Telset.id – Rivian resmi menghentikan penjualan varian termurah dari SUV R1S dan pikap R1T, yaitu model Dual Standard, yang memiliki baterai lebih kecil dan jangkauan lebih pendek. Langkah ini diambil seiring dengan dimulainya pengiriman kendaraan R2 ke pelanggan.
Varian Dual Standard sudah tidak lagi tersedia di konfigurator Rivian, seperti yang diketahui oleh pengamat setia merek tersebut pada Selasa lalu. Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat itu sebenarnya telah mengisyaratkan pada bulan Maret bahwa model tersebut akan dihentikan. “Kami sedang menyempurnakan jajaran kendaraan R1 kami tahun ini dan dengan itu akan menghentikan R1 Dual Standard,” ujar seorang juru bicara perusahaan kepada InsideEVs saat itu.
Model R1 Dual Standard hadir dengan sepasang motor dan opsi baterai terkecil dari Rivian. SUV R1S Dual Standard dibanderol seharga $76.990 sebelum biaya dan opsi tambahan. Kini, R1S termurah adalah varian R1S Dual yang dibanderol $83.990. Sementara itu, pikap R1T Dual Standard sebelumnya dijual seharga $72.990, dan kini harga terendah untuk R1T adalah $79.990. Kedua model yang dihentikan tersebut memiliki jangkauan EPA sejauh 270 mil. Sebagai perbandingan, upgrade ke paket baterai Large pada model Dual akan meningkatkan jangkauan EPA menjadi 329 mil yang lebih baik.
CEO Rivian RJ Scaringe sebelumnya mengungkapkan kepada InsideEVs bahwa sangat sedikit pelanggan mereka yang akhirnya membeli varian entry-level tersebut. R1T Dual Standard untuk waktu yang lama menjadi opsi termurah dari Rivian. Kini, model tersebut dihapus seiring dengan hadirnya model yang lebih terjangkau, yaitu R2. Rivian baru saja memulai pengiriman crossover massal pertamanya kepada pelanggan bulan ini. R2 Performance dengan Launch Package, yang menjadi varian pertama yang tersedia, dibanderol seharga $57.990. Tahun depan, Rivian berencana untuk meluncurkan versi seharga $45.000.
Strategi Baru Rivian
Keputusan untuk menghentikan varian Dual Standard ini merupakan bagian dari strategi Rivian untuk merampingkan lini produknya. Dengan fokus pada model yang lebih diminati pelanggan, perusahaan dapat mengoptimalkan produksi dan rantai pasokan. Langkah ini juga membuka jalan bagi model R2 yang lebih terjangkau, yang ditargetkan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Pelanggan yang mencari opsi paling hemat dari Rivian kini harus beralih ke model R2 yang baru diluncurkan.
Baca Juga:
Selain itu, Rivian juga terus mengembangkan layanan purnajualnya. Seperti yang kami laporkan sebelumnya, perusahaan menargetkan 80% servis dapat dilakukan melalui mobil teknisi keliling, sebuah inovasi yang bisa menjadi nilai tambah bagi pemilik kendaraan listrik. Di sisi lain, Rivian juga tengah menghadapi tantangan hukum terkait fitur self-driving Gen 1 yang digugat secara class action.
Implikasi dari langkah ini adalah Rivian kini sepenuhnya fokus pada segmen pasar yang lebih tinggi untuk lini R1, sementara model R2 akan menjadi ujung tombak untuk menarik konsumen dengan anggaran lebih terbatas. Dengan harga awal yang lebih tinggi untuk R1S dan R1T, Rivian berharap dapat meningkatkan margin keuntungan dan menyederhanakan produksi. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada seberapa besar permintaan untuk model R2 yang lebih murah.





Komentar
Belum ada komentar.