Telset.id – Range Rover secara resmi memperkenalkan anggota kelima terbaru dari lini produknya, yakni Range Rover GT, sebuah grand tourer berdesain fastback yang tampil lebih sporty di jalan raya. Debut dunia nyata model ini terungkap melalui video yang memperlihatkan prototipe-nya tengah melaju kencang di sirkuit Nürburgring, Jerman. Kendaraan ini merupakan model pertama yang dibangun di atas platform EMA baru dari JLR, dan akan hadir sebagai kendaraan listrik murni (BEV) terlebih dahulu sebelum opsi full-hybrid (HEV) menyusul di kemudian hari.
Produsen mobil mewah asal Inggris ini menciptakan kehebohan saat mengungkap Range Rover GT pada bulan lalu. Berbeda dengan jajaran SUV mewah yang sudah ada, Range Rover GT tampil sebagai grand tourer dengan profil rendah dan garis atap yang landai. Range Rover menyebut kendaraan baru ini sebagai “ekspresi baru yang memikat” dari brand tersebut, sekaligus menggambarkannya sebagai model “paling canggih secara teknologi” yang pernah mereka buat.
Desain GT ini merupakan hasil dari riset bertahun-tahun yang fokus pada fundamental formula GT, menurut Martin Limbert, Managing Director Range Rover. “Hasilnya adalah Range Rover paling mirip mobil, namun tetap mumpuni, yang pernah kami buat,” ujar Limbert. Faktor inilah yang menjadi pembeda utama antara GT dengan saudara-saudaranya yang lain.

Video baru dari @Wilcoblok menawarkan pandangan lebih dekat tentang Range Rover GT di dunia nyata. Prototipe yang masih tertutup kamuflase tebal itu tampak melaju kencang di Nürburgring. Meskipun masih banyak bagian yang disamarkan, desain sporty dari kendaraan ini mulai terlihat jelas, terutama dari profil fastback yang khas.
Bagian interior Range Rover GT mengikuti prinsip desain yang sama dengan eksteriornya: “kemurnian, presisi, dan kemodernan yang tenang,” kata Limbert. Layar digital besar berada di tengah dasbor, dengan layar pengemudi kecil yang menggantikan cluster instrumen tradisional. Setiap elemen dirancang secara sengaja untuk menciptakan rasa tenang. Sebagai contoh, ventilasi udara tersembunyi membentang di sepanjang kabin, sementara tekstil anyaman membungkus dasbor untuk menyembunyikan speaker.

Spesifikasi Baterai dan Jangkauan Range Rover GT
Range Rover GT diperkirakan akan menggunakan paket baterai 100 kWh. Dengan desain fastback yang aerodinamis, kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak hampir 500 mil (sekitar 800 km) dalam sekali pengisian daya. Angka ini lebih tinggi dibandingkan saudaranya, flagship Range Rover Electric SUV, yang berbasis platform MLA dengan paket baterai 118 kWh dan jangkauan hingga 373 mil (600 km).
Di Amerika Serikat, Range Rover GT listrik diperkirakan akan dibanderol mulai sekitar $90.000 dengan perkiraan jangkauan EPA minimal 300 mil. Sementara itu, di Inggris, posisinya berada di bawah Velar dengan harga yang kemungkinan akan melebihi £75.000 ($100.000).
Range Rover mengatakan detail lebih lanjut akan diumumkan akhir tahun ini. Sementara itu, perusahaan sedang bersiap meluncurkan SUV listrik pertamanya, yaitu flagship Range Rover Electric SUV yang berbasis platform MLA dari JLR.
Baca Juga:
Jadwal Produksi dan Posisi di Lini Produk
Produksi Range Rover GT dijadwalkan dimulai pada paruh pertama tahun 2027 di pabrik JLR di Halewood, Inggris. Jadwal ini mengikuti produksi flagship electric SUV dan model Sport yang lebih kecil. Dengan posisinya yang berada di bawah Velar, Range Rover GT melengkapi lini produk yang sudah ada sekaligus membuka segmen baru bagi brand tersebut.
Kehadiran Range Rover GT menandai langkah berani Range Rover dalam bereksperimen di luar segmen SUV tradisional. Dengan platform EMA baru yang menjadi fondasi pertama kalinya bagi brand ini, serta opsi powertrain yang dimulai dari BEV murni, model ini menjadi indikator arah masa depan elektrifikasi Range Rover. Pembaruan Emerald pada perangkat wearable menunjukkan tren teknologi yang serupa, di mana perusahaan-perusahaan besar terus mendorong inovasi di lini produk mereka.
Meskipun masih banyak detail yang belum diungkap, pengujian di Nürburgring menunjukkan bahwa Range Rover serius menggarap aspek performa GT ini. Kombinasi desain grand tourer dengan kemampuan off-road khas Range Rover akan menjadi daya tarik utama, meskipun klaim tersebut masih perlu dibuktikan saat peluncuran resmi nanti.
Dengan jangkauan yang diklaim hampir 800 km, Range Rover GT berpotensi menjadi salah satu grand tourer listrik dengan jarak tempuh terlama di pasaran. Angka ini tentu akan menjadi pertimbangan utama bagi konsumen yang menginginkan mobil listrik mewah untuk perjalanan jarak jauh. Keputusan Range Rover untuk memulai dengan varian BEV juga sejalan dengan tren industri otomotif global yang semakin beralih ke elektrifikasi.
Seperti halnya uji coba teknologi baru di bidang lain, pengembangan Range Rover GT menunjukkan bagaimana perusahaan besar berani mengambil risiko untuk menghadirkan produk yang berbeda dari biasanya. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana pasar akan merespons langkah berani Range Rover ini.





Komentar
Belum ada komentar.