Kapal robot Pioneer dengan drone SkyRanger R70 di laut berombak

Robot Boat Pioneer Luncurkan Drone Tanpa Kru di Laut Berombak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kapal robot Pioneer berhasil meluncurkan dan memulihkan drone SkyRanger R70 tanpa awak
  • Demonstrasi dilakukan ACUA Ocean dan Teledyne FLIR Defense untuk Kementerian Pertahanan Inggris
  • Pioneer mampu bertahan stabil di ombak 4,25 meter dengan pengurangan roll 60%
  • Drone terhubung melalui tether daya dan data untuk pengawasan berkelanjutan
  • Dukungan pendanaan dari UKDI untuk pengembangan otonomi maritim Inggris

Telset.id – Sebuah kapal robot berhasil meluncurkan dan memulihkan drone sendiri di atas dek, tanpa satu pun awak di kedua kendaraan tersebut. Uji coba ini menandai kemajuan signifikan dalam operasi maritim otonom, membuka kelas baru misi pengawasan laut yang persisten.

Perusahaan Inggris ACUA Ocean dan pembuat sensor asal Amerika, Teledyne FLIR Defense, menyelesaikan demonstrasi ini untuk Kementerian Pertahanan Inggris. Uji coba tersebut memasangkan kapal permukaan tanpa awak (uncrewed surface vessel) bernama Pioneer dengan drone kecil bertali (tethered drone) yang dikenal sebagai SkyRanger R70.

Keberhasilan demonstrasi ini sangat bergantung pada kemampuan Pioneer untuk tetap stabil dalam kondisi laut yang benar-benar berat. Pada Januari 2026, ACUA Ocean menyatakan kapal tersebut mampu bertahan stabil di tengah ombak setinggi 4,25 meter atau sekitar 13,9 kaki. Perusahaan melaporkan adanya pengurangan 60% dalam gerakan roll dibandingkan dengan kapal monohull tradisional yang digunakan di industri.

Stabilitas tersebut menjadi fondasi mekanis yang memungkinkan drone bertali terbang dengan aman dari kapal robotik kecil. Platform yang bergoyang hebat akan membuat operasi penerbangan berkelanjutan untuk SkyRanger R70 hampir mustahil dilakukan di kondisi laut terbuka. Sebelum uji coba ini, Pioneer telah menyelesaikan kontrak Royal Navy sebelumnya yang mencakup tugas pengawasan, pengintaian, dan peperangan anti-kapal selam.

Pioneer with the SkyRanger R70 drone

## Integrasi Teknologi Drone Bertali

Sistem ini menggabungkan uncrewed aerial system bertali (T-UAS) dengan kapal permukaan tanpa awak yang dikenal sebagai kapal robot. Teledyne FLIR’s SkyCarrier adalah platform peluncuran kokoh yang disimpan dalam kontainer yang terbuka menjadi sistem pendaratan berartikulasi.

Selama uji coba, SkyCarrier berhasil meluncurkan drone SkyRanger R70 secara otonom dari dek kapal Pioneer yang sedang bergerak. Setelah terbang, SkyRanger R70 tetap terhubung dengan Pioneer melalui tether daya dan data, sehingga tidak perlu mendarat dan mengisi ulang baterai.

“Integrasi SkyRanger R70 dengan Pioneer menciptakan sesuatu yang benar-benar baru: kemampuan yang persisten dan dapat dikerahkan,” kata Neil Tinmouth, chief executive ACUA Ocean. Richard Cunha dari Teledyne FLIR Defense juga menyatakan bahwa pemasangan drone dengan Pioneer membuka kelas baru misi.

SkyRanger R70 menjalankan beberapa prosesor NVIDIA tertanam yang melakukan deteksi dan klasifikasi objek secara real-time tanpa input dari darat. Paket sensor gabungan ini memberikan kinerja ISR level Group 2 sambil terbang di badan pesawat Group 1 yang jauh lebih kecil.

## Dukungan Pendanaan dan Prospek ke Depan

UKDI, badan pendanaan tahap awal Kementerian Pertahanan, mendukung demonstrasi ini jauh sebelum mencapai proses keputusan pengadaan skala penuh. “Mendapatkan pendanaan UKDI untuk demonstrator ini adalah tonggak signifikan bagi ACUA Ocean dan otonomi maritim Inggris secara luas,” kata Tinmouth.

Teknologi ini akan mendukung prioritas Royal Navy termasuk peperangan anti-kapal selam, penanggulangan ranjau, dan upaya perlindungan infrastruktur bawah laut. Meski demikian, keberhasilan demonstrasi di bawah pendanaan UKDI tidak menjamin sistem ini akan mencapai penempatan skala besar dalam operasi angkatan laut dalam waktu dekat.

Biaya, keandalan di laut selama periode panjang, dan integrasi dengan armada yang ada tetap menjadi pertanyaan terbuka yang tidak dapat diselesaikan hanya dengan pengujian. Perkembangan ini menunjukkan bagaimana teknologi otonom terus merambah berbagai sektor, termasuk pertahanan maritim.

Sistem drone bertali yang terintegrasi dengan kapal robotik ini berpotensi mengubah cara operasi pengawasan laut dilakukan. Kemampuan untuk meluncurkan dan memulihkan drone secara otonom dari kapal tanpa awak mengurangi kebutuhan akan personel di lapangan sekaligus memperpanjang durasi misi pengawasan.

Keberhasilan uji coba ini juga menegaskan bahwa kombinasi stabilitas kapal yang unggul dengan sistem peluncuran otomatis dapat menjadi solusi praktis untuk operasi udara-laut yang berkelanjutan. Dengan dukungan pendanaan dari UKDI, pengembangan lebih lanjut dari sistem ini kemungkinan akan terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan operasional Royal Navy.

Penerapan teknologi ini juga sejalan dengan tren global dalam pengembangan sistem otonom untuk berbagai keperluan, termasuk pengawasan dan pengintaian. Kombinasi antara kapal tanpa awak dan drone bertali menawarkan fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya dalam operasi maritim.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.