šŸ“‘ Daftar Isi

China-made Mercedes-Benz VLE exposed as it aims to rival domestic MPVs

Mercedes-Benz VLE China Resmi Terungkap, Siap Lawan MPV Domestik

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Mercedes-Benz VLE buatan China resmi terungkap dalam proses homologasi dengan dua pilihan powertrain
  • Model ini diproduksi oleh Fujian Benz, joint venture Mercedes-Group, BAIC, dan Fujian Motor Industry
  • VLE 300: motor ZF EM0047, puncak daya 200 kW (268 hp); VLE 400: dual-motor AWD, total 305 kW (409 hp)
  • Dimensi besar: 5310/2000/1922 mm dengan wheelbase 3.340 mm, tujuh kursi layout 2+2+3
  • Baterai ternary NMC dari joint venture CATL-Benz, kapasitas belum diungkap
  • Akan bersaing dengan Denza D9, Voyah Dream, Luxeed V9, Zeekr 009, Li Auto Mega, Maextro V680/V800

Telset.id – Mercedes-Benz VLE buatan China resmi terungkap dalam proses homologasi di China, menampilkan dua pilihan powertrain yang siap bersaing dengan MPV mewah domestik yang terus bertambah. Model ini diproduksi oleh joint venture Fujian Benz, yang juga merakit V-Class dan Vito, dengan basis produksi yang melibatkan Mercedes-Group, BAIC, dan Fujian Motor Industry.

Langkah ini menjadi kelanjutan dari produksi massal VLE versi Eropa yang telah dimulai di Spanyol pada Juni 2026. Kini, dua bulan setelahnya, model yang merupakan versi produksi dari konsep Vision V ini siap diproduksi massal di China, salah satu pasar regional terbesar Mercedes-Benz. VLE edisi China ini akan ditawarkan dalam dua varian berbeda.

Dari segi dimensi, Mercedes-Benz VLE buatan China memiliki wheelbase standar 3.340 mm dengan ukuran bodi yang besar, yakni 5.310 mm panjang, 2.000 mm lebar, dan 1.922 mm tinggi. Model ini ditawarkan dengan tiga varian ban staggered: 235/60 R19 & 255/55 R19, 255/50 R20 & 265/50 R20, serta 265/45 R21 & 275/45 R21. Sudut approach dan departure-nya identik, masing-masing 16 derajat.

Bobot kosong VLE berkisar antara 3.030 hingga 3.220 kg, tergantung pada powertrain yang dipilih, dengan bobot kotor mencapai 3.780 kg. Kedua varian VLE ini mengadopsi konfigurasi tujuh kursi dengan tata letak 2+2+3, menjadikannya pilihan menarik bagi keluarga besar yang menginginkan kemewahan ala Mercedes-Benz.

China-made Mercedes-Benz VLE exposed as it aims to rival domestic MPVs

Spesifikasi Powertrain Mercedes-Benz VLE

Varian entry-level Mercedes-Benz VLE 300 mengadopsi motor listrik EM0047 buatan ZF dengan puncak daya 200 kW (268 hp) di poros depan. Daya rated-nya mencapai 120 kW (161 hp). Sel baterai untuk VLE diproduksi oleh joint venture CATL-Benz, sementara perakitan akhir dilakukan oleh Fujian CATL. Kapasitas baterai belum diungkap, namun komposisi kimianya menggunakan ternary NMC.

Sementara itu, varian Mercedes-Benz VLE 400 yang lebih bertenaga mengusung dual-motor AWD. Varian ini memiliki tambahan motor listrik EM0048 dari ZF di poros belakang yang menghasilkan 105 kW (141 hp) dengan daya rated 50 kW (67 hp). Total puncak daya sistemnya mencapai 305 kW (409 hp), menawarkan performa yang jauh lebih impresif untuk sebuah MPV mewah. Sistem ini juga ditenagai baterai ternary NMC dengan sel dari joint venture CATL-Benz.

Untuk mendukung kenyamanan penumpang, VLE dilengkapi dengan panoramic roof besar, pintu geser belakang, dan sistem kamera surround-view. Kedalaman bagasinya mencapai 550 mm, memberikan ruang yang cukup untuk kebutuhan perjalanan keluarga.

