šŸ“‘ Daftar Isi

Rivian recall hampir 99.000 unit kendaraan R1T, R1S, dan R2 akibat kamera mundur terhalang pop-up software

Rivian Recall 99 Ribu Truk: R2 Kena Imbas Software

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Rivian recall hampir 99.000 unit: 62.259 R1S, 34.088 R1T, dan 2.481 R2
  • Penyebabnya pop-up software yang menutupi kamera mundur saat stability control dinonaktifkan
  • Recall pertama untuk Rivian R2 sejak pengiriman dimulai Juni
  • Perbaikan hanya berupa pembaruan software, 95% R1 dan 96% R2 sudah diperbaiki
  • Keluhan kamera laggy usai update RivianOS 2 belum termasuk recall ini

Telset.id – Rivian resmi menarik hampir 99.000 kendaraan dari seluruh lini produknya, termasuk R1T, R1S, dan R2, akibat kamera mundur yang dinilai tidak memenuhi standar keselamatan. Recall ini tercatat sebagai yang pertama untuk Rivian R2 sejak pengiriman dimulai pada Juni. Kabar baiknya, perbaikannya hanya berupa pembaruan perangkat lunak.

Berdasarkan berkas recall yang diajukan Rivian kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), masalahnya bukan pada kerusakan perangkat keras. Defect muncul dari pop-up yang dihasilkan perangkat lunak dan bisa menutupi citra kamera mundur tepat saat pengemudi membutuhkannya, yakni ketika memindahkan transmisi ke posisi reverse. Pop-up tersebut aktif secara tidak sengaja saat pengemudi memasukkan gigi mundur bersamaan dengan dinonaktifkannya stability control pada truk. Kombinasi itu memunculkan pesan keselamatan di atas tampilan kamera yang meminta pengguna mengaktifkan kembali stability control.

Sekilas masalah ini terdengar sepele karena hanya terjadi pada kondisi yang sangat spesifik. Namun, NHTSA tetap menilainya sebagai defect sesuai persyaratan regulasi. Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) mewajibkan citra kamera aktif dalam dua detik setelah transmisi masuk ke posisi reverse dan tidak boleh terhalang. Pop-up Rivian dilaporkan menghalangi pandangan kamera sampai kendaraan benar-benar mulai bergerak.

Rincian Unit Terdampak Recall Rivian

Total kendaraan yang terdampak recall ini mencakup tiga model Rivian. Rinciannya adalah 62.259 unit Rivian R1S yang diproduksi Maret 2022 hingga Agustus 2026, 34.088 unit Rivian R1T yang diproduksi Agustus 2021 sampai Juli 2026, serta 2.481 unit Rivian R2 yang diproduksi April hingga Agustus tahun ini. Angka tersebut menegaskan bahwa recall ini menyentuh hampir seluruh jajaran produk Rivian yang saat ini beredar.

Rivian menyebut bahwa 95% kendaraan R1 dan 96% kendaraan R2 yang terdampak sudah menerima perbaikan. Remedy-nya sendiri sederhana, yaitu pembaruan perangkat lunak, sehingga pemilik tidak perlu membawa kendaraan ke bengkel untuk penggantian komponen fisik. Bagi Rivian, langkah ini menjadi catatan penting karena R2 baru mulai dikirim pada Juni dan langsung menghadapi recall resmi pertamanya.

Isu kamera di kendaraan Rivian sebenarnya bukan hal baru. Beberapa pemilik di Reddit mengeluhkan bahwa pembaruan RivianOS 2 membuat kamera terasa laggy dan kualitasnya menurun. Sejumlah pengguna melaporkan kamera truk mereka membeku atau butuh waktu lebih lama dari standar FMVSS untuk aktif saat transmisi dipindah ke reverse. Recall kali ini tidak mencakup keluhan tersebut, tetapi jika kondisi itu dinilai membahayakan dan keluar dari spesifikasi regulasi keselamatan, NHTSA bisa membuka investigasi yang berpotensi memicu recall kamera lain bila ditemukan defect.

Tekanan di Tengah Ramp Produksi R2

Recall ini datang di momen yang tidak ideal bagi Rivian. Perusahaan tengah berada dalam fase ramp produksi R2, model yang diharapkan memperluas basis pelanggannya. Situasi tersebut membuat setiap gangguan pada lini produksi maupun persepsi kualitas menjadi perhatian. Rivian sendiri menyatakan bahwa mayoritas kendaraan terdampak sudah menerima perbaikan, sebuah klaim yang menunjukkan bahwa distribusi software fix berjalan cepat meski cakupan recall-nya luas.

Dari sisi regulasi, kasus ini memperlihatkan bahwa kamera mundur kini diperlakukan sebagai fitur keselamatan yang diatur ketat, bukan sekadar pelengkap kenyamanan. Persyaratan FMVSS soal waktu aktivasi dua detik dan citra yang tidak boleh terhalang membuat setiap pop-up atau notifikasi yang menutupi tampilan kamera berpotensi melanggar aturan. Rivian bukan satu-satunya produsen yang menghadapi jenis persoalan ini, tetapi cakupan hampir 99.000 unit membuatnya menjadi salah satu recall kamera yang cukup besar di segmen kendaraan listrik.

Bagi pemilik R1T, R1S, maupun R2, langkah yang perlu diperhatikan adalah memastikan kendaraan telah menerima pembaruan perangkat lunak terbaru. Karena perbaikannya bersifat over-the-air, pemilik tidak perlu menjadwalkan kunjungan servis khusus. Rivian menyebut persentase kendaraan yang sudah diperbaiki berada di atas 95% untuk kedua lini produk, sehingga sisanya masih menunggu pembaruan yang sama.

Yang perlu dicatat, recall ini tidak menyelesaikan keluhan soal performa kamera yang dilaporkan sebagian pemilik setelah pembaruan sistem. Jika NHTSA menemukan bahwa masalah tersebut termasuk defect dan melanggar standar keselamatan, bukan tidak mungkin akan ada recall kamera berikutnya. Untuk saat ini, Rivian memilih jalur paling sederhana: memperbaiki tampilan kamera lewat software, bukan membongkar perangkat keras.

Keputusan Rivian mengajukan recall secara sukarela ke NHTSA menunjukkan bahwa perusahaan mengikuti jalur regulasi yang berlaku. Dengan hampir 99.000 unit terdampak dan mayoritas sudah diperbaiki, dampak operasionalnya relatif terbatas. Namun, bagi sebuah model yang baru mulai dikirim seperti R2, catatan recall pertama ini tetap menjadi bagian dari rekam jejak yang akan diperhatikan pasar dan regulator di tahun 2026.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.