šŸ“‘ Daftar Isi

Lucid bantah rumor bangkrut dengan pernyataan resmi melalui kepala komunikasi

Lucid Bantah Rumor Bangkrut, Saham Anjlok 56%

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø5 menit membaca
Bagikan:
  • Saham Lucid anjlok 56% dalam satu jam setelah rumor bangkrut beredar
  • Lucid bantah keras rumor melalui pernyataan resmi kepala komunikasi
  • Keterlibatan AlixPartners hanya untuk perbaikan operasi, bukan restrukturisasi
  • Perusahaan hadapi masalah produksi, kualitas, dan penurunan kapasitas pasar 97%
  • CEO baru dan PHK 18% staf jadi langkah turnaround perusahaan
  • Diskon hingga $10.000 untuk model 2026 dalam upaya tingkatkan penjualan

Telset.id – Saham Lucid Group anjlok hampir 56% dalam satu jam setelah beredar rumor bahwa produsen mobil listrik tersebut tengah mempertimbangkan perlindungan Chapter 11. Pabrikan asal AS itu langsung membantah keras kabar tersebut melalui pernyataan resmi.

Rumor yang pertama kali muncul dari sebuah blog EV menyebutkan bahwa Lucid sedang mengevaluasi dua opsi restrukturisasi besar: kebangkrutan atau menjadi perusahaan privat. Kabar tersebut memicu aksi jual besar-besaran yang mengakibatkan penghentian perdagangan saham sebanyak dua kali karena volatilitas ekstrem.

Kepala Komunikasi Lucid, Nick Twork, langsung angkat bicara di platform X untuk membantah rumor tersebut. ā€œPerusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk menjalankan operasinya hingga tahun depan, seperti yang baru-baru ini dipublikasikan dalam laporan kuartal terakhirnya,ā€ tegas Twork.

Twork menambahkan bahwa Lucid tidak membentuk komite dewan khusus untuk mengeksplorasi skenario yang dilaporkan hari ini. ā€œFokus kami adalah meningkatkan eksekusi, memperkuat operasi, dan memposisikan Lucid untuk mewujudkan potensi penuh dari teknologi, produk, dan inovasinya,ā€ ujarnya.

Keterlibatan AlixPartners dan Respons Resmi

Menurut laporan yang beredar, konsultan manajemen AlixPartners ditugaskan untuk memberikan saran kepada dewan Lucid mengenai restrukturisasi perusahaan. Laporan yang mengutip dua sumber anonim tersebut menyatakan bahwa firma itu diminta mempertimbangkan apakah Lucid harus ā€œmencari perlindungan Chapter 11ā€ atau diambil alih secara privat.

Twork menyebut rumor tersebut ā€œsama sekali palsuā€ dalam pernyataannya. Ia mengakui bahwa Lucid memang melibatkan AlixPartners, namun ketat untuk membantu perusahaan meningkatkan eksekusi dan operasinya. ā€œAlixPartners tidak merekomendasikan kebangkrutan kepada manajemen atau dewan,ā€ tegas Twork.

Peristiwa ini terjadi di tengah kinerja saham Lucid yang sudah terpuruk sebelumnya. Kapitalisasi pasar perusahaan turun 97% secara keseluruhan sejak puncaknya di tahun 2021. Harga saham turun dari $11,69 pada Januari menjadi $5,51 sebelum laporan tersebut memicu aksi jual—kerugian hampir 53%.

Level terendah hari ini mencapai $2,46 sebelum pulih ke $4,64 pada akhir perdagangan reguler. Penurunan dramatis ini menunjukkan betapa rapuhnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perusahaan.

Kesulitan Produksi dan Kualitas

Lucid telah berjuang untuk meningkatkan produksi kendaraan ke volume tinggi. Pabrikan ini juga menghadapi masalah kualitas dan perangkat lunak yang dikeluhkan pemilik secara vokal di media sosial. Dalam upaya meningkatkan penjualan, Lucid baru-baru ini menawarkan diskon hingga $10.000 untuk model 2026 yang ada di inventaris.

Perusahaan sebelumnya memproyeksikan produksi sebanyak 27.000 kendaraan tahun ini—lonjakan sekitar 50% dari jumlah 17.840 unit di tahun 2025. Namun, Lucid kemudian membuat ā€œkeputusan tata kelolaā€ untuk menarik panduan produksi tersebut sebelum merilis angka penjualan kuartal kedua.

