📑 Daftar Isi

Mobil BMW dengan overlay layar merah menampilkan iklan

BMW Hantam Layar Mobil dengan Iklan Spider-Man

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • BMW menampilkan iklan promo film Spider-Man di layar konsol tengah mobil pelanggan tanpa peringatan sejak pekan lalu
  • Iklan muncul saat mobil dinyalakan dan meminta pengemudi menekan play atau skip sebelum mengakses fitur lain
  • Kampanye iklan tersedia di lebih dari 70 pasar sejak 27 Juli hingga 10 Agustus
  • Pemilik mobil mengeluhkan langkah ini sebagai pelanggaran kepercayaan dan gangguan yang merepotkan
  • BMW memiliki sejarah monetisasi fitur digital, termasuk biaya langganan kursi berpemanas dan Apple CarPlay
  • Jeep juga sempat menuai kritik karena menampilkan iklan pop-up perpanjangan garansi tahun lalu

Telset.id – Pemilik BMW kini mendapat pengingat kurang menyenangkan bahwa mereka belum sepenuhnya memiliki mobilnya. Pabrikan Jerman itu mulai menayangkan iklan promo film Spider-Man terbaru di layar konsol tengah mobil pelanggan tanpa peringatan sejak pekan lalu, memicu gelombang keluhan di berbagai forum daring.

Iklan tersebut muncul saat pengemudi menyalakan mobil, mengharuskan mereka menekan tombol play atau skip sebelum bisa mengakses peta atau musik. BMW menyebut kemunculan iklan ini sebagai “kejutan spesial,” namun banyak pemilik justru menganggapnya sebagai gangguan yang mengganggu kenyamanan berkendara.

Menurut laporan The Autopian dan sejumlah keluhan yang beredar di media sosial, iklan berbentuk animasi dengan kualitas visual sederhana itu bahkan meminta pengemudi memindai kode QR setelah tayangan selesai. Langkah tambahan ini dinilai merepotkan karena pengemudi harus melewatinya lebih dulu sebelum layar berfungsi normal.

Kebijakan ini menuai kritik tajam dari para pengguna, terutama di subreddit r/BMW. Seorang pengguna meluapkan kemarahannya dengan komentar, “BMW harus berhenti dengan hal seperti ini,” sementara pengguna lain menambahkan, “Persetan dengan semua ini.”

Kampanye iklan ini telah tersedia di lebih dari 70 pasar sejak 27 Juli dan dijadwalkan berlangsung hingga 10 Agustus. Langkah ini bukan pertama kalinya BMW memanfaatkan fitur digital di mobilnya untuk meraih pendapatan tambahan.

Sebelumnya, BMW sempat meminta pelanggan membayar biaya berlangganan bulanan untuk mengaktifkan kursi berpemanas yang sudah terpasang di kendaraan, serta biaya tambahan untuk setir berpemanas. Pabrikan ini juga sempat mencoba menerapkan biaya berlangganan untuk fitur Apple CarPlay dan Android Auto, namun mengurungkan niat tersebut setelah mendapat reaksi keras dari publik.

Iklan di Layar Mobil Bukan Fenomena Baru

BMW bukan satu-satunya pabrikan yang memanfaatkan layar infotainment sebagai ruang iklan. Tahun lalu, pemilik Jeep dibuat geram setelah kendaraan mereka menampilkan iklan pop-up besar yang mendorong pembelian perpanjangan garansi.

A photo of a BMW car with a red loading screen overlay.

Praktik semacam ini memicu pertanyaan tentang batas kewajaran monetisasi fitur kendaraan. Pengemudi umumnya menjaga koneksi mobil mereka untuk menerima pembaruan perangkat lunak penting, bukan untuk melihat iklan yang tidak diminta saat hendak berangkat.

Bagi para pemilik BMW, kejadian ini menjadi pengingat bahwa kendaraan yang terhubung internet membawa konsekuensi baru yang tidak selalu menyenangkan. Meski pengemudi bisa melewati iklan dengan menekan tombol skip, kehadirannya tetap dianggap sebagai pelanggaran kepercayaan.

Kebijakan iklan dalam kendaraan ini juga menunjukkan tren industri otomotif yang semakin agresif dalam mencari sumber pendapatan tambahan dari fitur digital. Namun, respons negatif dari konsumen menunjukkan bahwa pendekatan semacam ini berisiko merusak loyalitas merek.

Pemilik BMW kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima gangguan iklan setiap kali menyalakan mobil, atau kehilangan akses ke fitur-fitur penting yang membutuhkan konektivitas. Sementara itu, kampanye iklan ini dijadwalkan masih berlangsung hingga 10 Agustus mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.