Telset.id – Ford secara resmi mengonfirmasi bahwa platform Universal EV (UEV) anyar mereka tidak akan digunakan untuk Mustang Mach-E, sebuah keputusan yang langsung menimbulkan tanda tanya besar soal kelanjutan model andalan listrik Ford di Amerika Serikat tersebut. Informasi ini terungkap dari sesi tanya jawab di situs resmi Ford, di mana mereka menjawab pertanyaan soal penggunaan platform UEV untuk Mach-E dengan jawaban singkat: “Tidak.”
Keputusan ini datang di saat yang krusial. Mustang Mach-E, yang diperkenalkan hampir tujuh tahun lalu, kini menjadi satu-satunya mobil penumpang listrik Ford di pasar AS setelah Ford menghentikan produksi F-150 Lightning. Meskipun sempat menjadi pesaing serius bagi Tesla Model Y, data penjualan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Penjualan tahunan Mach-E di AS hingga bulan Mei turun hampir setengahnya menjadi kurang dari 10.000 unit. Berakhirnya kredit pajak federal tentu menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut.
Ford menyebut platform UEV sebagai arsitektur berbiaya rendah yang dirancang dari awal (clean sheet) untuk memaksimalkan efisiensi kendaraan. Platform ini tidak hanya diperuntukkan bagi pikap, tetapi juga dirancang untuk mendukung SUV dan van. Meskipun bukan platform 800-volt, UEV diharapkan membawa peningkatan signifikan di semua aspek penting dibandingkan platform GE1 yang saat ini menjadi dasar Mach-E. Penegasan bahwa Mach-E tidak akan beralih ke platform ini secara langsung menimbulkan spekulasi mengenai strategi jangka panjang Ford untuk model tersebut.
Pernyataan CEO Ford Jim Farley Soal EV Generasi Pertama
Dalam wawancara dengan podcast Rapid Response, CEO Ford Jim Farley dengan blak-blakan mengakui bahwa kendaraan listrik generasi pertama Ford—termasuk F-150 Lightning dan Mustang Mach-E—dirancang dengan cara yang salah. Farley mengatakan bahwa perusahaan kini telah mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru tentang bagaimana pelanggan memilih EV. Ia mengulangi pernyataan serupa dalam wawancara dengan Car & Driver pada bulan Februari, di mana ia menegaskan Ford tidak merancang kendaraan listriknya dengan benar.
“Saya benar-benar akan melakukannya secara berbeda. Maksud saya, kami tidak tahu apa yang tidak kami ketahui,” ujar Farley saat ditanya tentang F-150 Lightning. Mengenai Mach-E, ia memberikan penjelasan lebih rinci tentang pendekatan desain yang salah. Farley mencontohkan bahwa wiring harness pada Tesla Model Y memiliki berat 70 persen lebih ringan dan panjangnya lebih pendek satu mil penuh, semata-mata karena desain yang dimulai dari awal.
Pernyataan ini memperkuat sinyal bahwa Ford mungkin tidak akan mempertahankan arsitektur lama untuk pengembangan model EV ke depannya. Industri otomotif sendiri tengah menyaksikan transformasi ke era listrik yang semakin masif, termasuk di ajang balap seperti NASCAR.
Baca Juga:
Apa Nasib Mustang Mach-E Selanjutnya?
Pertanyaan besarnya kini adalah: apakah Ford akan menghentikan Mach-E? Jawabannya, belum tentu. Ford masih bisa memberikan generasi berikutnya pada Mach-E yang tetap berbasis pada arsitektur saat ini. Namun, keputusan untuk tidak mengikutkan Mach-E dalam strategi platform UEV—yang menjadi tulang punggung masa depan EV Ford—tetap menimbulkan keraguan.
Ford memiliki beberapa opsi. Perusahaan bisa menggunakan platform dari pabrikan lain, seperti yang sudah mereka lakukan dengan platform MEB milik Volkswagen yang menjadi basis dua crossover untuk pasar Eropa. Ford juga telah menjalin kerja sama dengan Renault untuk memproduksi kendaraan bermerek Ford di atas platform Renault. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman spesifik mengenai crossover listrik baru untuk pasar AS yang menggunakan platform UEV. Meskipun dapat diasumsikan bahwa produk tersebut sedang dalam pengembangan, ketidakjelasan ini membuat masa depan Mach-E tetap menjadi misteri.
Ford tampaknya telah mempelajari apa yang perlu dipelajari dari generasi pertama EV mereka dan tidak ragu untuk meninggalkannya demi peluang baru. Langkah ini mirip dengan keputusan mereka menghentikan F-150 Lightning. Yang jelas, Ford sedang berada dalam fase transisi besar-besaran menuju strategi EV yang lebih efisien dan terintegrasi. Sementara itu, isu keamanan di era digital juga menjadi perhatian, dengan ancaman keamanan vibe coding yang bisa membocorkan data di aplikasi AI.
Implikasinya, pemilik dan calon pembeli Mach-E harus bersiap dengan kemungkinan bahwa model ini tidak akan mendapatkan penyegaran besar-besaran dalam waktu dekat. Ford lebih memilih untuk fokus pada desain ulang fundamental dari platform EV mereka, yang berarti model-model baru yang lebih kompetitif mungkin akan hadir, tetapi tidak dengan nama Mustang Mach-E. Bagi para penggemar, ini adalah pengingat bahwa di industri otomotif, tidak ada yang abadi, dan strategi yang berani seringkali berarti meninggalkan masa lalu demi masa depan yang lebih efisien.





Komentar
Belum ada komentar.