Untuk paruh pertama tahun ini, pabrikan mobil listrik itu memproduksi 10.274 kendaraan dan mengirimkan 7.046 unit. CEO baru yang tiba bulan lalu ditugaskan untuk melakukan turnaround. Ia telah merombak jajaran C-suite perusahaan. Bulan lalu, perusahaan memangkas 18% stafnya, menyusul gelombang PHK sebelumnya di tahun ini.

Perjuangan Lucid untuk mencapai profitabilitas menjadi sorotan utama di industri mobil listrik global. Produsen EV premium ini menghadapi tekanan untuk membuktikan model bisnisnya di tengah persaingan yang semakin ketat dari pemain China dan tradisional.

Meskipun membantah rumor kebangkrutan, respons cepat Lucid menunjukkan sensitivitas tinggi perusahaan terhadap persepsi pasar. Likuiditas yang cukup hingga tahun depan memberikan ruang bernapas, namun tekanan untuk mencapai skala produksi yang efisien tetap menjadi tantangan utama.

Insiden ini juga menyoroti betapa cepatnya informasi dapat mempengaruhi harga saham di era media sosial. Pernyataan resmi dari Twork berhasil menghentikan aksi jual, namun kerugian yang sudah terjadi menunjukkan betapa rentannya posisi Lucid di mata investor.

Perombakan manajemen dan PHK besar-besaran menjadi sinyal bahwa Lucid sedang dalam mode bertahan hidup. CEO baru memiliki tugas berat untuk membalikkan keadaan perusahaan yang telah kehilangan sebagian besar nilainya sejak debut di bursa saham.

Dengan produksi yang masih jauh di bawah kapasitas dan masalah kualitas yang belum terselesaikan, jalan menuju profitabilitas masih panjang. Diskon besar-besaran untuk model 2026 menunjukkan tekanan untuk membersihkan inventaris di tengah permintaan yang melambat.

Keputusan untuk menarik panduan produksi sebelum merilis angka penjualan kuartal kedua juga menimbulkan pertanyaan tentang transparansi perusahaan. Langkah ini membuat analis dan investor sulit memproyeksikan kinerja jangka pendek Lucid.

Untuk paruh pertama tahun ini, rasio produksi terhadap pengiriman menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan. Lucid memproduksi 10.274 kendaraan namun hanya mengirimkan 7.046 unit, menandakan tantangan dalam rantai pasokan atau distribusi.

Perusahaan mobil listrik ini juga menghadapi tekanan dari persaingan harga yang agresif dari produsen China. Dengan diskon hingga $10.000, Lucid mencoba mempertahankan pangsa pasarnya di segmen premium yang semakin ramai.

Meskipun demikian, teknologi dan inovasi Lucid masih diakui sebagai yang terdepan di industri. Platform kendaraan listrik mereka memiliki efisiensi yang luar biasa, menjadi daya tarik utama bagi investor yang percaya pada potensi jangka panjang perusahaan.

Pertanyaan sekarang adalah apakah Lucid dapat bertahan cukup lama untuk mewujudkan potensi tersebut. Likuiditas yang cukup hingga tahun depan memberikan jendela kesempatan, namun tekanan operasional terus meningkat.

Perubahan kepemimpinan dan restrukturisasi internal diharapkan dapat mempercepat perbaikan. Namun, waktu adalah faktor kritis dalam industri yang bergerak cepat seperti kendaraan listrik.

Dengan semua tantangan ini, masa depan Lucid tetap tidak pasti. Bantahan terhadap rumor kebangkrutan memberikan kelegaan sementara, namun fundamental bisnis masih perlu diperkuat secara signifikan.

Investor akan mencermati laporan keuangan berikutnya untuk melihat apakah langkah-langkah perbaikan yang diambil CEO baru membuahkan hasil. Sementara itu, volatilitas saham Lucid diperkirakan akan tetap tinggi dalam waktu dekat.

Perusahaan juga perlu membangun kembali kepercayaan konsumen yang mungkin terganggu oleh berita negatif ini. Program diskon dan insentif pembelian menjadi strategi jangka pendek untuk menjaga momentum penjualan.

Di tengah semua ketidakpastian, satu hal yang jelas: industri kendaraan listrik sedang memasuki fase konsolidasi yang sulit. Hanya produsen dengan fundamental kuat dan eksekusi yang baik yang akan bertahan dalam persaingan global.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.