Kendaraan Waymo menghalangi truk pemadam kebakaran di jalan raya

NHTSA Desak Pengembang AV Atasi Gangguan ke Petugas Darurat

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø6 menit membaca
Bagikan:
  • NHTSA mendesak pengembang AV atasi gangguan ke petugas darurat
  • Tenggat waktu hingga akhir Juli untuk mencari solusi
  • Waymo jadi sorotan utama dengan insiden di Austin dan San Francisco
  • Petugas darurat frustrasi karena AV sering membeku dan menghalangi
  • Morrison tegaskan situasi darurat bukan edge case
  • Pertemuan dengan NHTSA dijadwalkan akhir Juli

Telset.id – National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memberikan tekanan besar kepada para pengembang kendaraan otonom (AV) di Amerika Serikat. Badan keselamatan transportasi itu menemukan pola jelas di mana kendaraan tanpa pengemudi kerap mengganggu operasi polisi, pemadam kebakaran, dan petugas medis darurat. NHTSA memberi waktu hingga akhir Juli untuk mencari solusi.

Administrator NHTSA, Jonathan Morrison, telah mengirimkan surat resmi kepada para pengembang AV. Dalam suratnya, ia menegaskan bahwa situasi darurat bukanlah kejadian langka atau ā€œedge caseā€ yang bisa diabaikan. Morrison meminta para pengembang segera memfokuskan sumber daya mereka untuk memperbaiki masalah ini.

ā€œSetiap detik sangat berarti ketika petugas polisi, pemadam kebakaran, atau paramedis menjawab panggilan karena nyawa dipertaruhkan. Itulah sebabnya pengemudi manusia yang menghalangi operasi ini bisa dikenai denda dan bahkan hukuman penjara,ā€ tulis Morrison dalam suratnya seperti dikutip dari laporan Engadget, Rabu (9/7/2026).

Meski NHTSA tidak menyebutkan contoh spesifik, berbagai insiden telah muncul di pemberitaan selama bertahun-tahun. Kendaraan otonom sering terlihat menghalangi ambulans dan truk pemadam kebakaran. Salah satu insiden paling menonjol terjadi di Austin, Texas, pada Maret lalu.

Saat itu, sebuah kendaraan Waymo memblokir ambulans yang sedang merespons insiden penembakan mematikan di sebuah bar. Seorang petugas akhirnya bisa mengemudikan robotaxi Waymo tersebut secara manual untuk memindahkannya. Namun, proses itu memakan waktu beberapa menit yang sangat berharga.

Menurut laporan Wired, para pemimpin petugas tanggap darurat telah menyampaikan keluhan mereka dalam pertemuan dengan regulator pada Maret lalu. Mereka mengaku frustrasi dengan perilaku kendaraan otonom di jalanan. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menangani keadaan darurat justru habis untuk menyelesaikan masalah dengan kendaraan yang macet atau membeku.

Pejabat dari San Francisco dan Austin, dua kota tempat layanan robotaxi Waymo beroperasi, melaporkan bahwa performa kendaraan Waymo justru memburuk. Mereka menyebut telah terjadi ā€œbackslidingā€ atau kemunduran dalam performa AV tersebut. Kendaraan kini lebih sering melakukan pelanggaran lalu lintas.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran San Francisco, Patrick Rabbitt, mengatakan bahwa kendaraan Waymo sering membeku dan memblokir pintu masuk stasiun pemadam kebakaran serta truk pemadam. Pejabat Austin melaporkan hal serupa. Kendaraan Waymo juga gagal mengenali isyarat tangan dari petugas darurat.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa teknologi otonom masih memiliki celah besar dalam interaksi dengan situasi darurat. Masalah serupa juga pernah menjadi sorotan dalam Tesla Robotaxi Miami yang menghadapi tantangan serupa di lingkungan perkotaan.

ā€œKetika AV mengganggu petugas pertama atau menghalangi kendaraan darurat, itu bukan lagi anomali perangkat lunak kecil. Teknologi yang berjalan di samping mereka harus mendukung upaya mereka dan minggir, bukan mengganggu misi penyelamatan jiwa atau memperparah bahaya yang mereka hadapi,ā€ tegas Morrison.

NHTSA berencana mengadakan pertemuan dengan para pembuat kendaraan otonom pada akhir Juli. Dalam pertemuan itu, mereka harus mempresentasikan solusi atas masalah yang sudah berlangsung lama ini. Waktu kurang dari sebulan menjadi tantangan bagi para pengembang AV.

Sebuah kendaraan Waymo menghalangi truk pemadam kebakaran

Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa adopsi kendaraan otonom masih memerlukan penyempurnaan besar, terutama dalam hal keselamatan publik. Para pengembang tidak hanya harus memastikan kendaraan mereka bisa berjalan tanpa pengemudi, tetapi juga harus bisa merespons situasi darurat dengan tepat.

Masalah ini juga berkaitan dengan investigasi sebelumnya terhadap sistem otonom. Pengemudi Tesla Dituntut setelah kecelakaan yang melibatkan Full Self-Driving menunjukkan bahwa teknologi ini belum sepenuhnya siap.

