📑 Daftar Isi

Ilustrasi sepeda listrik di jalanan Kota New York

NYC Larang Retailer Online Jual E-Bike Tak Sesuai Aturan

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Wali Kota NYC Zohran Mamdani kirim surat peringatan ke 40 retailer online termasuk Amazon, Walmart, Target, Temu, Wayfair
  • Retailer punya tenggat waktu akhir bulan ini untuk berhenti jual e-bike ilegal atau didenda hingga USD 2.000
  • NYC punya batas kecepatan lebih ketat (25 mph/40 km/jam) dibanding standar federal untuk e-bike
  • E-moto dengan daya tinggi dan kecepatan di atas 30 mph juga menjadi target penindakan
  • Amazon sudah merespons kooperatif dan bersedia bekerja sama dengan pemerintah kota
  • Tantangan utama: pasar online dipenuhi penjual pihak ketiga yang mengabaikan klasifikasi kendaraan lokal

Telset.id – Pemerintah Kota New York (NYC) mengirimkan surat peringatan (cease-and-desist) kepada 40 retailer online, termasuk Amazon, Walmart, Target, Temu, dan Wayfair, untuk berhenti menjual sepeda listrik (e-bike) dan skuter listrik yang tidak sesuai dengan hukum setempat. Wali Kota Zohran Mamdani memberikan tenggat waktu hingga akhir bulan ini bagi para pengecer untuk mematuhi permintaan tersebut, dengan ancaman denda hingga USD 2.000.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kota untuk menindak e-bike yang berada di luar definisi sepeda listrik menurut peraturan NYC. New York menetapkan batas yang lebih ketat dibandingkan sebagian besar wilayah Amerika Serikat. Sebagai contoh, e-bike Kelas 3 yang dapat melaju hingga 28 mph (45 km/jam) legal di hampir seluruh AS, namun melampaui batas kecepatan 25 mph (40 km/jam) yang berlaku untuk sepeda listrik di New York, sehingga dianggap ilegal jika melebihi angka tersebut.

Sepeda listrik melintas di jalanan Kota New York

Selain itu, Mamdani menargetkan pemberantasan e-moto yang lebih cepat, yang melampaui klasifikasi sepeda listrik biasa dan masuk dalam kategori motor listrik off-road. Distingsi ini semakin kabur dalam beberapa tahun terakhir karena produsen, terutama merek luar negeri yang menjual langsung secara online, memperkenalkan kendaraan roda dua yang semakin bertenaga dengan kecepatan tertinggi jauh di atas definisi sepeda listrik di sebagian besar negara bagian.

Hukum federal membatasi e-bike konsumen pada daya motor kontinu 750W. Namun, banyak daftar produk online mengiklankan daya beberapa ribu watt dan kecepatan melebihi 30 mph (51 km/jam) sambil tetap menggunakan istilah “sepeda listrik”. Mesin-mesin tersebut sering kali tidak memiliki VIN atau perlengkapan yang diperlukan untuk didaftarkan secara legal sebagai moped atau motor, sehingga pengendara memiliki kendaraan yang tidak masuk dalam regulasi yang ada.

Amazon telah merespons surat peringatan tersebut dengan mengatakan pihaknya sedang meninjau produk yang diidentifikasi oleh kota. “Keselamatan adalah prioritas utama dan kami mewajibkan e-bike yang dijual di toko kami memenuhi standar keselamatan dan kebijakan Amazon yang berlaku,” kata juru bicara Amazon, seraya menambahkan bahwa perusahaan bersedia bekerja sama dengan kantor wali kota dan Dewan Kota untuk masalah ini.

Regulasi Micromobility dan Tantangan Retailer Online

Penindakan ini menyoroti tantangan yang semakin besar bagi kota-kota yang mencoba mengatur micromobility. Toko sepeda fisik umumnya memahami regulasi lokal dan menyediakan produk yang sesuai, tetapi pasar online sering kali menampung ribuan penjual pihak ketiga yang mengirim langsung ke konsumen dengan sedikit memperhatikan klasifikasi kendaraan lokal.

Bagi pengendara, ini menjadi pengingat bahwa hanya karena suatu produk diiklankan secara online sebagai sepeda listrik, bukan berarti produk tersebut legal untuk dikendarai sebagai sepeda listrik. Semakin banyak kota yang menarik garis tegas antara e-bike asli dan motor listrik yang menyamar sebagai sepeda – dan dalam kasus kota seperti NYC, kadang-kadang garis yang tampak arbitrer. Kini kota-kota tersebut meminta retailer untuk melakukan hal yang sama.

Perbedaan regulasi antara satu wilayah dengan wilayah lain menjadi tantangan tersendiri bagi produsen dan konsumen. Sementara beberapa negara bagian mengadopsi standar federal yang lebih longgar, kota-kota besar seperti NYC memilih pendekatan yang lebih ketat. Hal ini menciptakan kebingungan di pasar, terutama bagi konsumen yang membeli secara online tanpa memahami regulasi lokal mereka.

Bagi industri, langkah NYC ini bisa menjadi preseden bagi kota-kota lain untuk mengikuti jejak serupa. Jika retailer online besar seperti Amazon dan Walmart dipaksa mematuhi regulasi lokal di NYC, kemungkinan besar mereka akan menerapkan kebijakan yang sama untuk wilayah lain demi efisiensi operasional. Ini bisa berarti perubahan signifikan dalam cara e-bike dan skuter listrik dipasarkan dan dijual secara online di seluruh AS.

Sementara itu, perkembangan regulasi micromobility di NYC juga menarik perhatian industri otomotif listrik global. Produsen yang ingin memasuki pasar AS harus memperhatikan perbedaan regulasi antar wilayah. Konsumen pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan memverifikasi legalitas kendaraan listrik yang mereka beli sesuai dengan aturan di daerah masing-masing.

Di sisi lain, industri motor e-bike terus berkembang dengan inovasi yang semakin canggih. Namun, inovasi tersebut harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku agar tidak merugikan konsumen dan menciptakan masalah hukum di kemudian hari.

Tindakan tegas Wali Kota Mamdani ini menunjukkan bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam terhadap peredaran kendaraan listrik yang tidak sesuai aturan. Dengan tenggat waktu yang diberikan, para retailer online harus segera menyesuaikan produk mereka atau menghadapi konsekuensi finansial.

Belum ada pernyataan resmi dari Walmart, Target, Temu, atau Wayfair mengenai surat peringatan tersebut. Namun, respons Amazon yang kooperatif bisa menjadi indikasi bahwa retailer besar lainnya akan mengikuti pendekatan serupa untuk menghindari denda dan menjaga hubungan baik dengan pemerintah kota.

Ke depan, konsumen di NYC dan kota-kota lain yang menerapkan regulasi ketat harus lebih selektif dalam membeli kendaraan listrik secara online. Memeriksa spesifikasi teknis seperti kecepatan maksimum dan daya motor menjadi langkah penting untuk memastikan kendaraan yang dibeli legal digunakan di wilayah tempat tinggal.

Langkah NYC juga menjadi pelajaran berharga bagi pasar Indonesia, di mana motor listrik semakin populer. Regulasi yang jelas dan penegakan hukum yang konsisten diperlukan untuk melindungi konsumen dan menciptakan industri micromobility yang sehat dan berkelanjutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.