📑 Daftar Isi

Ilustrasi charger EV tepi jalan di New York City dengan mobil listrik yang sedang mengisi daya

NYC Tambah 1.000 Titik Charger EV Tepi Jalan dalam Tiga Tahun

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • NYC menambah hampir 1.000 titik pengisian EV baru dalam tiga tahun, termasuk 600 charger tepi jalan
  • Jaringan PlugNYC saat ini hanya memiliki 88 titik Level 2 dengan utilisasi tertinggi di AS
  • Lokasi prioritas: kepadatan hunian tinggi, parkir off-street terbatas, konsentrasi pengemudi TLC
  • Area pertama: Bronx, Queens, Brooklyn, Manhattan, dan Staten Island
  • Tambahan lain: 92 DC fast charging dan 180 Level 2 di parkir milik kota
  • Harga belum ditetapkan, fokus pada keterjangkauan dan turnover wajar

Telset.id – New York City berencana menambah hampir 1.000 titik pengisian daya kendaraan listrik (EV) baru di lima borough-nya selama tiga tahun ke depan, termasuk 600 charger tepi jalan (curbside) untuk menjawab tingginya permintaan pengguna EV yang tidak memiliki akses pengisian daya di rumah.

Kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di Amerika Serikat ini memang dikenal sebagai salah satu wilayah tersulit untuk memiliki mobil, apalagi mobil listrik. Mencari tempat parkir saja sudah menjadi tantangan, terlebih mencari tempat parkir yang kebetulan memiliki charger di sampingnya. Namun, situasi itu akan segera berubah dengan ekspansi besar-besaran jaringan pengisian daya publik ini.

Departemen Perhubungan New York City (NYC DOT) mengumumkan bahwa ekspansi akan dilakukan dalam tiga tahun ke depan di seluruh lima borough, yang secara signifikan memperluas jaringan PlugNYC yang saat ini baru memiliki 88 titik pengisian Level 2. Angka tersebut menjadikan jaringan curbside charging NYC sebagai jaringan dengan tingkat utilisasi tertinggi di Amerika Serikat, dengan setiap titik pengisian menyalurkan energi lebih dari 85% dari waktu mereka terisi kendaraan.

Lokasi Prioritas dan Kriteria Pemasangan

Charger tepi jalan baru yang mampu mengisi baterai EV dalam beberapa jam ini akan dipasang berdasarkan tiga kriteria utama: kepadatan hunian yang tinggi, terbatasnya parkir off-street, dan tingginya konsentrasi pengemudi taksi berlisensi serta pengemudi ride-hailing. Kota juga akan memprioritaskan komunitas berpendapatan rendah dan menengah di mana perusahaan swasta telah melakukan sedikit investasi.

Charger pertama akan beroperasi di Soundview dan Unionport di Bronx; Rego Park, Forest Hills, dan Far Rockaway di Queens; Red Hook, Carroll Gardens, dan Bedford-Stuyvesant di Brooklyn; Upper West Side dan Washington Heights di Manhattan; serta Stapleton di Staten Island. Warga dapat memberikan komentar mengenai lokasi yang diusulkan melalui portal proyek NYC DOT.

Setiap stasiun curbside baru akan memiliki setidaknya dua stall, masing-masing dengan dua titik pengisian, sehingga total empat konektor per lokasi. NYC DOT juga menyatakan bahwa stasiun baru akan mencakup koneksi listrik untuk pengisian e-mikromobilitas jika memungkinkan, seperti dock bikeshare bertenaga listrik, kabinet pengisian e-bike publik, parkir sepeda aman dengan pengisian daya, atau pengisian karbon bike untuk microhub. Pendekatan ini dimaksudkan untuk “menggali sekali dan future-proof” lokasi baru tersebut.

Ekspansi Pengisian Daya Cepat dan Level 2

Selain 600 titik curbside, NYC juga memasang 92 titik pengisian DC fast charging dan 180 titik pengisian Level 2 baru di Municipal Parking Fields dan Municipal Parking Garages milik kota. Konstruksi di banyak lokasi yang direncanakan sudah berjalan atau bahkan telah selesai.

NYC DOT akan mengontrak New York Power Authority untuk pengadaan dan pemasangan titik pengisian curbside baru. DOT sendiri akan mengoperasikan dan memelihara charger curbside baru, serta charger yang sudah ada yang dipasang sebagai bagian dari program percontohan dengan Con Edison.

