Telset.id – Škoda resmi meluncurkan Peaq, SUV listrik tujuh kursi terbesar dan paling lega yang pernah dibuat pabrikan asal Ceko tersebut, dengan harga awal di bawah €50.000 atau sekitar $56.700. Model ini hadir sebagai kendaraan listrik flagship yang mengusung baterai hingga 91 kWh serta jarak tempuh mencapai 398 km (WLTP), menjadikannya pesaing langsung Kia EV9 di pasar Eropa.
Peaq, yang diucapkan ‘peak’, merupakan SUV listrik pertama Škoda yang menawarkan konfigurasi tiga baris kursi. Meskipun dimensinya sedikit lebih pendek dari Kia EV9, Škoda menjanjikan prioritas utama pada ruang interior yang luas. Mobil ini dibangun di atas platform MEB milik Volkswagen Group, menjadikannya SUV terbesar yang pernah menggunakan arsitektur tersebut.
Spesifikasi Baterai dan Jangkauan
Škoda menyediakan dua pilihan paket baterai untuk Peaq. Varian dasar Peaq 60 dengan penggerak roda belakang (RWD) menggunakan baterai 63 kWh (59 kWh netto) yang memberikan jarak tempuh WLTP 450 km. Sementara itu, varian Peaq 90 dibekali baterai 91 kWh (86 kWh netto) dengan jangkauan hingga 640 km. Untuk varian dual-motor Peaq 90x, jangkauan berkurang menjadi 610 km dengan peningkatan tenaga dari 281 hp menjadi 295 hp, serta akselerasi 0-100 km/jam dalam 6,7 detik.
Dalam hal pengisian daya, Peaq 60 mendukung pengisian cepat DC hingga 160 kW, sedangkan varian baterai besar mencapai 199 kW. Waktu pengisian dari 10% ke 80% memakan waktu 27 menit untuk Peaq 90 dan 28 menit untuk Peaq 90x. Semua varian juga mendukung bidirectional charging dengan fitur V2L, V2H, dan V2G, meskipun untuk dua fitur terakhir diperlukan wallbox khusus.
Desain Eksterior dan Interior
Desain Peaq sedikit lebih halus dibandingkan konsep 7S dan mengadopsi wajah keluarga baru Škoda yang disebut Tech-Deck Face. Ini juga menjadi Škoda pertama yang menggunakan flush door handles, berkontribusi pada koefisien drag yang sangat baik, yaitu 0,249 Cd. Dengan panjang total 4.874 mm dan wheelbase 2.965 mm, Peaq menawarkan kabin yang luas untuk tiga baris kursi.
Bagasi varian lima kursi memiliki kapasitas 935 liter, sementara varian tujuh kursi masih menyisakan 299 liter. Jika kursi baris ketiga dilipat, kapasitas bagasi meningkat menjadi 890 liter. Semua varian juga dilengkapi frunk 37 liter dan ruang penyimpanan kabin gabungan 31 liter.
Interior Peaq mengusung desain yang restrained namun modern, dengan layar infotainment vertikal 13,6 inci yang menjalankan sistem operasi berbasis Android. Opsional, tersedia atap elektrokromik seluas 2,12 meter persegi yang terbagi menjadi sembilan bagian, masing-masing dapat dibuat buram secara independen.
Paket Comfort Package menjadi tambahan yang sangat berharga, menghadirkan kursi elektrik, berpemanas, dan berpendingin dengan sertifikasi ergonomis AGR, fungsi pijat, sandaran kaki elektrik, bantal kepala, meja lipat untuk baris kedua, serta sistem audio Sonos yang ditingkatkan.
Baca Juga:
Posisi Pasar dan Ketersediaan
Škoda Peaq diposisikan sebagai SUV listrik flagship di atas lini crossover Elroq dan Kodiaq yang sudah populer. Dengan harga mulai di bawah €50.000, Peaq menawarkan nilai lebih dibandingkan pesaing seperti Kia EV9. Škoda juga memperkenalkan Epiq sebagai crossover listrik entry-level untuk melengkapi jajaran produknya.
Peaq merupakan bagian dari strategi Škoda yang seluruh kendaraan listriknya berjenis high-riding crossover, berbeda dengan merek VW Group lain yang menawarkan berbagai gaya bodi. Škoda saat ini merupakan merek dengan penjualan tertinggi kedua di Eropa.
Sayangnya, seperti kebanyakan model Škoda lainnya, Peaq tidak akan tersedia di pasar Amerika Serikat, menjadikannya forbidden fruit bagi konsumen di sana. Model ini hanya dipasarkan di Eropa dan beberapa pasar global lainnya.
Dengan spesifikasi yang kompetitif dan harga yang agresif, Škoda Peaq menjadi pilihan menarik bagi konsumen Eropa yang mencari SUV listrik tujuh kursi dengan ruang kabin luas dan teknologi terkini. Kehadirannya semakin memanaskan persaingan di segmen SUV listrik besar Eropa.





Komentar
Belum ada komentar.