Telset.id – Magna International kembali menanamkan investasi senilai US$35 juta atau sekitar Rp560 miliar ke Yuma Energy, perusahaan jaringan penukaran baterai untuk kendaraan listrik roda dua dan roda tiga di India. Langkah ini meningkatkan kepemilikan saham pemasok komponen otomotif asal Kanada tersebut di Yuma dari 51 persen, sekaligus menggarisbawahi keyakinan Magna pada model bisnis baterai swapping di pasar India.
Keputusan Magna ini datang di tengah pertumbuhan ekonomi gig di India yang pesat. Yuma Energy menargetkan pekerja pengiriman (delivery rider) yang kehilangan waktu dan pendapatan berharga saat mengisi daya kendaraan listrik mereka. Menurut Managing Director Yuma, Muthu Subramanian, hanya sekitar 10 hingga 15 persen kendaraan yang digunakan pekerja gig di India saat ini berbasis listrik, meninggalkan ruang besar bagi operator seperti Yuma jika lebih banyak pengendara beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin.
“Dengan jam operasional harian yang tinggi, kendaraan listrik masuk akal dari sisi biaya kepemilikan bagi pekerja gig India,” ujar Subramanian kepada TechCrunch. “Waktu operasional (uptime) itu penting.”
Yuma menargetkan pengendara dengan jarak tempuh tinggi dan berargumen bahwa penukaran baterai lebih praktis dibandingkan pengisian cepat. Subramanian menjelaskan, baterai dapat ditukar dalam waktu kurang dari dua menit, sementara pengisian cepat 20 hingga 30 menit membuat pengendara berhenti bekerja dan membutuhkan lebih banyak ruang serta daya untuk melayani banyak kendaraan sekaligus.
Namun, membangun kemudahan tersebut membutuhkan biaya besar. Yuma harus menyiapkan baterai dan infrastruktur penukaran sebelum cukup banyak pengendara datang untuk memanfaatkannya secara penuh. “Ini bisnis padat modal, dan ekonomi unit akan terlihat saat skala berjalan,” kata Subramanian.
Perjalanan Yuma Energy dan Dukungan Magna
Yuma Energy lahir dari perusahaan mobilitas asal India, Yulu, pada awal 2023. Hingga saat ini, Yuma telah menyelesaikan lebih dari 60 juta kali penukaran baterai dan memiliki sekitar 100.000 baterai yang tersebar di seluruh jaringannya. Perusahaan ini mengoperasikan lebih dari 400 stasiun dengan lebih dari 2.500 unit pengisian daya.
Pada 2022, Magna berkomitmen menanamkan total US$77 juta untuk dua bisnis tersebut, dengan US$25 juta untuk Yulu dan US$52 juta untuk usaha patungan penukaran baterai. Yulu dan Yuma merupakan satu-satunya investasi startup Magna di India, seperti yang dikonfirmasi perusahaan kepada TechCrunch.
Dengan investasi terbaru ini, saham Yulu di Yuma akan terdilusi. Subramanian menolak mengungkapkan rincian pembagian kepemilikan baru. Yuma sendiri belum mencapai profitabilitas, meskipun beberapa stasiun penukaran lamanya sudah EBITDA-positif.
Yuma menutup tahun fiskal pada Maret 2026 dengan pendapatan sekitar ₹1 miliar (sekitar US$10,5 juta). Perusahaan menargetkan EBITDA impas dalam dua kuartal ke depan. Untuk mencapai target tersebut, Yuma tetap harus membangun kapasitas sebelum permintaan datang.
Dana segar dari Magna sebagian besar akan digunakan untuk memperluas infrastruktur penukaran dan menggandakan armada sekitar 100.000 baterai dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.
Yulu masih menyumbang mayoritas dari 60 juta penukaran baterai Yuma sepanjang masa. Namun, ketergantungan tersebut mulai berkurang karena sekitar 15 hingga 20 persen penukaran pada kuartal terakhir berasal dari pelanggan selain Yulu. Yuma kini melayani lebih dari lima armada dan telah mengintegrasikan baterainya dengan lebih dari 10 platform kendaraan, termasuk model dari Kinetic Green, Motovolt, BGauss, dan Quantum Energy.
Perusahaan memperkirakan pelanggan non-Yulu akan menyumbang sekitar 25 persen dari total penukaran dalam dua tahun ke depan. Awal bulan ini, Yulu mengumpulkan dana US$93 juta untuk mengembangkan armada sepeda motor listriknya. Yuma pun perlu memperluas jaringannya untuk mengimbangi pelanggan terbesarnya itu sekaligus mengakomodasi armada baru yang menggunakan baterainya.
Baca Juga:
Ekspansi Geografis dan Rencana Global
Yuma mengoperasikan jaringan penukaran baterainya di 18 kota di India, termasuk Bengaluru, Hyderabad, Mumbai, wilayah Delhi, serta Jaipur, Lucknow, Indore, Coimbatore, Kochi, dan Kolkata. Dengan tambahan modal segar, perusahaan berencana berekspansi ke Chennai dan Pune dalam beberapa kuartal mendatang sambil menambah stasiun di kota-kota yang sudah beroperasi.
India akan tetap menjadi fokus utama Yuma setidaknya selama 12 hingga 18 bulan ke depan. Namun, Subramanian mengungkapkan bahwa perusahaan berencana membawa model bisnis ini ke luar negeri sebagai bagian dari peta jalan jangka panjang. Pasar Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand, serta sebagian wilayah Afrika, dinilai menarik karena pasar kendaraan roda dua yang besar. Meski demikian, Yuma belum memulai diskusi untuk memasuki pasar-pasar tersebut.
Berbeda dengan operator yang sekadar menjalankan jaringan penukaran, Yuma merancang dan memproduksi paket baterai serta unit pengisian dayanya sendiri. Perusahaan memproduksi paket baterai di fasilitasnya di Chennai dan unit pengisian di Bengaluru, memberikan kendali penuh atas perangkat keras dan jaringan yang mengelolanya.
Investasi tambahan Magna ini menjadi sinyal kuat bahwa model penukaran baterai dapat bekerja dalam skala besar di pasar dengan karakteristik ekonomi yang berbeda, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi gig dan kebutuhan mobilitas yang efisien.





Komentar
Belum ada komentar.