Telset.id ā Produksi mobil listrik Polestar 2 resmi berakhir di lini perakitan Luqiao, Tiongkok. Lebih dari 200.000 unit sedan listrik tersebut telah dibangun sejak model itu diluncurkan pada 2020, dan unit terakhirnya kini sudah keluar dari jalur produksi. Kabar ini dilaporkan sejumlah media Eropa seperti Electrive dan TV2 Broom, meski Polestar sendiri belum mengeluarkan pengumuman resmi terkait berhentinya produksi tersebut.
Berhentinya produksi Polestar 2 sejalan dengan rencana perusahaan yang sudah diumumkan sebelumnya. Polestar akan merilis versi pembaruan dari Polestar 2 pada 2027, lalu disusul SUV yang benar-benar baru, Polestar 7, pada awal 2028. Dengan demikian, penutupan lini Luqiao bukan akhir dari nama Polestar 2, melainkan jeda sebelum generasi penyegarannya masuk.
Konteksnya jadi lebih rumit karena Polestar sedang menarik diri dari pasar Amerika Serikat. Langkah itu diambil setelah Departemen Perdagangan pemerintahan Trump menolak memberikan otorisasi kepada Polestar berdasarkan Connected Vehicle Rule pada awal tahun ini. Alhasil, penggemar Polestar 2 di AS berisiko kehilangan akses ke versi pembaruan yang akan datang, meski harapan belum sepenuhnya tertutup.
Dari Konsep Volvo ke Brand Listrik Mandiri
Untuk memahami posisi Polestar 2, perlu melihat ke belakang. Model ini bukanlah supercoupe hybrid Polestar 1 yang berdaya 600+ hp, melainkan Polestar 2 yang justru menjadi kendaraan penentu berdirinya Polestar sebagai brand mandiri. Jejaknya bisa ditarik ke Volvo Concept 40.2 yang pertama kali ditampilkan pada 2016, yang semula diproyeksikan sebagai sedan entry-level baru untuk Volvo yang saat itu dimiliki Geely.
Rencana itu berubah ketika harga saham Tesla melambung hingga nilainya melebihi gabungan lima perusahaan mobil paling bernilai berikutnya. Setiap pabrikan kemudian berlomba mengumumkan rencana elektrifikasi penuh, dan Geely memilih jalan pintas: dua model Volvo berikutnya dalam pipeline mereka, yakni C90 coupe versi dari sedan S90 dan C40 sedan yang dipreview Concept 40.2, diubah menjadi Polestar. Setelah melalui merger SPAC, Polestar dipisahkan sebagai brand sendiri sekaligus perusahaan yang mayoritas dimiliki entitas Tiongkok.

Diskon Polestar 3 dan Polestar 4 Capai USD 25.000
Meski produksi Polestar 2 berhenti, bukan berarti tidak ada tawaran menarik di jajaran Polestar. Di AS, Polestar 3 Long-Range Single Motor (RWD) dibanderol mulai sekitar USD 67.500 dengan paket baterai 111 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 350 mil berdasarkan rating EPA. Versi puncak Performance hadir dengan penggerak all-wheel-drive dual-motor yang diklaim Polestar menghasilkan 380 kW atau sekitar 517 hp, cukup untuk melesat 0ā60 mph dalam kisaran 4 detik, meski jarak tempuhnya sedikit lebih pendek dari model dasar.
Angka USD 67.500 itu kini lebih bersifat sebagai usulan ketimbang harga final. Polestar menawarkan diskon USD 23.000 untuk Polestar 3 dan USD 25.000 untuk Polestar 4, baik berupa rebate, penyesuaian pasar, maupun skema lain. Artinya, pembeli berpotensi mendapatkan Polestar 3 atau Polestar 4 baru dengan teknologi EV Tiongkok dan warisan keselamatan Volvo di dalamnya dengan harga yang jauh lebih rendah. Jika memilih unit yang tepat di dealer yang tepat, harga bisa turun menjadi kurang dari USD 40.000.

Untuk pasar Indonesia sendiri, persoalan baterai tetap menjadi perhatian utama pemilik mobil listrik. Salah satu kendala yang sering dialami adalah baterai tetap terkuras meski kendaraan diparkir dalam waktu lama, hal yang perlu dipahami calon pembeli EV sebelum memutuskan model apa pun, termasuk Polestar.
Baca Juga:
Di sisi lain, aspek teknologi dan infrastruktur pendukung EV terus berkembang. Produsen komponen seperti Micron misalnya tengah mengubah pendekatan lewat Wafer Bonding dan High-NA EUV untuk memori generasi berikutnya. Sementara di ranah komputasi, HPE bahkan mengirim Spaceborne Computer ke bulan, menunjukkan bagaimana ekosistem teknologi bergerak cepat di banyak lini sekaligus.
Bagi pemilik kendaraan listrik maupun perangkat digital pendukungnya, kesiapan jaringan di rumah juga tak kalah penting. Ada sejumlah kesalahan umum yang kerap diabaikan saat menyiapkan jaringan rumah, dan hal ini relevan ketika kendaraan serta perangkat pintar makin terhubung ke internet.
Harga Polestar 2 Bekas di Bawah USD 22.000
Bagi yang tetap ingin memiliki Polestar 2, pasar bekas menawarkan peluang tersendiri. Ada kisah personal yang menarik: seorang anak dari penulis sumber berhasil mendapatkan Polestar 2 Long-Range Single Motor (RWD) 2024 berwarna Glacier dengan jarak tempuh 19.000 mil dengan harga di bawah USD 22.000. Harga itu tergolong mengejutkan untuk sebuah sedan hatchback sporty yang cepat dan mumpuni, sekaligus penerus layak bagi S40 yang hendak digantikannya.
Polestar 2 memang diposisikan sebagai fondasi solid bagi sebuah brand EV yang kemudian terseret ke pusaran politik. Dengan berhentinya produksi di Luqiao dan rencana pembaruan pada 2027, pasar bekas kemungkinan menjadi jalur paling realistis bagi konsumen yang ingin merasakan model ini sebelum generasi berikutnya hadir. Pembeli disarankan memeriksa kondisi baterai dan riwayat pemakaian, terutama karena perilaku pengurasan daya saat parkir bisa berbeda-beda tergantung kondisi unit.
Sebagai catatan, artikel sumber memuat tautan afiliasi berbayar untuk Polestar 2, Polestar 3, dan Polestar 4, serta menyinggung layanan EnergySage bagi yang mempertimbangkan pemasangan panel surya. Semua informasi harga dan ketersediaan di atas mengacu pada kondisi pasar AS sebagaimana dilaporkan sumber, dan belum tentu berlaku identik di pasar lain, termasuk Indonesia.
Yang jelas, berakhirnya produksi Polestar 2 menandai satu babak dalam perjalanan Polestar sebagai brand mandiri. Model yang lahir dari konsep Volvo Concept 40.2 itu telah membangun lebih dari 200.000 unit di Tiongkok dan menjadi pijakan bagi lini Polestar 3, Polestar 4, hingga Polestar 7 yang menyusul pada 2028. Sementara itu, diskon besar-besaran untuk Polestar 3 dan Polestar 4 menunjukkan bahwa persaingan harga di segmen EV premium masih berlangsung ketat.
[IMAGE_METADATA]






Komentar
Belum ada komentar.