📑 Daftar Isi

Mercedes dan Nvidia Lanjut Kembangkan Setir Otonom Level 4

Mercedes dan Nvidia Lanjut Kembangkan Setir Otonom Level 4

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Mercedes-Benz dan Nvidia resmi memperpanjang kemitraan mereka untuk mengembangkan sistem mengemudi otonom generasi berikutnya yang menargetkan SAE-Level 4. Pengumuman ini menjadi langkah lanjutan setelah Mercedes menjadi pabrikan pertama yang menerima persetujuan mengemudi otonom Level 3 di Eropa melalui fitur Driver Pilot yang dikembangkan bersama Nvidia.

Sistem Level 3 yang ada saat ini masih memiliki banyak keterbatasan. Kendaraan dengan fitur ADAS tersebut hanya bisa melaju hingga kecepatan 95 km/jam dan hanya berlaku di jalan tol tertentu. Target Level 4 yang dibidik Mercedes dan Nvidia pun menjadi lompatan besar, karena sistem dituntut mampu menangani seluruh tugas mengemudi secara mandiri dan merespons masalah secara tepat waktu dalam kondisi operasi tertentu.

Pada Level 4, kebutuhan pengemudi manusia untuk mengambil alih kendali dihilangkan. Level ini berada satu tingkat di bawah Level 5, yang berarti otomatisasi penuh tanpa batasan jalan dan kondisi. Perpanjangan kemitraan ini menegaskan arah Mercedes-Benz dan Nvidia untuk memperdalam integrasi teknologi otonom di kendaraan produksi mereka.

Pembagian Peran Mercedes dan Nvidia

Dalam kolaborasi ini, Mercedes menyumbang keahlian pada aspek keselamatan dan integrasi kendaraan. Sementara Nvidia membawa teknologi inti melalui tiga komponen utama. Nvidia Hyperion berperan sebagai arsitektur komputasi dan sensor di dalam kendaraan, Nvidia Alpamayo Stack menjadi perangkat lunak mengemudi dengan kemampuan penalaran AI, dan Nvidia Halos adalah sistem keselamatan yang menyediakan redundansi serta rambu pengaman.

Kombinasi ketiga komponen tersebut menjadi fondasi bagi sistem otonom yang lebih mumpuni dibanding Driver Pilot. Mercedes dan Nvidia juga menegaskan akan ada integrasi yang lebih dalam antara MB.OS milik Mercedes dan sistem Hyperion dari Nvidia. Integrasi ini menjadi kunci agar perangkat lunak kendaraan dan arsitektur komputasi dapat bekerja selaras.

Langkah Mercedes-Benz ini sejalan dengan tren pengembangan kendaraan otonom yang melibatkan pemain teknologi besar. Sebelumnya, Volvo dan Nvidia juga menjalin kerja sama serupa untuk menghadirkan setir otonom pada 2030. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa pabrikan otomotif semakin bergantung pada mitra teknologi untuk mempercepat pengembangan sistem berkendara cerdas.

Jalan Menuju Otomatisasi Penuh

Perjalanan Mercedes-Benz menuju Level 4 bukan tanpa rekam jejak. Persetujuan Level 3 di Eropa menjadi bukti bahwa pabrikan asal Jerman ini telah lebih dulu melangkah di ranah regulasi otonom. Namun, keterbatasan kecepatan maksimal 95 km/jam dan cakupan jalan tol tertentu menunjukkan bahwa Driver Pilot masih berada di tahap awal adopsi.

Target Level 4 menuntut kemampuan yang jauh lebih kompleks, termasuk menangani seluruh tugas mengemudi dan merespons situasi darurat secara mandiri. Sistem harus mampu mengambil keputusan dalam hitungan waktu yang tepat tanpa campur tangan manusia. Inilah yang membuat peran Nvidia Halos sebagai sistem keselamatan dengan redundansi menjadi krusial.

MB.OS sebagai sistem operasi kendaraan Mercedes juga akan memainkan peran penting. Integrasi yang lebih dalam dengan Hyperion memungkinkan kendaraan memproses data sensor dan menjalankan perangkat lunak AI secara lebih efisien. Pendekatan ini mencerminkan strategi Mercedes-Benz yang turut terlihat pada pengembangan Mercedes GLE dan GLS 2027 sebagai kendaraan software-defined vehicle.

Mercedes-Benz sendiri tidak hanya mengandalkan Nvidia dalam pengembangan kecerdasan buatan untuk kendaraan. Sebelumnya, pabrikan ini juga dikabarkan menggunakan AI Driver Wayve sebagai bagian dari strategi mereka menantang Tesla FSD. Langkah ini memperlihatkan bahwa Mercedes membuka pintu bagi berbagai mitra teknologi untuk memperkuat kemampuan otonom kendaraannya.

Pengembangan sistem otonom Level 4 juga tidak lepas dari ekosistem kendaraan otonom yang lebih luas. Di sektor logistik, uji coba truk otonom seperti yang dilakukan YMX dan Outrider menunjukkan bahwa teknologi serupa mulai diterapkan di berbagai lini kendaraan. Untuk kendaraan penumpang, Mercedes dan Nvidia menempatkan keselamatan dan integrasi sebagai prioritas utama.

Perpanjangan kemitraan Mercedes-Benz dan Nvidia menandai komitmen kedua perusahaan untuk melanjutkan riset dan pengembangan sistem mengemudi otonom generasi berikutnya. Dengan target Level 4, fokus utama berada pada kemampuan sistem menangani seluruh tugas mengemudi secara mandiri dalam kondisi operasi tertentu, didukung arsitektur komputasi Hyperion, perangkat lunak Alpamayo Stack, dan sistem keselamatan Halos. Integrasi mendalam antara MB.OS dan Hyperion akan menjadi fondasi teknis bagi kendaraan Mercedes-Benz mendatang.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.