šŸ“‘ Daftar Isi

Jeep Grand Wagoneer EREV mengalami penundaan produksi hingga November 2027

Penundaan Lagi: Jeep dan Ram EREV Mundur ke 2027

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Stellantis menunda peluncuran Jeep Grand Wagoneer EREV dan Ram 1500 REV
  • Ram 1500 REV mundur dari akhir 2026 ke sekitar April 2027
  • Grand Wagoneer EREV alami penundaan enam bulan, produksi November 2027
  • Grand Wagoneer EREV punya baterai 92 kWh, mesin V6 3.6L, tenaga 647 hp
  • Jarak tempuh gabungan 500 mil dengan pengisian penuh dan tangki bensin penuh
  • Hyundai, Genesis, Ford, dan Scout juga kembangkan teknologi EREV
  • Hyundai Santa Fe EREV hadir paruh pertama 2027, dibangun di Alabama
  • Penundaan berulang berisiko membuat Stellantis tertinggal di pasar AS

Telset.id – Stellantis kembali menunda peluncuran kendaraan listrik jarak jauh (EREV) untuk merek Jeep dan Ram. Menurut laporan Automotive News, Ram 1500 REV yang semula dijadwalkan hadir akhir 2026 kini mundur ke sekitar April 2027, sementara Grand Wagoneer EREV mengalami penundaan enam bulan dan baru akan diproduksi November 2027.

Penundaan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian kemunduran jadwal yang dialami Stellantis. Sebelumnya, perusahaan sempat membatalkan total rencana Ram 1500 REV versi full electric tahun lalu. Kini, fokus perusahaan beralih ke teknologi EREV yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik.

Jadwal dan Spesifikasi Ram 1500 REV

Ram 1500 REV, yang awalnya dikenal sebagai Ramcharger, merupakan pickup listrik jarak jauh pertama dari merek Ram. CEO Stellantis Antonio Filosa sebelumnya menyebut Ram memiliki ā€œrangkaian produk yang jauh lebih komprehensifā€ yang akan segera hadir, termasuk kendaraan EREV pertamanya.

Berbeda dengan kendaraan full electric, EREV tetap memiliki mesin bensin yang berfungsi menghasilkan listrik untuk mengisi baterai dan memperpanjang jarak tempuh saat daya menipis. Teknologi ini menjadi solusi tengah antara mobil listrik murni dan kendaraan konvensional.

Ram-extended-range-EV-delayed

Penundaan terbaru ini membuat Ram 1500 REV tidak akan hadir di pasar hingga kuartal kedua 2027. Padahal, persaingan di segmen pickup listrik semakin ketat dengan kehadiran berbagai pemain baru.

Grand Wagoneer EREV: Performa Flagship yang Tertunda

Jeep Grand Wagoneer EREV disebut akan menjadi kendaraan extended-range pertama di Amerika Serikat saat mulai dijual tahun depan. SUV mewah ini mengusung paket baterai 92 kWh yang dipadukan dengan mesin V6 3.6 liter yang menggerakkan generator 130 kW.

Menurut Stellantis, kombinasi tersebut menghasilkan jarak tempuh gabungan 500 mil dengan sekali pengisian penuh dan tangki bensin penuh. Jeep mengklaim Grand Wagoneer EREV ā€œmenetapkan standar baru dalam performa flagshipā€ dengan estimasi tenaga 647 horsepower dan torsi 620 lb-ft.

Jeep-extended-range-EV-delayed

Akselerasi 0 hingga 60 mph disebut mampu ditempuh dalam lima detik. Namun, jadwal produksi yang semula direncanakan awal tahun ini kini mundur, dan Grand Wagoneer EREV baru akan keluar dari jalur produksi pada November 2027.

Penundaan berulang ini terjadi di tengah semakin banyaknya produsen otomotif yang justru mempercepat pengembangan teknologi EREV. Hyundai, Genesis, Ford, dan Volkswagen melalui merek Scout-nya berencana memperkenalkan kendaraan extended-range dalam beberapa tahun ke depan.

Hyundai dijadwalkan meluncurkan Santa Fe EREV sebagai kendaraan extended-range pertamanya pada paruh pertama 2027. Model ini akan dibangun di pabrik Hyundai di Alabama dan dipasarkan di Amerika Serikat.

Jeep-extended-range-EV-delayed

Dengan mundurnya jadwal peluncuran, Stellantis berisiko semakin tertinggal dari kompetitor di pasar Amerika Serikat. Padahal, teknologi EREV dipandang sebagai jembatan penting menuju elektrifikasi penuh, menawarkan keunggulan jarak tempuh tanpa kekhawatiran infrastruktur pengisian daya.

Keputusan Stellantis untuk memprioritaskan teknologi EREV menunjukkan strategi perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar yang masih menginginkan fleksibilitas mesin konvensional. Namun, penundaan yang berulang menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan perusahaan dalam mengeksekusi rencana elektrifikasinya.

Bagi konsumen yang sudah menantikan kehadiran Grand Wagoneer EREV atau Ram 1500 REV, kabar ini tentu mengecewakan. Namun, perusahaan tampaknya lebih memilih memastikan kesiapan produk daripada terburu-buru meluncurkan kendaraan yang belum matang.

Perkembangan ini juga menjadi pelajaran berharga tentang kompleksitas transisi industri otomotif menuju elektrifikasi. Meskipun teknologinya menjanjikan, rantai pasokan, kesiapan produksi, dan strategi pasar tetap menjadi tantangan besar bagi semua pemain industri.

Stellantis sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai penundaan terbaru ini. Informasi yang beredar masih berdasarkan laporan Automotive News yang mengutip sumber internal perusahaan.

Jeep dan Ram bukan satu-satunya merek yang mengalami kendala elektrifikasi. Berbagai insiden teknis juga sempat menimpa lini produk Jeep, termasuk masalah pada sistem kelistrikan yang memicu penarikan ribuan unit kendaraan.

Meski demikian, komitmen Stellantis terhadap teknologi EREV tampaknya tidak goyah. Kehadiran mesin bensin sebagai generator pada kendaraan listrik jarak jauh dinilai sebagai solusi praktis untuk pasar Amerika yang memiliki karakteristik perjalanan jauh.

Dengan jadwal baru yang diumumkan, konsumen harus bersabar hingga 2027 untuk dapat merasakan langsung teknologi EREV dari Jeep dan Ram. Pertanyaannya, akankah ada penundaan berikutnya?

[TITLE_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.