Telset.id – Sebuah prototipe Hyundai IONIQ 5 tertangkap kamera di Korea Selatan dengan interior baru yang didominasi layar infotainment besar berukuran 17 atau 18 inci, memicu spekulasi bahwa model ini akan menjadi kendaraan SDV (Software Defined Vehicle) pertama Hyundai yang dijadwalkan meluncur pada 2027.
Hyundai Motor Group tengah menggenjot investasi besar-besaran di sektor software dan AI untuk menjadi pemimpin mobilitas berbasis perangkat lunak. Sistem infotainment dan OS baru bernama Pleos Connect menjadi inti dari strategi ini. Sistem yang berbasis Android Automotive OS ini mirip dengan yang ditemukan pada model Tesla, dengan aplikasi dan layar yang dapat dikustomisasi layaknya smartphone.
Grandeur menjadi model pertama yang meluncur dengan sistem infotainment baru ini di Korea pada awal tahun ini. Sementara itu, IONIQ 3 menjadi model Eropa pertama Hyundai yang menawarkan pengaturan berteknologi tinggi tersebut. Pada akhir dekade ini, Hyundai menargetkan sekitar 20 juta kendaraan Hyundai, Kia, dan Genesis akan dilengkapi dengan Pleos.
Sistem Pleos Connect disebut sebagai “langkah nyata pertama” menuju arsitektur SDV yang akan memungkinkan fitur baru di dalam mobil, kemampuan mengemudi otonom, dan pengalaman berkendara yang personal. Hyundai berencana meluncurkan SDV pertamanya pada 2027, dan indikasi awal menunjukkan IONIQ 5 bisa menjadi salah satu model pertama yang menerima upgrade ini.

Gambar yang diunggah oleh JHS_car.x melalui TheKoreanCarBlog menampilkan desain minimalis dengan satu layar infotainment sentral besar berukuran 17 atau 18 inci. Interior ini juga tampak tidak memiliki banyak tombol fisik, hanya dua toggle di roda kemudi. Desain ini sangat kontras dengan model IONIQ 5 saat ini yang masih mengandalkan kombinasi layar dan tombol fisik.
Pertanyaan besarnya adalah apakah Hyundai akan meluncurkan IONIQ 5 sebagai SDV pertamanya. Hal ini belum dikonfirmasi secara resmi. Prototipe yang tertangkap kamera ini bisa juga merupakan pembaruan siklus tengah atau sekadar refresh. Namun, sebagai kendaraan listrik terpopuler Hyundai, peluncuran SDV pada model ini terbilang masuk akal.
Bulan lalu, sebuah prototipe IONIQ 6 juga terlihat di dekat pusat R&D Hyundai di Eropa dengan pengaturan berteknologi tinggi yang serupa. Dengan rencana Hyundai meluncurkan SDV pertama pada akhir 2027, informasi lebih lanjut diperkirakan akan segera hadir.
Baca Juga:
Strategi Hyundai untuk menjadi pemimpin mobilitas berbasis software ini sejalan dengan upgrade software besar-besaran yang disiapkan Hyundai dan Kia. Adopsi sistem Pleos oleh Kia pada 2027 juga menegaskan komitmen grup ini terhadap ekosistem software terpadu.
Kehadiran layar besar tanpa banyak tombol fisik ini menunjukkan pergeseran filosofi desain Hyundai menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dengan software. Sistem Android Automotive OS memungkinkan pembaruan over-the-air yang lebih mulus dan integrasi aplikasi yang lebih luas, mirip dengan ekosistem Tesla.
Bagi konsumen, perubahan ini berarti pengalaman berkendara yang lebih personal dan terus berkembang seiring waktu. Fitur-fitur baru dapat ditambahkan melalui pembaruan software tanpa perlu mengubah hardware. Ini adalah fondasi dari konsep SDV yang diusung Hyundai.
Dengan target 20 juta kendaraan berbasis Pleos pada akhir dekade ini, Hyundai jelas serius membangun ekosistem software yang masif. Kehadiran prototipe IONIQ 5 dengan interior baru ini menjadi sinyal kuat bahwa transisi menuju SDV sedang berjalan cepat. Kita tinggal menunggu konfirmasi resmi dari Hyundai mengenai model mana yang akan menjadi SDV pertama mereka.
Perkembangan ini juga menarik untuk dicermati bagaimana Hyundai akan menghadirkan teknologi anyar pada model lain seperti Kona 2027 yang desainnya sempat bocor. Sementara itu, paten Hyundai yang membocorkan desain SUV off-road menunjukkan bahwa inovasi desain dan teknologi berjalan paralel di berbagai lini produk.
Implikasi dari langkah ini sangat luas. Bukan hanya soal layar yang lebih besar, tetapi bagaimana mobil berinteraksi dengan penggunanya. Sistem Pleos Connect yang berbasis Android Automotive OS akan membuka pintu bagi pengembang pihak ketiga untuk menciptakan aplikasi khusus kendaraan, memperkaya ekosistem yang ada.
Bagi pasar Indonesia, langkah Hyundai ini patut diperhatikan. Jika IONIQ 5 benar-benar menjadi SDV pertama, maka model yang beredar di pasar global termasuk Indonesia akan membawa perubahan signifikan dalam cara kita menggunakan mobil. Pembaruan fitur, peningkatan performa, hingga personalisasi pengalaman berkendara akan menjadi standar baru.
Namun, semua masih menunggu konfirmasi resmi. Apakah prototipe yang tertangkap kamera ini benar-benar SDV pertama Hyundai atau sekadar pembaruan desain? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, Hyundai sedang bergerak menuju masa depan di mana software menjadi jiwa dari setiap kendaraan yang mereka produksi.





Komentar
Belum ada komentar.