Harga untuk charger curbside baru belum ditetapkan, tetapi kota menyatakan akan fokus pada keterjangkauan sambil mendorong pergantian pengguna yang wajar. Pengemudi akan dapat menggunakan berbagai aplikasi atau mengetuk kartu kredit untuk membayar per kilowatt-jam energi yang disalurkan, menurut NYC DOT.

“Pemerintahan Mamdani mengambil tindakan agresif untuk mengatasi krisis iklim dan mencapai emisi gas rumah kaca net-zero pada tahun 2050. Untuk sektor transportasi, tujuan utama kami adalah memudahkan dan membuat lebih terjangkau bagi warga New York untuk berjalan kaki, bersepeda, dan menggunakan transit,” kata Komisaris NYC DOT Mike Flynn.

“Tetapi bagi mereka yang masih mengemudi, kami perlu mempercepat adopsi kendaraan listrik secara dramatis. Inisiatif ini akan membuat pengisian daya lebih terjangkau dan nyaman, membantu mendukung transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik dan memperluas akses pengisian daya bagi pengemudi berlisensi TLC dan warga komunitas berpendapatan rendah dan menengah yang kurang terlayani oleh opsi pengisian daya swasta,” tambahnya.

Langkah NYC ini sejalan dengan berbagai kebijakan transportasi dan energi yang sedang berlangsung di negara bagian New York, termasuk regulasi ketat terhadap infrastruktur digital yang juga sedang menjadi sorotan. Kehadiran charger curbside baru ini diharapkan menjadi angin segar bagi pemilik EV di kota yang padat ini.

Tingkat utilisasi yang tinggi dari jaringan saat ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya publik di NYC. Dengan occupancy rate antara 70% dan 99%, spot parkir khusus ini hanya dapat digunakan jika mobil terhubung ke charger — dan itu terjadi sangat sering. Ekspansi ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan memperluas akses pengisian daya ke lebih banyak warga, terutama mereka yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa garasi pribadi.

Dengan tambahan hampir 1.000 titik pengisian baru, NYC mengambil langkah signifikan untuk mengatasi salah satu hambatan terbesar adopsi EV di perkotaan: kurangnya akses pengisian daya. Inisiatif ini tidak hanya akan membantu pemilik EV saat ini, tetapi juga mendorong lebih banyak warga New York untuk beralih ke kendaraan listrik, sejalan dengan target net-zero emission kota pada 2050.

Kota juga tengah menghadapi berbagai tantangan regulasi di sektor lain, termasuk gugatan lingkungan terhadap fasilitas manufaktur dan pembatasan operasi bisnis tertentu. Namun untuk sektor transportasi, fokus utama tetap pada perluasan infrastruktur pengisian daya yang terjangkau dan mudah diakses bagi semua warga.

Pengemudi ride-hailing dan taksi berlisensi, yang menjadi salah satu prioritas pemasangan, akan mendapatkan manfaat besar dari inisiatif ini. Mereka selama ini kesulitan menemukan tempat pengisian daya yang strategis di sela-sela jam kerja. Dengan penambahan charger di area dengan konsentrasi pengemudi tinggi, waktu henti untuk mengisi daya bisa diminimalkan.

Proyek ini juga menjadi contoh bagaimana kota besar dapat mengatasi tantangan infrastruktur EV tanpa bergantung sepenuhnya pada investasi swasta. Dengan melibatkan New York Power Authority dan mengoperasikan sendiri charger-nya, NYC memastikan bahwa layanan ini tetap dapat menjangkau komunitas yang kurang menarik secara komersial bagi penyedia swasta.

Warga yang ingin memberikan masukan mengenai lokasi charger yang diusulkan dapat mengunjungi portal proyek NYC DOT. Partisipasi publik ini penting untuk memastikan bahwa penempatan charger benar-benar sesuai dengan kebutuhan komunitas setempat.

Dengan dimulainya pemasangan di berbagai lokasi yang telah diumumkan, NYC menunjukkan komitmen nyata untuk mempercepat transisi ke kendaraan listrik. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota padat lainnya di Amerika Serikat dan dunia dalam mengembangkan infrastruktur pengisian daya yang inklusif dan berkelanjutan.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.