📑 Daftar Isi

BMW iX3 model terbaru diparkir di depan showroom dengan latar bendera Amerika Serikat

Penjualan EV BMW di AS Anjlok, iX3 Jadi Penyelamat

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Penjualan gabungan EV dan PHEV BMW di AS turun 18,1% pada Q2 2026
  • Penjualan BEV BMW diperkirakan anjlok 41% menjadi 6.547 unit
  • Penjualan PHEV justru naik 22,9%, menunjukkan pergeseran preferensi konsumen
  • BMW iX3 akan meluncur di AS September 2026 dengan 100.000 pesanan global
  • Model i3 dan iX5 menyusul pada 2027 untuk memperkuat lini EV BMW
  • Secara global, pengiriman EV BMW naik 5,2% didorong pasar Eropa

Telset.id – Penjualan kendaraan listrik murni (BEV) BMW di Amerika Serikat mengalami penurunan drastis pada kuartal kedua 2026, meskipun penjualan kendaraan secara keseluruhan justru meningkat signifikan. Model terbaru BMW iX3 yang akan segera hadir diproyeksikan menjadi kunci untuk membalikkan tren negatif ini.

Berdasarkan laporan internal yang dirilis, penjualan BMW di AS pada Q2 2026 tumbuh 13% year-over-year menjadi 102.713 unit, melampaui rata-rata pasar. Namun, di balik angka positif tersebut, terdapat kabar buruk bagi lini elektrifikasi pabrikan asal Jerman ini. Gabungan penjualan kendaraan listrik murni (BEV) dan plug-in hybrid (PHEV) justru ambles hingga 18,1% pada periode yang sama.

BEVs Anjlok, PHEVs Justru Naik

BMW tidak merinci secara terpisah volume penjualan BEV dan PHEV di AS. Akan tetapi, perusahaan mengungkapkan bahwa penjualan PHEV justru meningkat 22,9%. Data ini mengindikasikan bahwa penurunan penjualan BEV BMW di Amerika jauh lebih dalam dari angka gabungan yang dilaporkan. Estimasi dari Cox Automotive memperkuat dugaan ini, di mana penjualan EV BMW pada Q2 2026 diperkirakan turun sekitar 41%, dari 11.094 unit menjadi hanya 6.547 unit.

Penurunan ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Tren serupa juga terjadi pada konsumen mobil Amerika yang lebih memilih PHEV dibandingkan BEV murni. Salah satu faktor utamanya adalah berakhirnya kredit pajak sebesar $7.500 untuk pembelian EV, yang secara langsung mengurangi daya tarik finansial kendaraan listrik di mata konsumen. Selain itu, lini produk EV BMW saat ini dinilai sudah tidak segar lagi, meskipun kehadiran model-model baru seperti i3, iX3, dan iX5 diharapkan dapat mengubah situasi dalam waktu dekat.

iX3 Jadi Andalan Baru

BMW secara spesifik menyoroti peluncuran iX3 di AS pada September 2026 sebagai langkah penting jangka pendek untuk membangkitkan kembali penjualan EV. Model ini merupakan bagian dari generasi Neue Klasse yang menjanjikan teknologi baterai mutakhir dengan pengisian daya super cepat dan jarak tempuh lebih dari 400 mil. Antusiasme pasar terhadap iX3 terbilang tinggi, terbukti dengan pesanan global yang sudah mendekati angka 100.000 unit.

“iX3 seharusnya memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi penjualan EV BMW di AS saat tiba pada bulan September, terutama karena pesanan global sudah mendekati 100.000,” demikian pernyataan yang dikutip dari laporan tersebut. Permintaan awal yang kuat ini menjadi indikator positif bahwa model tersebut beresonansi dengan pembeli di seluruh dunia. Kini, BMW perlu menerjemahkan momentum global tersebut menjadi volume penjualan nyata di pasar AS yang sedang lesu.

Selain iX3, BMW juga akan meluncurkan versi terbaru dari i7 dengan jangkauan 350 mil dan pengisian daya yang lebih cepat. Model i3 dan iX5 dijadwalkan mencapai AS pada tahun 2027, memberikan BMW lini produk EV yang lebih luas dan kompetitif untuk membangun kembali penjualan.

Kontras dengan Performa Global

Penurunan penjualan EV di Amerika Serikat sangat kontras dengan performa global BMW. Pada Q2 2026, BMW dan Mini berhasil mengirimkan 116.807 kendaraan listrik murni secara global, meningkat 5,2% year-over-year. Kenaikan ini terutama didorong oleh pasar Eropa, di mana pengiriman EV melonjak 38% menjadi 81.445 unit, seiring dengan dimulainya pengiriman iX3 di kawasan tersebut. BMW bahkan menempati posisi kedua sebagai merek EV terlaris di Jerman pada periode yang sama.

Namun, jika melihat paruh pertama tahun 2026 secara global, hasilnya kurang positif. BMW Group mengirimkan 204.295 EV di seluruh dunia hingga Juni, turun 7,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Gabungan pengiriman EV dan PHEV juga turun 7,4% menjadi 295.407 unit. Sementara itu, penjualan global BMW secara keseluruhan menurun 4,2%, sebagian besar disebabkan oleh penurunan tajam di China, sebuah tantangan yang juga dihadapi oleh Mercedes-Benz.

Penurunan penjualan EV BMW di AS menjadi pengingat bahwa pasar kendaraan listrik di negara tersebut masih menghadapi tantangan berat. Faktor seperti hilangnya insentif pajak dan preferensi konsumen yang bergeser ke PHEV menjadi hambatan utama. Kesuksesan iX3 di AS akan menjadi ujian krusial bagi strategi elektrifikasi BMW ke depan. Jika model ini mampu menarik minat konsumen Amerika, maka BMW memiliki peluang besar untuk memulihkan posisinya di segmen EV yang semakin kompetitif.

Bagi konsumen yang tertarik dengan tren elektrifikasi global, perkembangan ini menunjukkan dinamika pasar yang menarik. Sementara EV kehilangan daya tarik di AS karena faktor kebijakan, Eropa justru menunjukkan pertumbuhan pesat. BMW perlu menavigasi perbedaan ini dengan cermat melalui strategi produk yang tepat.

Dengan pesanan global yang sudah mendekati 100.000 unit, iX3 memiliki modal awal yang kuat. Namun, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana menerjemahkan antusiasme global tersebut menjadi penjualan nyata di Amerika Serikat, di mana pasar EV secara luas sedang mengalami penurunan. Semua mata kini tertuju pada September 2026, saat iX3 resmi mendarat di dealer-dealer Amerika.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.