Telset.id – Tesla menghapus fitur radio FM dan radio DAB digital pada sedan Model 3 RWD terbarunya. Langkah ini diambil produsen mobil listrik asal Amerika Serikat tersebut untuk menekan biaya produksi, dan menjadi keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya di industri otomotif.
Menurut siaran Drive pada Senin, peniadaan radio FM dan DAB digital ini melengkapi keputusan Tesla yang lebih dulu menghilangkan tuner AM dari kendaraan mereka lebih dari lima tahun lalu. Tesla merupakan salah satu dari sejumlah produsen mobil yang menghapus radio AM untuk menekan biaya, seiring dengan penurunan penggunaan teknologi tersebut. Namun, penghapusan radio FM dan DAB digital disebut sebagai langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Keputusan ini menyentuh langsung pengemudi yang mengandalkan siaran radio tradisional di dalam kabin. Peniadaan fitur radio pada kendaraan menghadirkan keterbatasan bagi pengemudi untuk mengakses peringatan darurat yang disiarkan melalui frekuensi radio.
Penghematan Biaya Produksi Rp900 Ribu per Kendaraan
Menurut studi tahun 2023, peniadaan fitur radio AM, apalagi FM, dapat menghemat biaya produksi mobil sekitar 50 dolar AS hingga 70 dolar AS atau sekitar Rp900 ribu sampai Rp1,25 juta per kendaraan. Penghematan biaya produksi ini berasal dari peniadaan komponen pelindung untuk melindungi penerima sinyal radio dari gangguan elektromagnetik yang dihasilkan oleh motor listrik.
Sebagai tanda fitur radio digital, pengendara mobil masih bisa memutar radio menggunakan internet. Namun layanan itu tidak akan berfungsi kalau sinyal seluler terputus. Layar sentuh bagian depan tetap memiliki aplikasi TuneIn bawaan untuk streaming radio, tetapi aplikasi tersebut bergantung pada koneksi internet, bukan pita radio tradisional.
Pengguna juga harus berlangganan paket Premium Connectivity Tesla dengan biaya 13,99 dolar Australia per bulan setelah masa uji coba gratis singkat agar TuneIn dapat beroperasi menggunakan data seluler. Artinya, mendengarkan radio di Model 3 RWD terbaru tidak lagi sekadar menekan tombol, tetapi bergantung pada koneksi data dan langganan berbayar.
Baca Juga:
Survei 2026: 82 Persen Warga Australia Masih Dengar Radio
Survei 2026 yang dilakukan kelompok lobi Commercial Radio and Audio mendapati 82 persen warga Australia berusia 18 tahun ke atas yang mendengarkan audio di mobil memilih mendengarkan radio setidaknya sekali sepekan. Menurut hasil survei pada warga Australia berusia 10 tahun ke atas, sekitar 29 persen responden yang mendengarkan audio setidaknya sekali sepekan menggunakan layanan streaming radio, sedangkan yang menggunakan siaran radio tradisional sampai 71 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa radio tradisional masih menjadi pilihan dominan bagi pendengar audio di mobil di Australia, pasar yang menjadi acuan peluncuran Model 3 RWD terbaru ini. Temuan survei ini juga memperlihatkan bahwa layanan streaming radio belum menggantikan siaran radio konvensional bagi mayoritas responden.
Selain meniadakan fitur radio, produsen menghilangkan fitur seperti kursi berventilasi, pencahayaan ambien, pelek alloy, serta layar sentuh untuk penumpang belakang pada model tersebut. Tesla Model 3 RWD diberi banderol harga 9.000 dolar Australia, lebih murah dibandingkan varian di atasnya.
Sejumlah langkah efisiensi Tesla pada lini produknya turut menjadi sorotan. Sebelumnya, Tesla Robotaxi juga menjadi perhatian publik, sementara pengiriman global perusahaan mencatatkan angka yang menjadi perhatian pasar melalui laporan Tesla Kirim 486.532 Unit. Di sisi lain, Tesla juga merilis fitur Emergency Drive Away yang sempat menjadi perbincangan.
Keputusan menghapus radio FM dan DAB digital menegaskan arah Tesla dalam memangkas komponen demi efisiensi biaya. Bagi pengemudi, konsekuensinya jelas: akses terhadap siaran radio konvensional hilang, dan satu-satunya jalur yang tersisa adalah streaming radio berbasis internet yang bergantung pada sinyal seluler serta langganan Premium Connectivity Tesla.





Komentar
Belum ada komentar.