Telset.id ā Rivian memperluas kemitraan dengan Redwood Materials untuk mendaur ulang lebih banyak material baterai. Spesialis daur ulang asal Amerika Serikat itu akan menerima scrap produksi baterai Rivian sekaligus paket baterai yang sudah habis masa pakainya. Pabrik Rivian di Normal, Illinois, juga akan disokong energi dari paket baterai bekas kendaraan produksinya sendiri. Langkah ini menegaskan ambisi Rivian menutup siklus hidup baterai di pasar kendaraan listrik Amerika Serikat.
Ekspansi kerja sama ini menambah cakupan kemitraan yang sudah terjalin sejak April. Sebelumnya, Redwood menyatakan akan menempatkan kapasitas penyimpanan energi baterai sebesar 10 megawatt-jam dari paket baterai Rivian yang direpurpose di pabrik Normal. Pabrik tersebut merupakan lokasi produksi R1T, R1S, R2, dan van listrik Rivian. Kini, aliran material yang masuk ke Redwood bertambah: bukan hanya paket baterai utuh yang tak lagi layak untuk kendaraan listrik, tetapi juga scrap dari lini produksi.
Skema ini menempatkan Rivian pada posisi yang jarang diambil pabrikan kendaraan listrik. Alih-alih membiarkan baterai bekas menumpuk atau sekadar dimusnahkan, perusahaan mengalirkannya ke mitra yang mengevaluasi setiap paket. Redwood menilai apakah satu paket masih bisa direpurpose untuk penyimpanan energi atau harus dibongkar dan didaur ulang. Keputusan itu menentukan jalur akhir setiap baterai, dari lantai pabrik hingga kembali ke rantai pasok material.
Baterai Bekas Jadi Sumber Energi Pabrik
Redwood mengumpulkan paket baterai tegangan tinggi yang tidak lagi layak dipakai di kendaraan melalui jaringan layanannya yang tersebar secara nasional. Paket-paket itu kemudian dikirim ke Redwood untuk dievaluasi. Jika modul di dalamnya masih sehat, modul tersebut dapat diintegrasikan ke sistem penyimpanan energi dan ditempatkan di fasilitas manufaktur Rivian atau lokasi lain. Sistem penyimpanan energi Redwood disebut mampu mengintegrasikan paket baterai lama dan baru dari berbagai produsen, sehingga menekan biaya dan mempercepat waktu penerapan.
Pendekatan ini menyasar persoalan yang jarang dibahas di industri kendaraan listrik. Ketika baterai kendaraan listrik berukuran besar rusak, biasanya masih banyak sel sehat di dalamnya. Namun proses perbaikan dinilai merepotkan, sehingga pabrikan kerap memilih jalan pintas dengan mengganti seluruh paket. Jika modul sehat itu diintegrasikan ke sistem penyimpanan stasioner, biaya listrik bisa ditekan dan jaringan tetap stabil saat permintaan tinggi. Dengan kapasitas penyimpanan yang cukup besar, operator dapat mengisi daya baterai ketika permintaan dan harga rendah, lalu mengekspornya ke jaringan saat permintaan dan harga lebih baik.
Pendiri sekaligus CEO Redwood Materials, JB Straubel, menyatakan bahwa setiap paket baterai Rivian yang kembali ke perusahaannya adalah sumber potensial energi penyimpanan jaringan domestik sekaligus material kritis. Ia menilai kemampuan Redwood mengintegrasikan dan menempatkan ulang baterai Rivian dengan teknologinya menjadi peluang untuk mewujudkan penyimpanan energi yang cepat, fleksibel, dan lebih hemat biaya. Straubel juga menyebut bahwa ketika permintaan dan biaya energi terus naik, bekerja sama dengan perusahaan seperti Rivian adalah cara pihaknya menghadapi tantangan tersebut.
Baca Juga:
Material Kritis Dipulihkan Lebih dari 95 Persen
Baterai tidak bertahan selamanya. Ketika akhirnya tiba waktunya dipensiunkan, Redwood dapat mendaur ulang baterai lama dan memulihkan lebih dari 95 persen mineral kritis seperti lithium, nikel, kobalt, dan tembaga. Material yang dipulihkan kemudian dapat dipakai ulang pada paket baterai baru tanpa harus menggali dari dalam tanah dan mengirimkannya dari jarak ribuan mil. Siklus ini menjadi inti dari perluasan kemitraan yang diumumkan Rivian dan Redwood.
Dari sisi operasional, perluasan kerja sama ini menyatukan dua aliran material yang berbeda. Scrap produksi baterai biasanya berasal dari sisa lini manufaktur, sementara paket baterai akhir masa pakai datang dari kendaraan yang sudah berhenti beroperasi. Keduanya kini masuk ke fasilitas Redwood dengan perlakuan yang disesuaikan. Paket yang masih memiliki modul sehat masuk jalur repurpose, sedangkan yang sudah tidak memungkinkan dibongkar untuk diambil materialnya.
Rivian sendiri merupakan startup mobil listrik asal California. Pabrik Normal menjadi pusat produksi utama perusahaan, tempat R1T, R1S, R2, dan van listrik dirakit. Keputusan menambah volume baterai bekas ke Redwood menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan baru, tetapi juga pada pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir. Bagi konsumen, jejak ini berkaitan langsung dengan bagaimana kendaraan listrik diperlakukan sepanjang siklus hidupnya.
Skema penyimpanan energi dari baterai bekas juga menyentuh sisi ekonomi jaringan listrik. Ketika permintaan listrik melonjak, sistem penyimpanan dapat membantu menjaga stabilitas. Sebaliknya, saat permintaan dan harga rendah, operator bisa mengisi daya untuk kemudian dijual kembali ke jaringan pada momen yang lebih menguntungkan. Pola ini menjadikan baterai bekas kendaraan listrik sebagai aset, bukan sekadar limbah.
Langkah Rivian dan Redwood memperlihatkan bahwa daur ulang baterai kini bergerak dari wacana menjadi operasi nyata. Dengan lebih dari 95 persen mineral kritis yang dapat dipulihkan, material yang sebelumnya harus ditambang dan diangkut dari jarak jauh berpotensi kembali ke rantai pasok. Bagi Rivian, ini berarti pabrik Normal tidak hanya dirakit kendaraan, tetapi juga disokong energi dari baterai bekas kendaraan yang lahir di sana.
Perluasan kemitraan ini juga menandai bahwa model bisnis daur ulang baterai mulai menemukan bentuknya di industri kendaraan listrik Amerika Serikat. Redwood berperan sebagai titik tengah antara produsen kendaraan, jaringan layanan, dan kebutuhan penyimpanan energi. Sementara Rivian menyediakan aliran bahan baku berupa scrap produksi dan paket baterai akhir masa pakai, Redwood mengolahnya menjadi dua keluaran: energi penyimpanan dan material kritis yang siap dipakai ulang.
Dengan cakupan yang terus bertambah, kemitraan ini menjadi salah satu contoh bagaimana produsen kendaraan listrik menangani sisi hilir baterai. Evaluasi per paket, keputusan repurpose atau daur ulang, hingga pemulihan mineral kritis menjadi rangkaian yang saling terhubung. Bagi pasar, perkembangan ini menunjukkan bahwa infrastruktur daur ulang baterai di Amerika Serikat mulai dibangun di sekitar pabrik kendaraan listrik yang sudah beroperasi.





Komentar
Belum ada komentar.