Telset.id – Startup asal Belgia, Any, memperkenalkan motor listrik modular bernama LUV1 yang dirancang untuk mengisi celah yang selama ini ditinggalkan oleh bagasi mobil. Motor ini memiliki kapasitas penyimpanan hingga 120 liter, mampu menempuh kecepatan puncak 100 km/jam, dan dibanderol mulai dari €7.000 atau sekitar Rp 126 jutaan.
LUV1 hadir dengan filosofi “designed for real life” yang diusung Any. Startup ini meyakini bahwa penggunaan kendaraan roda dua hanya akan meningkat jika kendaraan tersebut mampu membawa banyak barang tanpa mengorbankan kecepatan, jangkauan, dan fleksibilitas. Konsep ini lahir dari pertanyaan sederhana yang diajukan Any: apa yang sebenarnya dibutuhkan orang dalam satu minggu nyata?
“Belanjaan, tas akhir pekan, koper… barang-barang yang tidak ingin kamu tinggalkan hanya karena kamu di atas dua roda, bukan empat roda,” tulis Any di akun LinkedIn-nya. Jawaban atas pertanyaan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk LUV1 yang memiliki kapasitas bagasi setara dengan sepeda kargo.
Konsumen dapat memilih antara rangka terbuka atau rangka dengan berbagai jenis panel, tergantung pada kebutuhan mereka. Panel-panel ini bisa disesuaikan untuk perjalanan dengan hewan peliharaan, membawa perlengkapan kerja, atau perlengkapan berkemah. Modularitas LUV1 juga mencakup kaca depan opsional, rak, ponco hujan, dan berbagai variasi lain yang membuatnya menarik bagi komuter, keluarga, maupun pengendara yang gemar aktivitas luar ruangan.

Desain modular LUV1 merupakan karya Lowie Vermeersch, mantan direktur desain Pininfarina. Reputasinya membuat LUV1 langsung menjadi sorotan ketika prototipe pertamanya diluncurkan pada Mei lalu dalam Milan Design Week. Vermeersch tidak hanya menjadi kolaborator sekali jalan; pendiri Granstudio ini memegang kendali arah kreatif di Any dan juga menjadi salah satu investornya.
Bersama-sama, mereka berharap dapat memelopori kategori hibrida baru yang mereka sebut “life utility vehicles” atau kendaraan utilitas kehidupan, yang menjadi asal usul nama LUV1.
Motor listrik ini menggunakan dua baterai yang dapat ditukar (swappable) dengan jangkauan hingga 87 mil atau sekitar 140 kilometer per pengisian daya. Dengan spesifikasi tersebut, LUV1 diharapkan mampu bersaing dengan model listrik yang diluncurkan oleh Piaggio dan bahkan Harley-Davidson.
Perbedaan utama LUV1 dibandingkan motor listrik lain adalah kapasitas kargo ekstra yang dimilikinya. Any bertaruh bahwa ruang penyimpanan tambahan ini akan menjadi pembeda utamanya di pasar kendaraan roda dua yang menurut Asosiasi Produsen Motor Eropa diperkirakan akan didominasi kendaraan listrik pada 2030.
Dibandingkan motor bertenaga lebih besar, LUV1 juga memiliki keunggulan lain: hanya membutuhkan lisensi A1 yang mudah diperoleh di sebagian besar tempat. Harga pastinya bergantung pada opsi kustom yang dipilih setiap pelanggan melalui konfigurator yang diluncurkan Any bersamaan dengan kampanye preorder.

Didorong oleh buzz Milan Design Week, Any berhasil mengamankan lebih dari 600 reservasi dalam 100 hari pertama. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pendiri sekaligus CCO Any, Erik de Winter. Reservasi tersebut memerlukan biaya €49 atau sekitar Rp 885 ribu yang akan dikreditkan ke harga pembelian dan dapat dikembalikan penuh sesuai ketentuan Any.
Any juga telah mengumpulkan dana ventura untuk mengembangkan LUV1. Startup ini mengumpulkan €1,5 juta pada November lalu, diikuti tambahan €1,25 juta pada Mei, dengan total €2,75 juta atau sekitar Rp 49,7 miliar. Pendanaan ini melibatkan investor dan penasihat dari kalangan industri otomotif, termasuk mantan VC Pieter Van de Velde yang menjabat sebagai CEO sejak setahun lalu.
Untuk memperkuat sisi teknis, Any juga merekrut kepala teknik Alessandro Mangano, yang sebelumnya bekerja di Aprilia, Ferrari, dan Piaggio Group. De Winter menyebut bahwa LUV1 dirancang untuk menarik basis pelanggan yang lebih luas daripada sekadar pengendara motor biasa. Startup ini juga telah didekati oleh pemain pengiriman jarak akhir (last-mile delivery).
LUV1 bukanlah produk tunggal; Any berencana mengembangkan “portofolio kendaraan” yang bisa mencakup kendaraan roda tiga. Namun sebelum melebarkan sayap, startup ini perlu meningkatkan produksi LUV1 menjelang pengiriman pertama ke pelanggan. Hal ini membutuhkan pendanaan tambahan, dan Any saat ini sedang berupaya mengumpulkan sekitar €10 juta atau sekitar Rp 180 miliar dalam putaran pendanaan Seri A yang ditargetkan selesai pada akhir tahun.
Dengan harga yang lebih murah dibandingkan mobil dan mendekati biaya sepeda kargo listrik kelas atas, LUV1 menawarkan alternatif menarik bagi mereka yang membutuhkan kapasitas angkut besar namun ingin tetap praktis di perkotaan. Motor listrik modular ini juga menjadi pilihan tepat bagi pekerja pengiriman yang membutuhkan kendaraan serbaguna, atau keluarga yang ingin mengurangi ketergantungan pada mobil untuk kebutuhan sehari-hari.
Perkembangan LUV1 ini juga menjadi bagian dari tren elektrifikasi kendaraan yang semakin meluas, sejalan dengan peluncuran berbagai kendaraan listrik lain seperti Range Rover Sport Electric yang mendukung pengisian daya 350 kW, serta Schneider Electric Charge Pro yang mendukung standar NACS dan NFC untuk infrastruktur pengisian daya.
Kehadiran LUV1 menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya berkembang di segmen mobil, tetapi juga di segmen roda dua dengan pendekatan desain yang lebih fungsional dan sesuai kebutuhan nyata pengguna perkotaan.





Komentar
Belum ada komentar.