Telset.id – Orange EV, produsen terminal truck listrik asal Amerika Serikat, mengumumkan pengiriman dan penempatan unit kendaraan listriknya yang ke-2.000. Tonggak sejarah ini dicapai bersamaan dengan penghargaan yang diberikan oleh pelanggannya, Coke Canada Bottling, yang menandai perubahan signifikan dalam adopsi kendaraan listrik komersial.
Pencapaian ini diumumkan langsung oleh Orange EV pada pertengahan 2026. Unit ke-2.000 tersebut merupakan bagian dari pengiriman beberapa truk ke Coke Canada Bottling. Peristiwa ini bertepatan dengan pemberian penghargaan 2025 National Supplier Partner Award dari Coke Canada kepada Orange EV, menunjukkan kepercayaan tinggi mitra terhadap solusi elektrifikasi yang ditawarkan.
Pencapaian Milestone dan Dampak Lingkungan
Lebih dari sekadar angka produksi, Orange EV mencatatkan capaian operasional yang impresif. Hingga saat ini, seluruh armada truk Orange EV yang berjumlah lebih dari 370 armada komersial telah mengakumulasi lebih dari 12 juta jam waktu operasi kunci menyala (key-on hours) dan menempuh jarak 33 juta mil. Tingkat ketersediaan rata-rata armada ini mencapai sekitar 97%, sebuah angka yang sangat kompetitif di industri truk berat.

Dari sisi lingkungan, dampak pengurangan emisi karbon sangat signifikan. Berdasarkan perhitungan konsumsi bahan bakar diesel rata-rata 3 galon per jam, pengurangan emisi karbon yang telah dicapai oleh armada Orange EV diperkirakan mencapai lebih dari 365.000 metrik ton. Angka ini menunjukkan kontribusi nyata dalam upaya dekarbonisasi sektor logistik.
Presiden Coke Canada Bottling, Tony Chow, menyatakan kebanggaannya atas kemitraan ini. “Sebagai bisnis keluarga lintas generasi, kami bangga terus mengembangkan armada listrik dan memajukan peluang untuk mengurangi emisi karbon sambil mengelola jejak lingkungan kami,” ujar Chow dalam pernyataan resmi yang dikutip dari sumber.
Pergeseran Pola Pikir Industri
Pencapaian ini dinilai bukan sekadar sukses produksi, melainkan indikator perubahan fundamental dalam cara industri memandang kendaraan listrik. Co-Founder, President, dan CTO Orange EV, Kurt Neutgens, menegaskan bahwa titik balik industri telah tiba. “Mengirimkan truk ke-2.000 kami adalah lebih dari sekadar pencapaian produksi, ini mencerminkan titik kritis industri yang lebih luas,” jelas Neutgens.
Menurut Neutgens, setelah melakukan perhitungan di bawah kondisi dunia nyata dan siklus tugas, operator armada tidak lagi bertanya apakah truk listrik dapat melakukan pekerjaan tersebut. Mereka kini bertanya seberapa cepat mereka dapat menstandarisasi solusi untuk meningkatkan waktu operasi, prediktabilitas, dan total biaya kepemilikan. Hal ini menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan biaya jangka panjang menjadi pertimbangan utama, bukan lagi sekadar isu lingkungan.
Pertanyaan mendasar yang muncul adalah apakah pencapaian seperti ini benar-benar menandai perubahan luas dalam cara industri memikirkan kendaraan listrik, atau apakah masih ada jalan panjang sebelum adopsi massal di segmen truk menengah dan berat. Data dari Orange EV setidaknya memberikan bukti kuat bahwa transisi sedang berlangsung.
Baca Juga:
Dengan rata-rata tingkat ketersediaan 97%, Orange EV membuktikan bahwa teknisi keliling dan infrastruktur pendukung dapat diandalkan untuk menjaga operasional armada listrik tetap optimal. Keandalan ini menjadi kunci bagi perusahaan logistik yang mengutamakan uptime dan produktivitas.
Inovasi lain di sektor manufaktur truk juga terus berkembang. Penggunaan robot humanoid VR untuk membantu produksi truk menunjukkan bahwa efisiensi tidak hanya dikejar dari sisi kendaraan, tetapi juga dari proses pembuatannya. Hal ini menciptakan ekosistem yang lebih efisien secara keseluruhan.
Pencapaian Orange EV menjadi bukti bahwa adopsi kendaraan listrik di sektor komersial bukan lagi sekadar wacana. Dengan data operasional yang solid dan dukungan dari mitra strategis seperti Coke Canada, industri truk listrik menunjukkan bahwa masa depan elektrifikasi sudah dimulai.





Komentar
Belum ada komentar.