Persaingan Sengit di Segmen MPV Mewah China

Mercedes-Benz VLE akan memasuki ceruk pasar yang sangat kompetitif dan berkembang pesat di China. Pasar MPV mewah domestik kini dipenuhi pemain-pemain kuat dengan rentang harga yang bervariasi. Beberapa rival utama yang tercatat antara lain Denza D9 dari BYD dengan harga 309.800 hingga 600.600 yuan (sekitar 45.910 hingga 89.010 USD), serta Voyah Dream dari Dongfeng yang dibanderol 309.900 hingga 709.900 yuan (45.930 hingga 105.210 USD).

Persaingan semakin ketat dengan kehadiran Luxeed V9 dari kolaborasi Huawei dan Chery yang dihargai 389.800 hingga 519.800 yuan (57.770 hingga 77.035 USD). Zeekr 009 dari Geely juga menjadi pesaing serius dengan harga 439.000 hingga 899.000 yuan (65.060 hingga 133.230 USD). Li Auto Mega menawarkan harga 529.800 hingga 559.800 yuan (78.515 hingga 82.960 USD).

Di segmen premium, Maextro V680 dari Huawei dan JAC dibanderol 648.000 yuan (96.035 USD), sementara Maextro V800 yang lebih tinggi mencapai 766.000 hingga 1.016.000 yuan (113.520 hingga 150.570 USD). Dengan masuknya Mercedes-Benz VLE ke pasar ini, persaingan dipastikan akan semakin menarik, mengingat reputasi merek Jerman tersebut dalam hal kemewahan dan kualitas.

Masuknya Mercedes-Benz VLE ke China menunjukkan strategi agresif pabrikan Jerman ini dalam merespons pertumbuhan pasar MPV listrik mewah di negara tersebut. Dengan dukungan produksi lokal melalui Fujian Benz, Mercedes-Benz berupaya menawarkan harga yang lebih kompetitif dibandingkan model impor. Langkah ini juga sejalan dengan tren global menuju elektrifikasi kendaraan.

Keputusan Mercedes-Benz untuk memproduksi VLE di China melalui joint venture menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pasar terbesar di dunia ini. Dengan dua pilihan powertrain yang ditawarkan, konsumen memiliki fleksibilitas dalam memilih varian yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.

Meskipun kapasitas baterai belum diungkap, penggunaan teknologi ternary NMC menunjukkan bahwa Mercedes-Benz mengutamakan kepadatan energi yang tinggi untuk memberikan jangkauan yang optimal. Kombinasi motor listrik ZF yang efisien dengan baterai CATL-Benz diharapkan mampu memberikan performa dan efisiensi yang seimbang.

Dengan segala spesifikasi yang telah terungkap, publik kini menantikan pengumuman resmi mengenai harga dan ketersediaan Mercedes-Benz VLE di pasar China. Kehadiran model ini diprediksi akan semakin memanaskan persaingan di segmen MPV listrik mewah, yang selama ini didominasi oleh merek-merek domestik China.

Bagi konsumen yang mencari alternatif MPV mewah dengan reputasi merek global, VLE bisa menjadi pilihan menarik. Namun, persaingan harga dengan pemain domestik yang sudah mapan seperti Denza dan Zeekr akan menjadi tantangan tersendiri bagi Mercedes-Benz.

Perkembangan ini juga menjadi sinyal positif bagi industri otomotif global, di mana kolaborasi lintas negara seperti joint venture CATL-Benz dan Fujian Benz semakin memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dunia. Dengan produksi lokal, Mercedes-Benz tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga mendukung ekosistem kendaraan listrik China yang sedang berkembang pesat.

Ke depannya, keberhasilan VLE di China akan menjadi indikator penting bagi strategi elektrifikasi Mercedes-Benz di pasar Asia. Jika model ini mampu bersaing dengan baik, bukan tidak mungkin teknologi dan desainnya akan diadopsi untuk pasar global lainnya.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.