber Marques Brownlee dan kepala OpenAI Sam Altman. Altman sebelumnya mengeluh di X bahwa ia kesulitan membatalkan reservasinya, dan Musk membalas bahwa Altman menerima pengembalian dana dalam 24 jam. Ketika pertama kali diumumkan, para penggemar menaruh deposit 50.000 dolar AS untuk mobil yang diiklankan seharga 200.000 dolar AS, dan sejumlah pelanggan bahkan membayar 250.000 dolar AS untuk mereservasi salah satu dari 1.000 unit “Founders Series”.

Musk juga menyatakan Tesla mungkin akan mencoba melompati Snake River Canyon, lokasi upaya terkenal Evel Knievel menyeberangi jurang dengan roket bertenaga uap. Ia menempatkan Roadster sebagai halo car bagi Tesla, meski mengaku “tidak yakin ini akan berdampak besar dari sisi pendapatan”. Musk sebelumnya pernah menyatakan bahwa “keselamatan bukan tujuan utama” pada Roadster baru. “Jika Anda membeli Ferrari, keselamatan bukan tujuan nomor satu. Saya katakan, jika keselamatan adalah tujuan nomor satu Anda, jangan beli Roadster,” ujarnya dalam sebuah podcast awal tahun ini.

Peluncuran ini hadir di tengah situasi yang tidak biasa bagi kendaraan listrik. Penjualan EV di Amerika Serikat terhenti setelah Kongres yang dipimpin Partai Republik mencabut dukungan federal. Sementara itu, krisis energi global membuat penjualan EV melonjak di tempat lain. Hypercar listrik mewah, kelas tempat Roadster 2 berada, berada dalam posisi yang sangat sulit. Beberapa produsen mobil mewah menyatakan bahwa pembeli kaya kini mencari suara dan tenaga khas kendaraan berbahan bakar bensin, dan Lamborghini membatalkan rencana membuat EV awal tahun ini.

Musk menyebut Roadster sebagai hasil kolaborasi insinyur Tesla dan SpaceX. “Ini adalah puncak kerja luar biasa dari insinyur Tesla dan SpaceX yang bekerja sama erat untuk membuat sesuatu yang belum pernah Anda lihat di film mana pun, lebih baik dari mobil James Bond mana pun,” ujarnya. “Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Ketika saya mengusulkan ini ke tim, saya berpikir, ‘Apakah saya gila?'”

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.