Telset.id ā Porsche memastikan generasi baru 718 Boxster dan 718 Cayman akan tersedia dengan penggerak listrik murni. Kepastian ini disampaikan perusahaan dalam ajang Capital Markets Day, sekaligus mengubur rumor sekaligus pernyataan Porsche sendiri di masa lalu bahwa versi paling eksklusif 718 masih akan memakai mesin bensin.
Keputusan ini masuk dalam strategi baru perusahaan bertajuk Sportwagenschmiede ā35, yang secara harfiah berarti ākerajinan mobil sportā. Strategi tersebut menjadi peta jalan Porsche di bawah CEO baru, Michael Leiters, untuk membawa pabrikan asal Jerman itu kembali ke jalur yang benar. Porsche memang tengah berada dalam posisi sulit, dan nasib mobil sport entry-level 718 menjadi salah satu poin krusial dalam strategi anyar tersebut.
Dua model listrik dua pintu itu dijadwalkan debut tahun depan, dengan tahun produksi penuh pertama baru akan berjalan pada 2028. Kabar ini sekaligus menutup berbagai laporan yang beredar selama setidaknya setahun terakhir, yang menyebut 718 listrik tertunda atau bahkan bakal dibatalkan. Sebelumnya, Porsche bahkan menyatakan model 718 teratas akan tetap menawarkan mesin bensin, sebuah pernyataan yang dinilai janggal karena 718 generasi sebelumnya sudah dihentikan produksinya dan mobil listrik baru ini dibangun di atas platform yang sepenuhnya berbeda.
Jejak uji 718 listrik sendiri sudah beberapa kali tertangkap. Prototipe 718 Boxster Listrik bahkan mulai terlihat menjalani pengujian di Nürburgring, sementara unit lain pernah terekam tengah mengisi daya di Supercharger Tesla.
Spesifikasi Masih Gelap, Harga Diprediksi Termurah
Hingga kini belum ada informasi resmi soal spesifikasi 718 listrik. Namun dari foto-foto spionase, mobil sport listrik ini diketahui memiliki port pengisian daya di bagian tengah belakang, dan gaya desainnya tidak akan jauh berbeda dari model generasi sebelumnya yang berhenti diproduksi tahun lalu. Soal harga juga masih belum diketahui, meski diperkirakan akan menjadi mobil dua pintu termurah di jajaran produk Porsche.
Bicara soal portofolio, merek mewah asal Jerman itu berencana menghadirkan lebih banyak model mulai 2028. Sebuah SUV kompak baru yang dikembangkan bersama Audi, dengan pilihan penggerak bensin dan plug-in hybrid, akan dijual berdampingan dengan Macan listrik. Porsche juga tengah mempertimbangkan SUV besar yang posisinya berada di atas Cayenne. Model terakhir, dengan kode internal K1, awalnya direncanakan debut sebagai EV terlebih dahulu, namun perusahaan kemudian berubah arah dan menyatakan model itu akan meluncur dengan konfigurasi bensin dan PHEV.
Baca Juga:
Perpindahan 718 ke tenaga listrik memang berpotensi memicu pro dan kontra di kalangan penggemar dan enthusiast. CEO Porsche pun menyadari topik ini sensitif. Meski mobil sport entry-level kemungkinan masih punya ruang kelonggaran, 911 yang legendaris disebut tak akan tersentuh. Leiters menegaskan bahwa ā911 tidak akan pernah menjadi listrikā.
Kendati demikian, pabrikan Jerman itu tengah mengembangkan platform super-sports-car bermesin tengah yang berpotensi diposisikan di atas 911. Arsitektur baru tersebut akan dipreview lewat mobil konsep bernama Mission S, yang akan debut pada 15 Oktober.
Strategi āValue Over Volumeā dan Efisiensi Biaya
Untuk merebut kembali posisi yang hilang, Porsche masuk jauh ke dalam filosofi āvalue over volumeā. Artinya, lebih banyak mobil mahal, lebih sedikit varian, dan lebih banyak model yang berlebihan. Perusahaan menyebut ingin menurunkan titik impas profitabilitas menjadi kurang dari 200.000 unit, sembari meraup keuntungan dari lini GT dan program individualisasi Exclusive Manufaktur.
Biaya juga akan ditekan di mana pun memungkinkan. Posisi manajemen dipangkas 40 persen dan total tenaga kerja berkurang 25 persen dalam jangka menengah. Belanja pengembangan akan dikurangi dengan meminimalkan kompleksitas di seluruh lini model serta memangkas waktu pengembangan. Penggunaan lebih banyak komponen bersama dengan Grup Volkswagen juga masuk dalam rencana.
Langkah efisiensi ini tak lepas dari kinerja keuangan Porsche. Tahun lalu, laba perusahaan anjlok menjadi hanya 101 juta dolar AS, turun dari 5,9 miliar dolar AS pada 2024. Ini bukan pertama kalinya pabrikan legendaris tersebut berjuang untuk masa depannya, dan tentu bukan yang terakhir. Namun jika sejarah menjadi panduan, Porsche akan melakukan apa pun untuk bertahan, dan diperkirakan tetap ada di masa yang bisa diperkirakan.
Di sisi lain, Porsche juga terus mengembangkan lini kendaraan listriknya. Model Cayenne Electric kini disebut memiliki kemampuan pengisian daya nirkabel 11 kW. Perusahaan juga menjalin kerja sama dengan Cylib dalam uji daur ulang baterai EV, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lini elektrifikasinya.
Dengan keputusan 718 menjadi EV murni, Porsche menegaskan arah elektrifikasi yang tak lagi setengah-setengah untuk segmen mobil sport entry-level. Namun, perusahaan tetap menjaga 911 sebagai benteng terakhir mesin pembakaran, setidaknya untuk saat ini.





Komentar
Belum ada komentar.