Telset.id – SUV full-size IM LS9 versi pembaruan tertangkap kamera saat menjalani uji jalan di Shanghai, China. Kendaraan listrik berjangkauan diperpanjang (EREV) milik merek premium IM Motors ini akan segera menerima sistem bantuan mengemudi canggih dengan tambahan sensor serta gagang pintu semi-hidden, berdasarkan pantauan CarNewsChina pada Oktober 2026.
IM Motors sendiri merupakan merek patungan antara SAIC dan Alibaba. Namun, di pasar luar China, model-modelnya dijual di bawah bendera MG yang dimiliki SAIC. Sebagai contoh, IM LS6 dipasarkan di luar China sebagai MG IM6. Artinya, LS9 versi pembaruan ini berpotensi menyusul jejak saudaranya ke pasar global, meski belum ada konfirmasi resmi soal rencana ekspornya.
IM Motors pertama kali meluncurkan LS9 sebagai model flagship di pasar domestik pada November 2025. SUV full-size ini dibanderol antara 332.800 hingga 379.800 yuan, setara 49.725 sampai 56.750 dolar AS. Sepanjang Januari hingga September 2026, IM Motors tercatat menyerahkan 9.789 unit ke konsumen domestik berdasarkan data China EV DataTracker.

Sensor Tambahan Jadi Sinyal ADAS Baru
Unit yang tertangkap dalam uji jalan di Shanghai masih tertutup kamuflase. Meski begitu, sosoknya mudah dikenali lewat lampu utama yang tersusun vertikal, intake udara berbentuk trapesium, LiDAR di atap dengan elemen LED, serta garis kaca yang khas. Secara keseluruhan, tampilan eksteriornya masih sangat mirip dengan model yang beredar saat ini.
Perubahan paling mencolok ada pada gagang pintu semi-hidden yang menggantikan model retractable sebelumnya. Penyesuaian ini sejalan dengan regulasi keselamatan gagang pintu terbaru di China yang akan berlaku pada 2027. Langkah ini menunjukkan IM Motors mulai mengantisipasi aturan yang lebih ketat, bukan sekadar menyegarkan tampilan.
Poin penting lainnya adalah blok sensor berukuran besar di fender depan. Blok tersebut mengintegrasikan tiga kamera dan satu sensor LiDAR. Sementara itu, model yang sedang dijual saat ini hanya mengandalkan satu LiDAR 520-line di atap yang mengirimkan informasi ke chip Nvidia Thor dengan daya komputasi puncak 700 TOPS.
Penambahan sensor ini mengindikasikan kendaraan akan mengadopsi sistem bantuan mengemudi yang lebih canggih. Langkah tersebut tampak sebagai jawaban atas sistem multi-LiDAR terbaru dari Geely lewat G-ASG G-Pilot H9 dan Li Auto dengan Embodied Intelligence. Persaingan di segmen SUV full-size premium China memang bergerak cepat ke arah kapabilitas otonom.
Baca Juga:
Spesifikasi dan Dimensi IM LS9
IM LS9 membawa dimensi besar dengan panjang 5.279 mm, lebar 2.000 mm, dan tinggi 1.806 mm. Sumbu rodanya mencapai 3.160 mm. Interiornya menawarkan enam kursi dengan konfigurasi 2+2+2, menyasar keluarga besar yang menginginkan kabin lega.

