šŸ“‘ Daftar Isi

Li Auto i9 SUV dengan baterai cair standar yang akan digantikan teknologi baterai solid-state

Li Auto Siapkan Baterai Solid-State, Produksi Massal 2032

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø3 menit membaca
Bagikan:
  • Li Auto akan mulai integrasi baterai solid-state skala kecil pada 2027 atau 2028
  • Produksi massal matang diperkirakan baru terwujud lima tahun setelahnya, sekitar 2032–2033
  • Tantangan utama: umur pakai, performa pengisian, dan biaya
  • Validasi prototipe sudah dilakukan lewat smart glasses
  • Li Auto bertransisi ke baterai in-house di L6, L8, dan i8
  • Penjualan domestik Januari–Agustus 2025 turun 1,2% YoY jadi 259.930 unit

Telset.id – Li Auto akan memulai integrasi baterai solid-state (SSB) ke kendaraan dalam skala kecil pada 2027 atau 2028. Rencana ini diungkap sumber internal perusahaan pada 22 September, dengan produksi massal yang matang diprediksi baru terwujud lima tahun setelahnya, yakni sekitar 2032 atau 2033.

Informasi tersebut dilaporkan Cls dan menyebut bahwa teknologi baterai solid-state Li Auto memang tengah disiapkan secara serius. Senior director of traction batteries Li Auto, Liu Zhimin, mengatakan perusahaan sedang ā€œactively laying the groundworkā€ atau aktif meletakkan fondasi untuk teknologi ini. Li Auto saat ini menjalankan sejumlah proyek terkait, dan validasi prototipe bahkan sudah dilakukan menggunakan smart glasses yang juga dijual perusahaan di China.

Meski begitu, sumber yang sama menegaskan bahwa mencapai produksi massal yang matang untuk kendaraan sekaligus memastikan ā€œpengalaman pengguna yang konsistenā€ masih membutuhkan waktu sekitar lima tahun lagi. Artinya, kendaraan Li Auto dengan teknologi SSB yang diproduksi massal baru akan masuk pasar pada 2032 atau 2033.

Tantangan Umur Pakai hingga Biaya

Liu Zhimin membeberkan bahwa tantangan inti dalam membuat baterai solid-state mencakup persyaratan umur pakai, performa pengisian daya, dan biaya. Ketiga faktor ini menjadi penentu apakah teknologi tersebut benar-benar siap dipakai secara luas, bukan sekadar prototipe yang lolos validasi.

Di sisi lain, Li Auto sedang bertransisi ke baterai yang dikembangkan sendiri. Perusahaan sebelumnya mengungkap bahwa seluruh lini produknya akan mengadopsi baterai in-house. Langkah ini memungkinkan merek tersebut mengontrol rantai pasok, yang berpotensi membuat produknya lebih hemat biaya. Paket baterai berlabel Li Auto sendiri sudah dipasang di Li Auto L6, Li Auto L8, dan Li Auto i8.

Li Auto to begin small-batch solid-state battery integration in 2027 or 2028

Menurut laporan 36kr sebelumnya, Li Auto telah meluncurkan unit bisnis khusus untuk memasok teknologi hasil pengembangan internalnya ke perusahaan pihak ketiga. Fokusnya mencakup chip autonomous driving Mach M100 dengan daya komputasi 1.280 TOPS, modul daya SiC, dan sistem powertrain EREV. Namun, baterai perusahaan tidak dipertimbangkan untuk dipasok ke pabrikan otomobil lain.

Penjualan dan Model Terlaris

Berdasarkan data China EV DataTracker, Li Auto mengirimkan 259.930 unit di pasar domestik dari Januari hingga Agustus 2025, turun 1,2% secara Year-Over-Year. Model terlarisnya saat ini adalah Li Auto i6 electric SUV dengan rentang harga 249.800 hingga 269.800 yuan (37.310–40.300 USD). Model tersebut terjual 152.842 unit pada delapan bulan pertama 2026.

Peta kompetisi di segmen SUV listrik China memang ketat. Li Auto tercatat baru saja meluncurkan Li Auto i9 sebagai SUV listrik paling aerodinamis di dunia dengan koefisien drag 0,215 Cd. Langkah ini mempertegas posisi Li Auto di segmen premium yang terus bergerak cepat.

Teknologi baterai menjadi salah satu medan pertempuran berikutnya. Rencana integrasi SSB skala kecil pada 2027 atau 2028 menempatkan Li Auto pada jalur yang berbeda dari sekadar peningkatan kapasitas baterai cair. Namun, perusahaan tetap harus menyeimbangkan ambisi teknologi dengan realitas produksi dan ekspektasi konsumen.

Liu Zhimin tidak menyebut target angka spesifik untuk kapasitas atau jarak tempuh baterai solid-state mendatang. Yang jelas, fondasi pengembangan tengah dibangun, dan hasil akhirnya baru bisa dinilai ketika kendaraan bermesin SSB benar-benar mengaspal dalam jumlah besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.