Para ahli menilai bahwa tantangan terbesar kendaraan otonom justru bukan pada kemampuan mengemudi di jalan raya biasa, melainkan pada situasi tak terduga seperti kehadiran kendaraan darurat. Lampu strobo, sirine, dan isyarat manual dari petugas masih sulit dikenali oleh sistem AV.

ā€œKami telah melihat ā€˜backsliding’ dalam performa AV. Kendaraan sekarang lebih sering melakukan pelanggaran lalu lintas,ā€ keluh para pejabat San Francisco. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan AV tidak selalu linear dan bisa mengalami kemunduran.

Waymo sebagai salah satu pemain utama dalam layanan robotaxi menjadi sorotan utama dalam laporan ini. Perusahaan tersebut telah beroperasi di San Francisco dan Austin selama beberapa waktu. Namun, keluhan justru meningkat seiring waktu.

Para petugas darurat mengaku bahwa menangani kendaraan Waymo yang membeku memakan waktu yang berharga. Waktu yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan nyawa justru habis untuk memindahkan kendaraan otonom yang menghalangi jalan.

Morrison dalam suratnya menekankan bahwa pengemudi manusia yang menghalangi petugas darurat bisa dikenai denda dan hukuman penjara. Standar yang sama, menurutnya, harus berlaku untuk kendaraan otonom.

ā€œTeknologi yang berjalan di samping mereka harus mendukung upaya mereka dan get out of the way, bukan mengganggu misi penyelamatan jiwa,ā€ tegas Morrison.

NHTSA memberikan tenggat waktu yang ketat. Para pengembang AV harus hadir dalam pertemuan pada akhir Juli dengan solusi konkret. Kegagalan memenuhi tenggat ini bisa berakibat pada tindakan regulasi lebih lanjut.

Insiden di Austin pada Maret lalu menjadi titik balik. Sebuah Waymo memblokir ambulans yang merespons penembakan massal. Petugas harus mengemudikan robotaxi tersebut secara manual, memakan waktu beberapa menit yang krusial.

Situasi serupa juga terjadi di San Francisco. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Patrick Rabbitt melaporkan bahwa kendaraan Waymo sering membeku dan memblokir pintu masuk stasiun pemadam. Hal ini menghambat respons terhadap kebakaran dan keadaan darurat lainnya.

Pejabat Austin melaporkan masalah yang sama. Kendaraan Waymo tidak hanya membeku, tetapi juga gagal mengenali isyarat tangan dari petugas. Komunikasi non-verbal yang sederhana bagi pengemudi manusia menjadi tantangan besar bagi sistem AV.

Para pemimpin petugas tanggap darurat telah menyampaikan frustrasi mereka dalam pertemuan dengan regulator. Mereka mengaku telah menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk menyelesaikan masalah dengan kendaraan otonom yang macet atau stuck.

Masalah ini menunjukkan bahwa pengembangan AV tidak bisa hanya fokus pada kemampuan navigasi dan menghindari tabrakan. Interaksi dengan petugas darurat dan kendaraan prioritas harus menjadi bagian integral dari sistem.

NHTSA telah mengidentifikasi pola yang jelas. Bukan lagi insiden sporadis, melainkan tren yang mengkhawatirkan. Morrison menegaskan bahwa situasi darurat bukanlah ā€œedge caseā€ yang jarang terjadi.

Para pengembang AV kini berada dalam tekanan besar. Mereka harus segera menemukan solusi sebelum pertemuan dengan NHTSA pada akhir Juli. Waktu kurang dari sebulan menjadi ujian serius bagi industri kendaraan otonom.

Kegagalan mengatasi masalah ini tidak hanya berakibat pada reputasi, tetapi juga bisa menghambat adopsi kendaraan otonom secara lebih luas. Regulator jelas tidak akan mentolerir teknologi yang mengancam keselamatan publik.

Insiden di Austin dan San Francisco menjadi pelajaran berharga. Kendaraan otonom harus bisa mendeteksi dan merespons kehadiran kendaraan darurat dengan cepat dan tepat. Mereka juga harus bisa mengenali isyarat manual dari petugas.

Para pengembang harus memastikan bahwa kendaraan mereka bisa minggir secara otomatis saat mendengar sirine atau melihat lampu strobo. Sistem juga harus bisa merespons perintah manual dari petugas di lapangan.

NHTSA memberikan tenggat waktu yang ketat, tetapi jelas. Para pengembang AV harus hadir dengan solusi pada akhir Juli. Jika tidak, tindakan regulasi lebih lanjut bisa saja dijatuhkan.

Masalah ini menjadi pengingat bahwa teknologi otonom masih dalam tahap pengembangan. Meskipun sudah beroperasi di beberapa kota, masih banyak celah yang harus diperbaiki. Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama.

Para petugas darurat berharap ada perubahan nyata. Mereka tidak ingin lagi kehilangan waktu berharga karena harus berurusan dengan kendaraan otonom yang macet. Setiap detik sangat berarti dalam situasi darurat.

Morrison menutup suratnya dengan peringatan tegas. Teknologi yang berjalan di samping petugas darurat harus mendukung, bukan mengganggu. Jika tidak, konsekuensinya bisa serius bagi industri kendaraan otonom.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.