📑 Daftar Isi

Pilot United Airlines Paul Holte di samping pesawat demonstrator Boom XB-1

Pilot United Uji Simulator Pesawat Supersonik Boom Overture

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Pilot United Airlines dan YouTuber Paul Holte uji simulator pesawat supersonik Boom XB-1 dan Overture
  • Pesawat Overture ditargetkan terbang jelajah di kecepatan Mach 2, memangkas waktu penerbangan transatlantik
  • Fitur unik: pilot harus gunakan kamera di roda hidung saat mendarat karena posisi hidung tinggi
  • XB-1 berhasil menembus batas suara, jadi testbed untuk Overture
  • United Airlines berminat jadikan Overture bagian dari armada masa depan
  • Belum ada tanggal pasti peluncuran komersial Overture

Telset.id – Seorang pilot United Airlines yang juga YouTuber, Paul Holte, mendapat akses langka ke program pengembangan pesawat supersonik Boom Supersonic di Colorado. Dalam video terbarunya, Holte menunjukkan pengalaman langsung menggunakan simulator untuk pesawat demonstrator XB-1 serta pesawat penumpang Overture yang direncanakan akan diproduksi.

Holte, yang menerbangkan pesawat untuk United dan mengelola kanal YouTube “My Layover Life,” mengunjungi fasilitas Boom Supersonic saat sedang dalam masa transit di Denver. Di sana, ia bertemu dengan chief test pilot Boom, Tristan Brandenburg, dan berkeliling program yang dibangun di sekitar pesawat demonstrator XB-1.

Sebelumnya tahun ini, pesawat demonstrator XB-1 berhasil menembus batas kecepatan suara untuk pertama kalinya. XB-1 berfungsi sebagai wahana uji coba untuk Overture yang lebih besar, yang dirancang menjadi pesawat komersial supersonik pertama sejak pensiunnya Concorde pada tahun 2003.

Boom membidik agar Overture dapat terbang jelajah pada kecepatan hampir Mach 2, atau sekitar dua kali kecepatan suara. Kemampuan ini diperkirakan akan memangkas waktu penerbangan transatlantik dan transpasifik secara drastis. Pada kecepatan tersebut, penerbangan New York ke Frankfurt bisa ditempuh hanya dalam waktu lebih dari empat jam, sementara Los Angeles ke Sydney mungkin membutuhkan waktu kurang dari sembilan jam. United Airlines telah menyatakan minatnya terhadap pesawat ini sebagai bagian dari rencana armada masa depannya.

Dalam video tersebut, Holte diizinkan menjalani sesi di simulator XB-1. Selama pengujian, ia berakselerasi melewati Mach 1 dan merasakan transisi menuju penerbangan supersonik. Ia juga melakukan manuver supersonic aileron roll. Dalam percakapan dengan Holte, Brandenburg menjelaskan aspek teknis penerbangan supersonik, termasuk bagaimana kondisi atmosfer tertentu dapat membatasi efek sonic boom di permukaan tanah. Boom sedang berupaya menyempurnakan teknologinya untuk memenuhi persyaratan regulasi terkait operasi supersonik di atas daratan.

Baca Juga:

Simulasi Soroti Pengalaman Pilot yang Unik

Satu fitur desain khas yang menonjol bagi Holte selama sesi simulasi adalah posisi hidung Overture yang tinggi saat mendarat. Seperti yang ditunjukkan oleh pilot berpengalaman tersebut, karena hidung Overture berada tinggi saat mendarat, pilot harus menggunakan kamera di dekat roda hidung, bukan pandangan langsung ke depan, untuk menentukan keselarasan landasan pacu.

Holte juga menguji simulator pesawat penumpang Overture, dengan mendaratkan penerbangan virtual di Bandara London Heathrow. XB-1 sendiri tidak akan membawa penumpang, namun Boom dengan cermat menelaah data penerbangannya untuk menyempurnakan desain Overture.

Pengembangan pesawat Overture masih berlangsung, dan belum ada tanggal pasti untuk memasuki layanan komersial. Jika berhasil, program ini dapat memulihkan perjalanan komersial supersonik untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Menurut Holte, pengalaman tersebut merupakan pratinjau menarik dari babak baru dunia penerbangan.

Tur berpemandu ini memberikan pilot dan YouTuber tersebut gambaran langka tentang upaya yang berkembang untuk mengatasi hambatan teknis, ekonomi, dan regulasi yang membuat pesawat Concorde ikonik itu berhenti beroperasi. Perkembangan ini juga menjadi sorotan di tengah tren Fitur Terbaru di dunia teknologi, termasuk di ranah wearable.

Sementara itu, industri penerbangan komersial terus berinovasi. Boom Supersonic berusaha menghadirkan kembali era perjalanan udara yang lebih cepat, sebuah konsep yang telah lama dinantikan oleh para pelancong bisnis dan penggemar penerbangan. Keberhasilan program ini akan bergantung pada kemampuan Boom untuk memenuhi standar keselamatan, kebisingan, dan efisiensi bahan bakar yang ketat.

Dari segi data, klaim Boom bahwa Overture dapat memangkas waktu penerbangan secara signifikan didasarkan pada kecepatan jelajahnya yang hampir Mach 2. Jika terealisasi, rute seperti New York ke London yang biasanya memakan waktu sekitar tujuh jam bisa dipotong menjadi setengahnya. Hal ini tentu akan mengubah peta persaingan maskapai penerbangan global.

Selain itu, penggunaan kamera untuk membantu pendaratan menunjukkan pendekatan desain yang berani dari Boom. Ini bukan sekadar gimmick, melainkan solusi teknis yang diperlukan akibat bentuk aerodinamis pesawat yang ekstrem. Pilot akan membutuhkan pelatihan khusus untuk beradaptasi dengan sistem ini.

Belum ada kepastian kapan Overture akan resmi mengudara secara komersial. Namun, dengan dukungan dari United Airlines dan kemajuan teknologi yang ditunjukkan melalui XB-1, langkah Boom Supersonic patut diapresiasi. Jika berhasil, ini akan menjadi lompatan besar dalam sejarah penerbangan sipil, mengingat sudah lebih dari 20 tahun sejak Concorde pensiun.

Di sisi lain, tantangan regulasi masih menjadi batu sandungan. Sonic boom yang dihasilkan pesawat supersonik saat terbang di atas daratan dilarang di banyak negara. Boom mengklaim sedang mengembangkan teknologi untuk meredam efek tersebut, namun implementasinya masih harus dibuktikan.

Kunjungan Paul Holte ke fasilitas Boom Supersonik memberikan perspektif unik dari sudut pandang pilot komersial. Ia tidak hanya melihat simulator, tetapi juga merasakan langsung bagaimana rasanya menerbangkan pesawat supersonik. Pengalaman ini, menurutnya, adalah pratinjau menarik tentang masa depan penerbangan.

Dengan segala ambisi dan tantangan yang ada, Boom Supersonic tetap menjadi salah satu perusahaan yang paling menarik untuk diikuti di industri dirgantara. Keberhasilan mereka bisa menjadi katalis bagi kebangkitan perjalanan supersonik, sesuatu yang selama ini hanya menjadi kenangan sejak era Concorde.

Komentar

Belum ada komentar.