Telset.id – Startup penyimpan energi asal Belanda, Ore Energy, mengumumkan perolehan pendanaan Seri A senilai $43 juta atau sekitar Rp693 miliar dari Plural dan HV untuk mengembangkan teknologi baterai besi-udara. Pendanaan ini menjadikan total dana yang terkumpul perusahaan mencapai lebih dari $61 juta, dan akan digunakan untuk mendirikan fasilitas manufaktur pertama mereka menuju target produksi skala gigawatt-jam pada 2028.
Kabar pendanaan ini datang hanya beberapa pekan setelah Ore Energy mengumumkan kesepakatan besar dengan pemasok energi Belanda, Budget Thuis, untuk memasang sistem penyimpanan energi besi-udara berkapasitas 1 gigawatt-jam (GWh). Kesepakatan tersebut menjadi kontrak baterai besi-udara terbesar di Eropa daratan dan merupakan perjanjian penyimpanan besi-udara pertama dengan pemasok energi Eropa.
Teknologi Baterai Besi-Udara untuk Jaringan Listrik Eropa
Proyek dengan Budget Thuis ini dimulai dengan fase pertama berkapasitas 400 megawatt-jam (MWh) yang direncanakan selesai pada 2028. Sistem ini akan terhubung ke jaringan listrik Belanda menggunakan desain baterai kontainer milik Ore Energy. Berbeda dengan baterai lithium-ion yang umumnya hanya mampu menyuplai energi selama beberapa jam, baterai besi-udara Ore Energy dapat menyimpan listrik hingga 100 jam.
Teknologi ini menggunakan bahan sederhana berupa besi, air, dan udara, yang dirancang untuk mengisi celah pasokan energi terbarukan selama beberapa hari. Baterai dikemas dalam kontainer modular berukuran 40 kaki yang dapat dirangkai secara seri untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan.

Meski baterai besi-udara memiliki kelemahan berupa ukuran yang lebih besar dan efisiensi lebih rendah dibanding lithium-ion, materialnya yang sederhana dan murah memberikan keunggulan biaya untuk sistem skala jaringan. Untuk penyimpanan energi angin dan surya yang murah selama berhari-hari, faktor ukuran menjadi kurang penting dibandingkan biaya total.
Bagi Budget Thuis, tujuan utama proyek ini adalah menyimpan kelebihan energi angin saat pasokan melimpah dan melepaskannya kembali ke jaringan ketika produksi energi terbarukan menurun dan harga listrik naik. Perusahaan menyatakan baterainya dapat dikonfigurasi untuk durasi penyimpanan antara 24 hingga 100 jam.
Dukungan Rantai Pasok Eropa dan Target 2028
Karena teknologinya hanya menggunakan besi, air, dan udara, Ore Energy dapat mengandalkan rantai pasok Eropa dan menghindari ketergantungan pada mineral kritis yang umum digunakan pada baterai konvensional. Hal ini menjadi nilai tambah di tengah upaya Eropa mengurangi ketergantungan pada impor material baterai.
“Jaringan listrik Eropa sudah membatasi energi bersih dalam skala besar, menyia-nyiakan listrik yang memakan biaya miliaran untuk dihasilkan, sementara kita tetap bergantung pada bahan bakar fosil untuk menutup celah pasokan,” ujar CEO dan salah satu pendiri Ore Energy, Aytaç Yilmaz. “Baterai durasi pendek saja tidak bisa memperbaiki ini. Mereka hanya menggeser energi surya beberapa jam, tetapi jaringan listrik Eropa yang bergantung pada angin membutuhkan penyimpanan yang bekerja dalam hitungan hari, bukan jam.”
Yilmaz menambahkan bahwa proyek Budget Thuis merupakan langkah berikutnya dalam komersialisasi teknologi perusahaan setelah serangkaian proyek percontohan sebelumnya. CEO Budget Thuis, Annemarie Buitelaar, menyatakan komitmen perusahaannya untuk mengurangi eksposur terhadap harga bahan bakar fosil yang volatil sekaligus memberikan akses listrik yang lebih bersih dan dapat diprediksi bagi pelanggan.
Kesepakatan ini menyusul dua proyek percontohan Ore Energy yang telah terhubung ke jaringan. Pada Februari, perusahaan mengumumkan penyelesaian proyek percontohan dengan EDF di Prancis, yang disebut sebagai pilot penyimpanan durasi panjang besi-udara pertama yang terhubung jaringan di Eropa. Proyek yang berlangsung antara Agustus hingga November 2025 ini mendemonstrasikan penyimpanan energi hingga empat hari dalam kondisi utilitas nyata.
Sebelumnya, Ore Energy juga telah memasang instalasi besi-udara terhubung jaringan di Delft, Belanda, untuk menguji integrasi teknologi dengan infrastruktur jaringan listrik Eropa yang ada. Jika proyek-proyek ini berhasil dijalankan dalam skala besar, mereka dapat membantu memastikan pasokan energi terbarukan yang tidak terputus, terlepas dari kondisi cuaca.
Baca Juga:
Perkembangan Ore Energy ini sejalan dengan tren investasi teknologi energi bersih di Eropa. Kawasan ini terus berupaya memperkuat kemandirian energinya melalui inovasi seperti baterai besi-udara dan pengembangan kendaraan listrik. Dorongan menuju adopsi energi terbarukan yang lebih luas juga terlihat dari meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan listrik di berbagai pasar.
Pendanaan Seri A senilai $43 juta ini merupakan sinyal kepercayaan investor terhadap potensi teknologi penyimpanan energi durasi panjang. Dengan total pendanaan lebih dari $61 juta, Ore Energy memiliki modal untuk membangun fasilitas manufaktur pertama dan mengejar target produksi skala gigawatt-jam pada 2028. Keberhasilan proyek dengan Budget Thuis akan menjadi ujian penting bagi adopsi teknologi ini secara komersial di Eropa.
[CONTENT_END]





Komentar
Belum ada komentar.