📑 Daftar Isi

Deretan mobil listrik Subaru untuk pasar Eropa dalam satu bingkai

Subaru Hentikan Mobil Bensin di Eropa Akhir 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Subaru stop jual mobil bensin di Eropa paling lambat akhir 2027
  • Keputusan dipicu regulasi emisi dan bantuan pengemudi Uni Eropa
  • Outback discontinue akhir tahun ini, disusul Impreza, Crosstrek, Forester pada 2027
  • Mulai 2028 hanya tersisa Solterra, E-Outback, dan Uncharted
  • Ketiga EV dikembangkan bersama Toyota
  • Teknologi EV in-house Subaru mulai diterapkan sekitar 2029

Telset.id – Subaru memastikan akan menghentikan penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) di Eropa paling lambat akhir 2027, dan sejak saat itu hanya menjual kendaraan listrik (EV). Keputusan ini dikonfirmasi Subaru Germany kepada Auto Motor und sport, dengan alasan utama regulasi emisi dan aturan sistem bantuan pengemudi yang berlaku di Uni Eropa.

Bagi pabrikan yang selama ini identik dengan mesin boxer, langkah ini bukan sepenuhnya pilihan bebas. Subaru harus menyesuaikan lini produknya dengan kerangka regulasi Eropa yang menuntut kendaraan bebas emisi serta perlengkapan keselamatan aktif yang semakin ketat. Transisi ini pun berjalan bertahap, dimulai dari model yang paling ikonik.

Outback, wagon legendaris Subaru, menjadi model pertama yang discontinue pada akhir tahun ini. Setelah itu, pada 2027, tiga model bermesin boxer menyusul keluar dari pasar Eropa: Impreza, Crosstrek, dan Forester, yang seluruhnya menggunakan mesin boxer 2.0L mild-hybrid. Artinya, dalam rentang sekitar dua tahun, seluruh jajaran ICE Subaru di Eropa akan habis.

Tiga EV Tersisa, Hasil Kolaborasi dengan Toyota

Mulai 2028, lini Subaru di Eropa hanya akan diisi tiga kendaraan listrik: Solterra, E-Outback, dan Uncharted. Ketiganya merupakan crossover SUV listrik yang dikembangkan bersama Toyota dan berbagi basis dengan bZ4X, bZ4X Touring, dan C-HR+.

Subaru Solterra EV di jalan raya

Subaru tidak menutup kemungkinan menghadirkan kendaraan full hybrid di Eropa pada suatu titik, namun belum ada rencana resmi yang diumumkan. Yang jelas, keputusan ini hanya berlaku untuk pasar Eropa dan tidak otomatis diterapkan di kawasan lain.

Di Amerika Serikat, Subaru masih menjual Crosstrek dan Forester dengan mesin boxer 2.5L full hybrid. Lini EV Subaru di AS sendiri terdiri dari Solterra, Uncharted, dan Trailseeker—model yang di Eropa dijual sebagai E-Outback. Tahun depan, Subaru akan menambah SUV listrik tiga baris pertamanya, Getaway, yang pada dasarnya merupakan versi rebadge dari SUV listrik tiga baris Toyota, Highlander BEV.

Peta jalan Eropa ini juga menegaskan betapa bergantungnya Subaru pada Toyota untuk sementara waktu. Seluruh tiga EV yang tersisa di Eropa merupakan hasil kerja sama dengan Toyota, sementara di AS, Getaway pun masih berbasis model Toyota. Ketergantungan ini menjadi sorotan tersendiri di tengah upaya Subaru membangun kapabilitas listriknya sendiri.

Subaru E-Outback EV tampak depan

Teknologi EV In-House Baru Meluncur Sekitar 2029

Secara terpisah, Subaru memamerkan teknologi EV in-house pertamanya kepada wartawan pada Minggu, sebagai bagian dari rencana melepas ketergantungan pada Toyota untuk kendaraan listrik generasi berikutnya. Teknologi tersebut mencakup platform EV khusus pertama Subaru, baterai baru, motor listrik baru, serta unit kontrol terintegrasi yang memungkinkan pembaruan over-the-air.

Subaru belum mengungkap tanggal peluncuran spesifik, namun pejabat perusahaan menyebut sebagian teknologi EV baru ini akan mulai diterapkan sekitar 2029. Dalam demonstrasi tersebut, Subaru menampilkan kendaraan uji Outback yang disamarkan, dilengkapi powertrain all-wheel-drive dengan tenaga gabungan 509 horsepower (380 kW).

Menurut Subaru, konfigurasi ini lebih ringan, lebih efisien, dan memungkinkan EV tersebut berakselerasi dari 0 ke 62 mph (0 ke 100 km/jam) di bawah 4 detik. Angka-angka ini menunjukkan bahwa transisi Subaru bukan sekadar soal memenuhi regulasi, tetapi juga soal membangun kompetensi teknis yang selama ini menjadi identitasnya melalui mesin boxer.

Subaru Uncharted EV sedang mengisi daya

Namun, hingga teknologi in-house itu siap, portofolio Eropa Subaru akan bergantung pada model hasil kolaborasi dengan Toyota. Bagi konsumen Eropa, konsekuensinya jelas: pilihan Subaru akan menyusut menjadi tiga crossover listrik pada 2028, dengan Outback, Impreza, Crosstrek, dan Forester bermesin boxer hanya tersedia hingga 2027.

Di sisi lain, keputusan ini memperlihatkan bahwa strategi elektrifikasi Subaru berjalan dengan kecepatan berbeda di tiap kawasan. Eropa menjadi wilayah paling agresif karena tekanan regulasi, sementara AS masih mempertahankan opsi hybrid dan bahkan menambah SUV listrik tiga baris. Perbedaan ini akan menentukan bagaimana identitas teknik Subaru—yang selama puluhan tahun dibangun di atas mesin boxer—dipertahankan atau ditinggalkan di masing-masing pasar.

Subaru juga tidak merinci bagaimana transisi ini akan memengaruhi volume penjualan atau harga di Eropa. Yang pasti, tenggat akhir 2027 menjadi batas akhir bagi era mesin pembakaran Subaru di benua tersebut, dan tiga EV hasil kolaborasi dengan Toyota akan menjadi tulang punggung merek ini di sana hingga teknologi in-house siap sekitar 2029.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.