Telset.id ā Slate Auto dikabarkan dapat memulai pengiriman mobil ke pelanggan lebih cepat dari jadwal, yakni mulai Desember 2026. Kabar ini muncul setelah sebelumnya perusahaan hanya menyatakan penjualan akan dimulai pada akhir 2026. Informasi tersebut dilaporkan oleh Business Insider pada Kamis, berdasarkan email yang dikirimkan kepada sejumlah pelanggan yang telah melakukan preorder.
Langkah ini terbilang tidak biasa bagi sebuah startup otomotif. Umumnya, perusahaan baru justru mengalami penundaan jadwal peluncuran kendaraan listrik pertamanya karena berbagai kendala logistik dan produksi. Tesla pun pernah mengalami keterlambatan jadwal peluncuran EV baru dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Slate Auto justru memajukan jadwal pengiriman awal mereka.
Detail Pengiriman dan Harga Slate EV Truck
Dalam email yang dilihat Business Insider, Slate Auto memberitahu sebagian pelanggan preorder bahwa mereka bisa memindahkan tanggal pengiriman lebih awal, yaitu Desember 2026. Sebelumnya, perusahaan hanya menyebut penjualan akan dimulai menjelang akhir tahun ini. Kini, calon pembeli memiliki kepastian bulan yang lebih jelas.
Terdapat dua tipe pelanggan awal Slate. Pertama, mereka yang membayar deposit $50 yang dapat dikembalikan hanya untuk mengamankan slot pengiriman. Kedua, mereka yang membayar $300 untuk preorder non-refundable. Email tersebut dikirimkan kepada pelanggan tipe kedua, dan isinya menanyakan apakah mereka menginginkan window pengiriman yang lebih awal dari perkiraan semula.
Menurut laporan Business Insider, Slate memberikan dropdown box bagi pelanggan yang tertarik untuk memilih window pengiriman baru. Opsi paling awal yang tersedia adalah Desember tahun ini. Bagi pelanggan yang ingin menunggu lebih lama, tersedia window pengiriman lain di tahun 2027, seperti āJuli-September 2027ā atau opsi yang lebih ambigu seperti ācoming soon 2027ā.
Soal harga, Slate EV truck akan dibanderol mulai dari $26.400 termasuk biaya destination. Dengan banderol tersebut, truk listrik mungil ini diprediksi menjadi kendaraan listrik termurah di Amerika saat diluncurkan, mengungguli Nissan Leaf dan Chevy Bolt. Namun perlu dicatat, harga dasar tersebut belum termasuk berbagai aksesori yang bisa menaikkan harga jual truk tersebut.
Kabar percepatan pengiriman ini menarik untuk disimak, terutama mengingat konsep harga termurah yang diusung Slate. Dengan pendekatan berbeda dari kompetitor, Slate berusaha menekan biaya produksi seminimal mungkin.
Antusiasme Pasar dan Tantangan Produksi
Antusiasme pasar terhadap truk listrik Slate terbilang tinggi. Saat pertama kali membuka deposit $50, perusahaan mengaku menerima lebih dari 100.000 deposit. Kemudian, ketika membuka preorder $300 pada bulan Juni laluābersamaan dengan pengumuman harga trukāSlate mengklaim mendapatkan 10.000 preorder dalam beberapa jam pertama.
Meski demikian, belum diketahui berapa banyak dari pelanggan tersebut yang akan mendapatkan jadwal pengiriman Desember. Yang jelas, semua mata kini tertuju pada kemampuan Slate dalam meningkatkan produksi secara cepat dan mulus. Perusahaan mengklaim memiliki kapasitas produksi 150.000 truk per tahun di pabriknya yang berlokasi di Indiana.
Menariknya, persaingan di segmen truk listrik murah ini mulai memanas. Ford dikabarkan akan membuka preorder untuk Ford Fathom yang dibanderol sekitar $30.000 pada awal 2027. Truk listrik Ford tersebut kemungkinan akan hadir dengan fitur standar seperti power window dan radioāfitur yang justru tidak dimiliki Slate secara bawaan. Ford bahkan memasang target produksi tinggi, yakni 100.000 unit di tahun pertama, sebagaimana dilaporkan The Wall Street Journal.
Slate sendiri didukung pendanaan dari Jeff Bezos, pendiri Amazon. Persaingan antara dua raksasa ini tentu akan menarik untuk disaksikan. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang harga resmi Slate di pasar lain, informasi lengkapnya bisa disimak lebih lanjut.
Baca Juga:
Pertanyaan besarnya kini adalah seberapa besar ruang yang tersedia di pasar EV Amerika untuk truk listrik murah semacam ini. Akankah konsumen berbondong-bondong beralih dari truk konvensional ke truk listrik murah? Atau justru fitur-fitur dasar yang minim akan membuat mereka berpikir dua kali?
Desember nanti, kita akan mulai mendapatkan jawabannya. Jika Slate berhasil memenuhi janji pengiriman awal ini, perusahaan tersebut akan mencatatkan sejarah sebagai startup otomotif yang justru memajukan jadwal peluncuranāsebuah pencapaian langka di industri yang sarat tantangan ini.
Masih ada satu pertanyaan yang belum terjawab: bagaimana respons pasar terhadap truk listrik dengan desain tidak konvensional ini? Terutama ketika kompetitor seperti Ford menawarkan fitur lebih lengkap dengan selisih harga yang tidak terlalu jauh. Namun, dengan harga jual yang lebih rendah dan jadwal pengiriman yang lebih cepat, Slate tampaknya ingin mengambil posisi first-mover di segmen truk listrik murah Amerika.
Keputusan Slate untuk memajukan jadwal pengiriman ini juga menunjukkan optimisme perusahaan terhadap kesiapan produksinya. Meskipun demikian, sejarah industri otomotif menunjukkan bahwa ramp-up produksi massal sering kali menemui hambatan tak terduga. Semua pihak tentu berharap Slate dapat membuktikan bahwa startup sekalipun mampu memenuhi komitmen jadwalnya.





Komentar
Belum ada komentar.