Foto pabrik Tesla dengan pengolahan warna di Stockholm

Mantan Manajer Tesla Bongkar Bahaya Uji FSD Houston

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Javier Medrano, mantan manajer armada Tesla di Houston, mengajukan gugatan federal terhadap Tesla
  • Tesla meningkatkan armada uji FSD dari 15 menjadi 38 operator kendaraan tanpa menambah pengawas
  • Rasio operator-manajer 38:1 melanggar baseline keselamatan internal Tesla sebesar 15:1
  • Operator adalah bagian dari "Rodeo Team" yang sengaja menempatkan mobil dalam situasi berbahaya
  • Medrano mengirim sinyal S.O.S meminta bantuan namun diabaikan oleh manajemen
  • Terjadi kecelakaan saat Medrano menjawab telepon dalam kondisi tertidur dan memberi arahan keliru
  • HR menyarankan mode Do Not Disturb, direktur Autopilot menyarankan delegasi yang mustahil
  • Medrano dipecat setelah berulang kali memperingatkan kekurangan staf yang parah

Telset.id – Seorang mantan manajer Tesla menggugat perusahaan melalui pengadilan federal, menuding produsen mobil listrik tersebut mengoperasikan armada uji sistem self-driving di Houston sebagai “rolling hazards” 24 jam. Javier Medrano, mantan manajer armada, mengklaim Tesla secara agresif memperbesar skala operasi hingga mustahil diawasi seorang diri, dan peringatannya diabaikan hingga akhirnya dipecat.

Gugatan yang dilaporkan oleh The Independent ini mengungkap bagaimana Tesla meningkatkan jumlah armada uji Full Self-Driving (FSD) di Houston hingga dua kali lipat. Medrano yang bergabung dengan Tesla pada 2023 awalnya mengelola armada dengan 15 kendaraan dan operator. Namun beberapa bulan kemudian, jumlah operator kendaraan dinaikkan menjadi 38 orang.

Para operator ini bekerja selama 24 jam sehari dalam tiga shift, dan Medrano sebagai manajer armada jarak jauh harus mengawasi semuanya sendirian. Gugatan tersebut menyebut rasio 38:1 antara operator dan manajer ini melanggar “baseline keselamatan 15:1” yang ditetapkan Tesla sendiri.

Para operator tersebut merupakan bagian dari “Rodeo Team” Tesla yang kontroversial, yang keberadaannya pertama kali dipublikasikan oleh Business Insider pada 2024. Sesuai namanya, para pengemudi ini sengaja membawa mobil otonom ke situasi berbahaya dan baru melakukan intervensi di saat-saat terakhir untuk memberikan data pelatihan berharga bagi Tesla. Gugatan menyebutkan bahwa di kota lain yang memiliki Rodeo Team, Tesla menyediakan lebih dari satu petugas keselamatan.

Beban kerja yang berat ini membuat Medrano kewalahan. Dalam sebuah email kepada atasannya, dia mengaku “mencoba untuk tidak kehilangan akal sehat, karena tidak tidur atau makan dengan benar dan melakukan semua yang perlu saya lakukan untuk memenuhi ekspektasi.” Sebulan kemudian, dia meminta tambahan petugas keselamatan dan cuti seminggu dengan menulis, “Ini secara resmi sinyal S.O.S saya.”

Baca Juga:

Puncak masalah terjadi beberapa hari setelah email tersebut. Salah satu kendaraan FSD terlibat tabrakan dengan mobil lain. Pengemudi uji menghubungi Medrano pada pukul 02:05 pagi sesuai protokol. Namun karena kelelahan ekstrem, Medrano menjawab telepon dalam kondisi “secara fisik tertidur” menurut isi gugatan, sehingga memberikan arahan yang keliru kepada operator.

Mengikuti perintahnya, operator tetap berada di lokasi kecelakaan dan kemudian didekati oleh orang asing yang diduga dalam keadaan mabuk. Keesokan harinya, Medrano memberi tahu HR bahwa dia “tidak ingat” percakapan telepon tersebut. Dia kembali menyuarakan keluhan tentang “kekurangan staf yang parah” yang sebelumnya dia sampaikan ke atasannya.

Tanggapan yang diterimanya justru membingungkan. Seorang perwakilan HR menyarankan Medrano untuk mengaktifkan mode “Do Not Disturb” di teleponnya jika tidak ingin diganggu selama shift pengujian aktif. Sementara itu, direktur Autopilot mengatakan dia seharusnya “mendelegasikan” tugas dengan lebih baik. Padahal, seperti diakui Medrano, “Saya tidak punya siapa pun untuk didelegasikan.”

“Saya benar-benar mencoba memberi tahu mereka betapa seriusnya ini,” ujar Medrano kepada The Independent. “Tapi tidak ada rasa urgensi sama sekali.” Dia menambahkan, “Sungguh membingungkan bagaimana ini bisa berlangsung begitu lama. Di kota lain, mereka punya banyak petugas per shift. Saya satu-satunya yang tidak punya kemewahan itu… Tugas kami adalah memastikan mobil-mobil ini aman di jalan.”

Kasus ini menambah daftar panjang pengawasan publik dan regulasi terhadap keselamatan perangkat lunak self-driving Tesla. Sebelumnya, NHTSA juga menginvestigasi jutaan unit Tesla terkait komponen suspensi yang lepas tanpa peringatan. Sementara itu, Tesla juga tengah menghadapi isu strategis lainnya, termasuk kabar merger dengan SpaceX yang sempat memunculkan spekulasi tentang pemisahan bisnis China.

Gugatan Medrano menggambarkan tekanan besar yang dialami pekerja di balik pengembangan teknologi otonom Tesla. Ketidakseimbangan antara ambisi perusahaan dan kapasitas pengawasan keselamatan menjadi sorotan utama dalam kasus ini. Klaim bahwa peringatan karyawan diabaikan hingga terjadi kecelakaan menunjukkan potensi celah serius dalam protokol keselamatan Tesla di Houston. Kasus ini kini menunggu proses hukum lebih lanjut di pengadilan federal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.