Di balik kap mesin bersemayam mesin 1,5 liter yang berperan sebagai generator. Ada dua pilihan baterai, yaitu 52 kWh dan 66 kWh. Varian entry-level IM LS9 mengadopsi penggerak dual-motor AWD dengan tenaga 380 kW atau setara 510 hp. Sementara itu, tersedia pula versi tri-motor dengan tenaga puncak gabungan 550 kW atau 738 hp.
Jangkauan listriknya tercatat 320 hingga 402 km dalam kondisi CLTC, atau setara 262 sampai 330 km menurut standar WLTP. Kombinasi mesin generator dan baterai ini menempatkan LS9 sebagai EREV, sehingga pengemudi tidak perlu bergantung penuh pada pengisian daya baterai. Bagi Anda yang memantau perkembangan skuter listrik dan kendaraan ramah lingkungan, pilihan moda transportasi lain bisa dilihat pada ulasan E-Bike Komuter Eropa.
Pembaruan IM LS9 ini memperlihatkan pola yang cukup jelas. Pabrikan tidak mengubah desain besar-besaran, melainkan fokus pada sensor, kepatuhan regulasi, dan kapabilitas perangkat lunak. Strategi ini efisien dari sisi biaya pengembangan, tetapi juga menandakan bahwa pertarungan di segmen ini kini lebih banyak terjadi di ranah sistem bantuan mengemudi ketimbang sekadar bentuk bodi.
Bagi konsumen di luar China, termasuk Indonesia, belum ada kepastian soal kehadiran versi pembaruan ini. Namun jejak IM LS6 yang menjelma MG IM6 di pasar internasional memberi gambaran bahwa model IM Motors kerap dikemas ulang di bawah merek MG. Jika pola itu berlanjut, LS9 versi baru berpotensi masuk ke pasar global dengan identitas MG.
Yang perlu dicatat, regulasi gagang pintu China 2027 menjadi pemicu nyata perubahan desain. Ini contoh bagaimana aturan keselamatan bisa mendorong pembaruan produk lebih cepat dari siklus facelift konvensional. Sementara itu, penambahan tiga kamera dan LiDAR di fender depan menunjukkan bahwa arsitektur sensor kendaraan ini disiapkan untuk level otonomi yang lebih tinggi.
Dari sisi kompetisi, langkah IM Motors menyasar langsung Geely dan Li Auto yang telah lebih dulu memperkenalkan sistem multi-LiDAR. Ini menegaskan bahwa segmen SUV full-size premium China kini diukur bukan hanya dari tenaga dan jarak tempuh, tetapi juga dari seberapa banyak sensor yang dibawa dan seberapa besar daya komputasi yang tersedia di baliknya.
Dengan kapasitas baterai hingga 66 kWh dan tenaga puncak 738 hp pada varian tri-motor, LS9 tetap berada di kelas atas. Namun angka jangkauan listrik 320 sampai 402 km CLTC memperlihatkan bahwa fokus utamanya bukan sekadar jarak tempuh murni, melainkan keseimbangan antara performa, kenyamanan kabin enam kursi, dan kemampuan bantuan mengemudi.
Pembaruan ini juga menyiratkan bahwa IM Motors menyiapkan LS9 untuk bersaing lebih lama di pasar domestik. Dengan 9.789 unit terkirim sepanjang Januari hingga September 2026, basis pelanggannya sudah terbentuk. Penambahan fitur ADAS dan penyesuaian gagang pintu menjadi cara menjaga relevansi tanpa harus merombak total model yang baru berusia sekitar satu tahun.
Sejauh mana sistem baru ini akan bekerja, belum ada detail resmi dari IM Motors. Yang terlihat dari uji jalan hanyalah konfigurasi sensor dan perubahan gagang pintu. Namun arahnya cukup jelas, yaitu menuju kendaraan dengan kemampuan bantuan mengemudi yang lebih kaya sensor, sejalan dengan tren industri otomotif China yang bergerak cepat ke arah sistem multi-LiDAR.
Untuk pasar Indonesia, kabar ini masih sebatas perkembangan industri di China. Namun bagi penggemar otomotif, dinamika ini memberi gambaran ke mana arah SUV listrik premium dalam satu hingga dua tahun ke depan. Kepatuhan regulasi dan kapabilitas sensor akan menjadi dua faktor penentu yang makin sering muncul dalam pembaruan model.
[READ_ALSO_PLACEHOLDER]





Komentar
Belum ada komentar.